Showing posts with label Telenursing. Show all posts
Showing posts with label Telenursing. Show all posts

Sunday, November 19, 2006

APLIKASI TELEMETRY DALAM ASUHAN KEPERAWATAN PENYAKIT JANTUNG KORONER





APLIKASI TELEMETRY DALAM ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN PENYAKIT JANTUNG KORONER (PJK)
DI INDONESIA

Indonesia saat ini menghadapi masalah kesehatan yang kompleks dan beragam. Tentu saja mulai dari infeksi klasik dan modern, penyakit degeneratif serta penyakit psikososial yang menjadikan Indonesia saat ini yang menghadapi " threeple burden diseases".

Namun tetap saja penyebab angka kematian terbesar adalah akibat penyakit jantung koroner – "the silence killer". Tingginya angka kematian di Indonesia akibat penyakit jantung koroner (PJK) mencapai 26%. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga Nasional (SKRTN), dalam 10 tahun terakhir angka tersebut cenderung mengalami peningkatan. Pada tahun 1991, angka kematian akibat PJK adalah 16 %. kemudian di tahun 2001 angka tersebut melonjak menjadi 26,4 %. Angka kematian akibat PJK diperkirakan mencapai 53,5 per 100.000 penduduk di negara kita. Tingginya angka tersebut, mengakibatkan PJK sebagai penyebab kematian nomor satu. 1)

Sebagian besar PJK terjadi akibat penurunan suplai oksigen (iskemia) pada otot jantung lantaran penyempitan pembuluh koroner oleh pengerasan di dinding dalam pembuluh koroner yang disebut plak aterosklerosis. 2) Penderita penyakit jantung koroner yang mengalami serangan jantung cukup banyak. Di RS Dr Sardjito misalnya, setiap bulannya terdapat sekitar 30-40 pasien yang mengalami serangan jantung dan masuk ke ICCU. ''Sekarang tendensi penderitanya semakin muda. Ada pasien berusia 30 tahun sudah mengalami serangan jantung.'' Kasus serangan jantung pada orang berusia muda lebih kerap disebabkan oleh faktor gaya hidup yang kurang sehat, misalnya terbiasa mengonsumsi makanan berlemak, merokok, dan kurang olah raga. ''Penyakit jantung koroner di usia muda ini lebih banyak diderita oleh pria, sementara wanita biasanya di atas 55 tahun.'' 3).

Angka ini hampir sama di belahan negara dunia lainnya, penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu pada orang Amerika dewasa. Setiap tahunnya, di Amerika Serikat:
• 478000 orang meninggal karena penyakit jantung koroner.
• 1,5 juta orang mengalami serangan jantung.
• 407000 orang mengalami operasi peralihan.
• 300000 orang menjalani angioplasti.
Penyakit jantung, stroke, dan aterosklerosis merupakan penyakit yang mematikan. Di seluruh dunia, jumlah penderita penyakit ini terus bertambah. Ketiga kategori penyakit ini tidak lepas dari gaya hidup yang kurang sehat, yang banyak dilakukan seiring dengan berubahnya pola hidup.4)

Dari hasil pengalaman klinis di Kuwait masalah yang sama dihadapi. Menurut seorang teman yang bekerja di ruang gawat darurat medikal, rata-rata 30 pasien dengan keluhan chest pain (nyeri dada) dan MI (myocard infark) setiap harinya dirawat, dan ini baru dari satu RS di Kuwait saja. Namun ada yang menarik saat dalam perawatan pasien dengan PJK di ruangan medikal/surgikal, yakni ada alat yang dikenal dengan nama TELEMETRY. Alat tersebut akan dibahas dalam tulisan ini, guna membantu mengenalkannya untuk rumah sakit, dokter dan perawat di Indonesia. Sayangnya belum ada informasi atau akses, apakah telemetry telah dipergunakan di RS di Indonesia atau minimal di RS Jantung - Harapan Kita.

Telemetry Dalam Perawatan Pasien dgn PJK/ACS (Acute Coronary Syndrome)

Ada kalanya pasien dengan PJK/ACS saat dirawat di rumah sakit cukup memerlukan perawatan di ruang stabil, seperti di ruang rawat medikal/surgikal tanpa harus dirawat secara intensif di CCU. Disini ada satu alat yang digunakan untuk memonitor irama jantung/sinus rytme dan gambaran rekaman EKG jantung pasien yang dikenal dengan nama telemetry.

Alat ini berukuran sebesar ponsel umumnya diletakkan di dada pasien, dan dapat dimasukkan saku dengan tali pengikat yang dikaitkan dengan elektroda (5 – 6 kabel). Telemetry dilekatkan melalui kabel , dengan tempat sama seperti saat meletakkan patch alat monitor jantung. Sehingga meskipun pasien selalu dianjurkan untuk bedrest/tirah baring bagi penderita PJK/ACS, namun dengan telemetry pasien tidak selalu memerlukan cardiac monitor yang statis.

Sehingga jika pasien tersebut ingin ke toilet ataupun melakukan latihan/exercise, pasien dapat selalu termonitor kondisi jantungnya dengan monitor dari ruang telemetry/CCU. Telemetry bersifat portable dan tidak menyakitkan pasien. Namun apabila pasien ingin mandi atau melakukan prosedur khusus (CT, X-ray, Echocardiogram, dsb), maka telemetry perlu dilepas, karena terdapat rangkaian elektrik dan hantaran gelombang suara yang dapat mengganggu pasien.

Telemetry merupakan alat komunikasi wireless (gelombang suara) yang merubah gelombang suara kedalam bentuk data. Prinsip dasar telemetry adalah menangkap parameter dalam frekuensi gelombang, yang kemudian dirubah kedalam data. Setelah itu data ini dapat ditransfer ke media lain, seperti telepon, jaringan komputer atau melalui serat optic.

Alat ini dalam bidang kesehatan dikenal dengan istilah Bio telemetry atau The Wireless Medical Telemetry Service (WMTS), yang umum dimonitor dari ruang CCU (Coronary Care Unit). Telemtery digunakan pada pasien di ruang medikal/penyakit dalam atau surgikal/bedah , untuk merekam abnormalitas irama/denyut jantung. Pasien dipasang telemetry (dengan 5 – 6 kabel patch), yang dapat langsung merekam dan mengintreprestasikan data irama jantung pasien. Alat ini sangat berguna untuk diagnosis awal kondisi patologi jantung oleh dokter dan membantu perawat melihat kondisi penyakit pasien jantung koroner akut atau kritis. 5)

Berikut adalah beberapa definisi telemetry dari
http://dictionary.reference.com/browse/telemetry antara lain adalah :

1. any of certain devices or attachments for determining distances by measuring the angle subtending a known distance. 2. Electricity. the complete measuring, transmitting, and receiving apparatus for indicating, recording, or integrating at a distance, by electrical translating means, the value of a quantity. 3. to transmit (radio signals, data, etc.) automatically and at a distance, as between a ground station and an artificial satellite, space probe, or the like, esp. in order to record information, operate guidance apparatus, etc.

Secara mudahnya telemetry adalah "satu alat penangkap data yang portable, yang menggunakan sistem transmisi gelombang suara dan tanpa kabel". Atau ada juga yang menyebutnya "ilmu dan tehnologi yang menggunakan instrument pengukuran data menggunakan gelombang suara, dengan tanpa kabel, radio, remote, dari pesawat antariksa, kendaraan bergerak, manusia dan kondisi fisik hewan dsb".

Tentu saja aplikasi telemetry sangat ditunjang dengan kemampuan dokter/perawat dalam membaca ECG (elektocardiogram), namun saat ini telemetry yang ada telah didesain sedemikian rupa terkoneksi dengan program komputer yang langsung menganalisa patologi kelainan jantung pasien. Seperti sinus bradikardia/takikardia, VT (Ventrikel Tacycardia) , AF (Atrial Fibrilasi), MI (myocard infark) yang fatal dapat segera terdeteksi. Sehingga perawat telemetry akan segera menginformasikan ke perawat ruang medikal/surgikal, akan adanya kelainan irama jantung pasien dan perawat di ruangan medikal/surgikal akan melakukan ECG dan menginformasikan ke dokter untuk dapat segera mem-follow up lebih lanjut.

Bagaimana penggunaan telemerty

Pada mulanya alat ini banyak dipergunakan untuk kepentingan militer seperti untuk aero telemetry dalam unmanned air vehicle (UAV)/pesawat tanpa awak untuk pemetaan intelejen, pertahanan sistem angkasa luar, menangkap sinyal rudal dan sistem pertahanan udara. Telemetry bahkan juga di gunakan untuk kepentingan industri minyak dan pabrik kimia untuk menangkap getaran alat-alat di pabrik, untuk kegiatan balap mobil guna mengkaji kecepatan mobil, getaran kendaraan dan fungsi kendaraan; serta untuk kepentingan kegiatan alam bebas, seperti memonitor lokasi hewan di hutan atau laut dengan melalui GPS (Global Positioning System).

Telemetry yang menggunakan transmisi wireless/gelombang suara, dapat memonitor kondisi suatu lingkungan atau parameter lainnya. Alat ini semula banyak digunakan untuk kepentingan satelit angkasa luar, robot bergerak, dan umum dipakai di stasiun angkasa luar seperti the Space Shuttle and the International Space Station (ISS). Alat ini banyak digunakan untuk memonitor kondisi fisik astronot, dan memastikan lingkungan kerja yang adekuat di stasiun angkasa luar. Telemetry juga digunakan oleh Hubble Space Telescope (HST) teleskop angkasa luar terbesar di Amerika Serikat.

Seperti Satelit Lapan-TUBSAT merupakan pengembangan dari satelit eksperimental yang pernah dibangun di TUB (Technical University of Berlin) dan Lapan di Indonesia. Satelit ini membawa sistem komunikasi untuk keperluan telemetry and telecommands (TTC) yang beroperasi pada frekuensi 436,075 Megahertz dengan laju transfer data 1200 bps untuk kepentingan Indonesia. Data video dari sistem kamera dikirimkan ke stasiun bumi melalui sistem komunikasi data pada frekuensi 2220 Megahertz. 7)

Transmiter telemetry terdiri dari beberapa perangkat yaitu sebuah encoder merupakan instrument yang membaca sinyal digital atau analog, modulator dan transmitter wireless dengan antena. Telemetry terdiri dari antena penerima, dan set amplifier radio rekuensi, sebuah demodulator dan alat perekam gelombang suara denyut jantung. Alat ini akan dapat memproses data rekaman denyut jantung dan menganalisanya melalui penghubung komputer. 8)

Telemetry Menangkap Suara dan Irama Denyut Jantung

Gelombang radio yang dipakai untuk telemetry berbeda-beda tergantung tujuan penggunaan alat ini. Untuk kepentingan aero space/kegiatan angkasa luar gelombang yang digunakan di Amerika Serikat adalah 2.300 – 2.390 MHz, sedangkan di Kanada menggunakan gelombang 2.300 – 2.483,5 MHz.

Sedangkan gelombang untuk medical telemetry di AS sendiri menggunakan frekuensi 460 – 470 MHz, namun masih diduga dapat terjadi interference gelombang radio. Wireless Medical Telemetry Service (WMTS) gelombang disana memiliki beberapa frekuensi meliputi 608-614 MHz, 1395-1400 MHz, and 1427-1432 MHz.

Frekuensi gelombang ini masih terus dikaji karena adanya interferensi/pengaruh dari gelombang radio yang digunakan oleh polisi, pemadam kebakaran, taksi dan perusahaan truk, yang dapat mempengaruhi keselamatan pasien.9)

Wireless medical telemetry service (WMTS) adalah sebuah alat telemetry yang digunakan untuk memonitor parameter fisiologi pasien/tanda-tanda vital , umumnya irama jantung yang menggunakan komunikasi jarak jauh dengan gelombang radio / radio-frequency (RF). Komunikasi ini terjadi antara transmitter yang diletakkan di tubuh pasien dan tempat pusat monitor yang tersentral yang umumnya diawasi beberapa orang perawat, melalui komputer. Tentu saja telemetry dapat membantu pasien agar tetap dapat melakukan aktifitas dan tidak terganggu dengan cardiac monitor yang menggunakan koneksi hard-wire dan layar yang berada dekat tempat tidur pasien. 10)

Wireless Medical Telemetry Service (WMTS) di Amerika Serikat sekarang diset dalam frekuensi 608 – 614 MHz, 1395 – 1400 MHz, 1429 – 1432 MHz untuk menghindari interference dari gelombang lainnya. AHA (American Hospital Association) merekomendasikan kelompok kerja (pokja) WMTS, dan mendefinisikan WMT (wireless medical telemetry ) sebagai "the measurement and recording of physiological parameters and other patient-related information via radiated bi- or unidirectional electromagnetic signals"
Bahkan disana telah dibuat aturan lebih lanjut, tentang pelayanan kesehatan yang berhak menggunakan WMTS, termasuk dokter, perawat, dan tehnisi telemetry dan juga pelatihan penggunaannya. Disana telah dibuat aturan tentang peralatan telemetry, batasan power, emisi gelombang suara, sistem proteksi, agar tidak mengganggu gelombang yang digunakan untuk kepentingan proyek angkasa luar AS. Semisal harus berjarak 80 km dari pusat proyek NASA dan berkoordinasi tentang penggunaan gelombang yang digunakan dengan pihak militer.11)

Telemetry merupakan bagian telemedicine. Penyediaan pelayanan kesehatan (termasuk klinis, pendidikan dan pelayanan administrasi) jarak jauh, melalui transfer informasi (audio, video, grafik), dengan menggunakan perangkat-perangkat telekomunikasi (audio-video interaktif dua arah, komputer, dan telemetri) dengan melibatkan dokter, perawat, pasien dan pihak-pihak lain.12)

Penyuluhan Kesehatan Pada Pasien Yang Menggunakan Telemetry

Penyuluhan kesehatan pada pasien dengan penderita penyakit jantung koroner sangat penting. Sehingga peran perawat sebagai tenaga kesehatan sangatlah penting disini, termasuk kepada pasien dengan penggunaan telemetry. Perawat telemetry adalah perawat yang memiliki keahlian tinggi, karena diharapkan mampu menganalisa rekaman EKG dan melakukan asuhan keperawatan yang akurat, serta memberikan penyuluhan kesehatan kepada pasien.

Penderita PJK saat dirawat menggunakan telemetry sangat memerlukan penyuluhan kesehatan. Dalam artikel tentang Teaching patients about telemetry, Squires, Allison, Ciecior, Dana 2000, memberikan satu ilustrasi kasus :.
"Bob Baird, 47, is in your telemetry step-down unit following a myocardial infarction (MI). He's in bed, watching TV, when he goes into supraventricular tachycardia with a rate of 150 beats/ minute. The monitor alarm at the nurses' station sounds, and you hurry into his room. Mr. Baird seems fine, so you ask him about chest discomfort and a few other assessment questions, then call the physician. Mr. Baird doesn't have a display cardiac monitor in his room and, with the memory of his MI fresh in his mind, is getting worried, especially when you administer intravenous adenosine as ordered. Although his heart rate drops to 80 beats/ minute and his rhythm converts to normal sinus rhythm, he's worried. He wonders, Am I really okay? "

Sebagai perawat, apa yang semestinya kita jelaskan dan beri penyuluhan kesehatan terhadap pasien yang menggunakan telemetry ? Ternyata di Amerika Serikat sendiri diperoleh data, bahwa banyak perawat telemetry yang tidak atau sedikit sekali memberikan penyuluhan kesehatan dan informasi tentang telemetry serta asuhan keperawatannya.

Rata-rata litelatur lebih menjelaskan tentang tehnologi telemetry. Namun sedikit sekali yang menjelaskan tentang apa reaksi pasien terhadap telemetry, dan apa yang seharusnya perawat ajarkan tentang telemetry dan alat cardiac monitor yang lain kepada pasien.

Dari hasil penelitian terhadap 43 pasien CCU yang menjalani bedah jantung , didapatkan 63% pasien tidak mendapatkan penjelasan tentang telemetry. Sebagian besar mereka senang jika semua informasi tentang tindakan dijelaskan terlebih dulu. Alasan mengapa perawat tidak menjelaskannya, adalah karena keterbatasan waktu. Dan sebagian besar perawat menganggap tehnologi ini sudah biasa, namun tentu saja berbeda dengan asumsi pasien yang tentu belum memahami tentang alat ini.13)

Ada satu studi yang pernah dilakukan oleh Theresa Reilly, Humbreck, J Rejck di Abington Memorial Hospital, 2002 tentang penggunaan Nurse-managed model dalam perawatan pasien dengan telemetry di ruang medical-surgikal unit. Studi ini menggunakan model retrospektif/cohort dimana perawat telemetry yang telah bersertifikasi menggunakan kriteria penilaian dokter - untuk mengakaji kondisi 1000 pasien yang menggunakan telemetry selama 5,5 bulan. Hasil yang didapatkan ternyata jumlah jam pemasangan telemetry lebih singkat 39.8 jam dibandingkan dengan 62 jam dengan model manajemen telemetry biasa. 76 pasien, dari total 1000 pasien membutuhkan perawatan lebih lanjut (CCU) guna mendapatkan perawatan lebih intensif. 14)

Perawat telemetry

Di Amerika Serikat khususnya perawat telemetry adalah perawat yang paling dicari dan digaji lebih mahal dari perawat lainnya. Coba saja anda klik lewat search engine google kata "telemetry nurses" maka akan banyak sekali lowongan kerja untuk itu disana.

Perawat telemetry melakukan asuhan keperawatan yang menghubungkan pasien dengan mesin pengukur denyut jantung, frekuensi pernapasan, saturasi oksigen dalam darah, dan informasi EKG. Alat kecil ini dihubungkan dengan layar komputer dimana perawat telemetry dapat memonitor, sehingga selanjutnya dapat menentukan diagnosa keperawatan secara tepat dan cepat.

Salah satu komponen utama perawat telemetry adalah pendidikan. Perawat telemetry harus memiliki kemampuan dasar tentang tehnologi kedokteran dan pengobatan untuk penyakit kardiovaskular, sering menghadiri seminar, dan pendidikan kursus tambahan seperti ACLS (AcuteAdvanced Cardio Live Support) dan Kursus EKG. Mereka juga harus mampu memberikan penyuluhan kesehatan kepada pasien dan keluarga tentang diet, exercise, pengobatan, pembatasan aktifitas pasien, dsb.

Perawat telemetry umumnya berhubungan dengan pasien yang memiliki riwayat bedah jantung yang mendapatkan pengobatan khusus gangguan jantung. Sehingga pengetahuan tentang EKG, patofisiologi gangguan jantung khususnya aritmia jantung, asuhan keperawatan dan pengalaman klinis khususnya di CCU sangat diperlukan.15)

Nur Martono
base on my daily saw

Daftar Pustaka :
1. http://www.suaramerdeka.com/harian/0602/20/kot06.htm
2. http://www.sinarharapan.co.id/
3. http://www.waspada.co.id/serba_serbi/kesehatan/
4. http://id.inaheart.or.id/?p=49
5. http://en.wikipedia.org/wiki/Telemetry
6. http://dictionary.reference.com/browse/telemetry
7. http://kompas.com/kompas-cetak/0512/02/muda/2256755.htm
8. http://whatis.techtarget.com/
9. http://www.fda.gov/cdrh/safety/111605-wmts.html
10. http://www.fcc.gov/Bureaus/Engineering_Technology/
11. http://www.fda.gov/cdrh/emc/wmt-about.html
12. http://www.idionline.org/iptek-isi.php?news_id=1003
13. http://www.findarticles.com/
14. http://www.aacn.org/AACN/
15. http://www.nursingdegreeguide.org/articles/


Saturday, November 11, 2006

Undangan Training and Workshoop Blog - HKN 2006 untuk Perawat Indonesia di Kuwait



PERSATUAN PERAWAT NASIONAL INDONESIA BRANCH KUWAIT

INDONESIAN NATIONAL NURSES ASSOCIATION IN KUWAIT (INNA-K)

جمعيه التمريض الاندونيسي في الكويت

Secretary : Al-Nuroh Building 4th Floor, Flat No. 19, Reggae, Kuwait telp:+9656796899; +9656713860

http://www.inak.tk. ; http://www.inna-ppni.or.id PO BOX .26109, safat 13121, Kuwait City


Dalam Rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN 2006) Mengundang Teman-Teman Perawat Indonesia di Kuwait untuk mengikuti kegiatan "TRAINING AND WORKSHOOP NURSING BLOG/WEBLOG "(Aplikasi Tehnologi Informatika melalui Internet untuk Perawat ).

Materi Pelatihan :
1. Dasar-dasar Pengenalan Blog
2. Penulisan Artikel, sitasi dan link
3. Template dan Desain Blog
4. Posted, upload gambar dan Media suport Blog
5. Dasar-dasar HTML (HyperText markup language)
6. Blog, Google Adsense dan pendukung DL (distance learning/e-learning) program S1 Keperawatan FIK UI

WAKTU dan TEMPAT Kegiatan :
Waktu : Kamis, 30 Nopember 2006 (8 am - 4 pm)
Tempat : KBRI Kuwait, Kaifan, Kuwait City

Persyaratan peserta :
1. Tertarik di bidang aplikasi internet
2. Telah memahami minimal penggunaan dasar-dasar komputer : ms word /notepad
3. Membayar biaya Training 1 KD (termasuk konsumsi, starter kid dan sertifikat)

Pendaftaran peserta :
Hubungi
Nur Martono di http://www.nurmartono.blogspot.com/
Hendar http://sunandar-on-network.blogspot.com/
Sandi http://www.abuhukma.blogspot.com/
Khomsah http://www.dunia-maharani.blogspot.com/
Maruf Hadi http://www.hadi-creativity.blogspot.com/
Rara http://www.diabetesnursing.blogspot.com/

bisa tinggalkan pesan di kotak pesannya
Atau melalui Koordinator Region masing-masing

  • Peserta dibatasi 50 orang
  • Untuk yang memiliki laptop dimohon langsung membawa nya sehingga data dapat langsung di save
BONUS :
Informasi terbaru terbaru tentang program distance learning Sarjana Keperawatan +Ners FIK UI tahun Ajaran 2007/2008, yang akan mengadakan visitasi dan seleksi di awal tahun 2007 sehingga diharapkan calon mahasiswa program ini telah memiliki blog yang dapat link dengan e-learning DL S.KEP FIK UI

Target : Tahun Baru mendatang tercipta 100 blog keperawatan Indonesia dari Kuwait
Indonesian nurses in Kuwait is the leader of nursing blog of Indonesia

Amien................... Bidang Pendidikan dan Pengembangan profesi INNA-K




Tuesday, October 24, 2006

PDA (Personal Digital Assistant) dan Keperawatan




Perawat Dan
PDA (Personal Digital Assistants) Keperawatan

" Nurses and PDA Nursing"




by : Nur Martono, BSn

PDA (Personal Digital Assistants) adalah satu alat berupa portable, yang merupakan komputer genggam dan sering ditemui di rumah sakit, terutama digunakan oleh para dokter atau mahasiswa kedokteran. Saya pertama kali melihatnya saat dokter-dokter di Kuwait melakukan round ke pasiennya, dan umumnya dokter trainee/koas di Kuwait selalu membawa PDA saat ke pasien. Namun yang lebih menarik adalah saat beberapa teman perawat Indonesia disini, ternyata telah memilikinya dan telah mencoba mengaplikasi pemanfaatan PDA dalam keperawatan. Alhasil mengasikkan juga karena dapat dengan mudah mengakses ilmu keperawatan seperti info tentang obat, tehnik tindakan keperawatan, dan asuhan keperawatan - dengan alat kecil seukuran dompet saja, yang dapat dibawa kemana-mana.

PDA ternyata semakin populer, yang pada awalnya hanya sebagai piranti genggam bersifat organizer. Namun saat ini semakin berkembang menjadi komputer saku yang dapat mengakses informasi internet, terintegrasi dengan ponsel, bahkan dapat menjadi GPS (Global Positioning System) - yang mampu memberikan informasi tentang posisi suatu obyek di bumi, dengan bantuan satelit 1)

Fuad Anis dalam blognya http://fuadanis.blogspot.com/ menjelaskan bahwa PDA (Personal Digital Assistants) berperan sebagai komputer genggam tetapi sarat dengan fungsi komunikasi (baik Wi-Fi, bluetooth maupun GSM).

Komputer genggam (Personal Digital Assistants/PDA) menjadi hal yang semakin lumrah di kalangan medis. Di Kanada, limapuluh persen dokter yang berusia di bawah 35 tahun menggunakan PDA. PDA dapat digunakan untuk menyimpan berbagai data klinis pasien, informasi obat, maupun panduan terapi/penanganan klinis tertentu.

Beberapa situs di Internet memberikan contoh aplikasi klinis yang dapat digunakan di PDA seperti epocrates. Pemanfaatan PDA yang sudah disertai dengan jaringan telepon memungkinkan dokter tetap dapat memiliki akses terhadap database pasien di rumah sakit melalui jaringan Internet. Salah satu contoh penerapan teknologi telemedicine adalah pengiriman data radiologis pasien yang dapat dikirimkan secara langsung melalui jaringan GSM. Selanjutnya dokter dapat memberikan interpretasinya secara langsung melalui PDA, dan memberikan feedback kepada rumah sakit. 2)


PDA meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan meminimalkan negligence/kelalaian

Di masa yang akan datang, pelayanan kesehatan akan dipermudah dengan pemanfaatan personal digital assistance (PDA). Dokter, mahasiswa kedokteran, perawat, bahkan pasien akan lebih mudah mengakses data pasien serta informasi perawatan terakhir. "Aplikasi klinis yang banyak digunakan selama ini adalah referensi tentang obat/drug reference. Tetapi kini sudah lebih dari sekedar melihat informasi soal obat-obatan dan dosisnya," ujar Dr Daniel Baumgart, salah seorang dosen Charite Medical School Humboldt University, Berlin, Jerman, seperti dilansir Reuters yang dikutip detiknet.

Bahkan sebuah PDA dengan pemindai bar code/gelang data, saat ini sudah tersedia. PDA semacam ini memungkinkan tenaga kesehatan untuk memindai gelang bar code/gelang data pasien guna mengakses rekam medis mereka, seperti obat yang tengah dikonsumsi, riwayat medis, dan lain-lain. Selain itu, informasi medis tersebut dapat pula diakses secara virtual di mana pun kapan pun, dengan bandwidth ponsel yang diperluas atau jaringan institusional internet nirkabel kecepatan tinggi yang ada di rumah sakit.

Di samping itu data pasien atau gambar kondisi/penyakit pasien dapat didokumentasikan, untuk tujuan pengajaran atau riset, demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Meski demikian, PDA tidak akan dapat menggantikan komputer/dekstop/laptop. Tetapi setidaknya, alat ini akan memberikan kemudahan tenaga kesehatan untuk mengakses informasi di mana saja. "Masa depan dari pertukaran informasi adalah digital dan nirkabel," ujar Baumgart lagi mengakhiri
3)

Sementara dari hasil laporan survei American Psychiatric Association menunjukkan, penderita gangguan jiwa, yang tergantung pada komputer genggam/PDA dapat mempengaruhi aktivitas keseharian/activity daily living/ADL mereka. Survei ini melibatkan lebih dari 100 penderita gangguan jiwa yang dilakukan Skyscape, penyedia perangkat lunak (software) untuk bidang medis dan keperawatan.

Responden menyatakan, penggunaan PDA memberikan keuntungan karena memungkinkan petugas medis memiliki waktu lebih banyak bersama pasien. Terutama ketika masih dalam perawatan di RS, dan memperbaiki kualitas keseluruhan perawatan terhadap pasien melalui internet atau hubungan virtual.

Lebih dari 64 persen responden menggunakan PDA lebih dari empat kali dalam sehari, bahkan12 persen menggunakannya lebih dari 25 kali sehari. Beberapa program PDA berguna untuk pasien gangguan kejiwaan, seperti DSM-IV-TR. Dan sekitar 16 persen responden menyatakan, penggunaan PDA membuat mampu mengurangi kesalahan medis hingga 10 persen.
4)

PDA dan Perawat

Colleen B. Davenport, RN, MSN, 2005 menjelaskan bahwa PDA sangat berguna untuk perawat, seperti mampu meningkatkan akses informasi dan data kesehatan, serta menghemat waktu kerja. Meskipun data dari Forrester's Consumers Technographics 2003 North American Bench Mark Study mengungkapkan telah banyak perawat di Amerika Serikat yang telah menggunakan PDA (59.800 perawat di tahun 2003), namun ternyata masih banyak pula perawat yang kesulitan penggunaannya. Menurut Hebert, 1997 budaya perawat/nursing culture, computer literacy/gaptek di kalangan perawat, dan minimnya penggunaan IT (Tehnologi Informasi) dalam mengelola informasi kesehatan - menyebabkan penggunaan PDA di kalangan perawat Amerika masih rendah. 5)

Bahkan menurut Rosenthal Kelly, 2003 umumnya perawat masih enggan mengaplikasikan perlengkapan elektronik dalam praktek klinik keperawatan. Sudah selayaknya institusi pendidikan keperawatan sebaiknya memberikan penekanan penting dalam kurikulumnya, untuk mulai mengaplikasikan "touch" over "tech" (sentuhan tehnologi dalam bidang keperawatan). Sehingga saat si perawat tersebut telah lulus, mereka dapat mengintegrasikan tehnologi dalam asuhan keperawatan.

Masih menurutnya, di tahun 2001 hanya terdapat 25.000 (1%) dari RN (Registered nurses) di Amerika Serikat yang telah menggunakan PDA. Jika dibandingkan dengan jumlah dokter yang menggunakan PDA saja, disana jumlahnya mencapai 18% di tahun 2002 dan diproyeksikan mencapai 33% di tahun 2007. 6 )

Namun perawat diakui memiliki ketrampilan dalam memanage informasi, mengumpulkan dan mengorganisasikan data pasien (Hebert, 2003). PDA dapat membantu perawat memanage informasi yang ada , dengan tentu saja membutuhkan beberapa adaptasi tehnologi. Untuk itu perawat diharapkan mengetahui adanya PDA, melihat penggunaan PDA secara langsung, dan memahami cara kerjanya. Karena sifat PDA ringan dan portable, maka perawat dapat menggunakannya langsung di tangan saat bekerja, tanpa harus selalu berada di konter keperawatan (nurses station).

Pengalaman di Kuwait dan mungkin di Indonesia pun telah ada rumah sakit yang menggunakan SIK (Sistem Informasi Kesehatan), yang terintegrasi dengan data kesehatan pasien. Di beberapa rumah sakit besar di Kuwait sistem SIK ini telah digunakan sejak 2 tahun silam, dengan mengaplikasi program dbase dengan menggunakan KgE32 sistem. Sistem ini dapat diakses dengan PDA, sehingga semua data base pasien : biodata, tanda vital/vital signs, lab, obat, diet dsb - dapat dengan mudah diakses oleh tenaga kesehatan.

Semula memang terasa menyulitkan dan membutuhkan waktu lebih lama saat menerapkan program tersebut. Namun setelah terbiasa terasa sangat membantu perawat sehingga mengurangi administrasi kertas kerja dalam asuhan keperawatan. Seperti contohnya, perawat tidak perlu lagi mengisi format tanda vital/vital signs pasien (dengan pulpen warna biru, merah, hitam, hijau dsb), cukup dengan langsung entry ke komputer. Sehingga yang semula ada sekitar 6 lembar kertas kerja yang perlu diisikan, sekarang cukup 1 saja yaitu nurses notes (catatan keperawatan).

Dengan adanya komputer dan PDA di tempat kerja perawat, dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi kesalahan serta kelalaian/negligence, meningkatkan mutu perawatan kepada pasien, dan meningkatkan juga kepuasan kerja perawat.

Apa Itu PDA (Personal Digital Assistants)

1. Dari Wikipedia : Sebuah alat komputer genggam portable, dan dapat dipegang tangan yang didesain sebagai organizer individu, namun terus berkembang sepanjang masa. PDA memiliki fungsi antara lain sebagai kalkulator, jam, kalender, games, internet akses, mengirim dan menerima email, radio, merekam gambar/video, membuat catatan, sebagai address book, dan juga spreadsheet. PDA terbaru bahkan memiliki tampilan layar berwarna dan kemampuan audio, dapat berfungsi sebagai telepon bergerak, HP/ponsel, browser internet dan media players. Saat ini banyak PDA dapat langsung mengakses internet, intranet dan ekstranet melalui Wi-Fi, atau WWAN (Wireless Wide-Area Networks). Dan terutama PDA memiliki kelebihan hanya menggunakan sentuhan layar dengan pulpen/ touch screen.7)

2. Dari Webopedia.com : PDA ada yang menyebutnya palmtops, hand-held computers/komputer genggam, atau pocket computer/komputer saku. Merupakan alat yang mampu dipegang tangan yang mengkombinasikan fungsi komputer, telepon, fax, internet dan networking system. Umumnya PDA memiliki fungsi sebagai ponsel, pengirim fax, web browser, dan personal organizer. Tidak seperti laptop, sebagian besar PDA menggunakan sentuhan pulpen/touch screen. Ini berarti bahwa PDA memiliki kemampuan mengenal tulisan tangan, dan beberapa PDA bahkan memiliki kemampuan mengidentiikasi input suara. PDA saat ini telah pula memiliki kemampuan stylus atau keyboard. 8)

3. PDA (Personal data assistants) adalah komputer genggam yang mampu mensinkronisasikan informasi antara alat ini dengan PC/desktop komputer. Sebagian besar berbasis sentuhan pulpen dengan identifikasi tulisan tangan sebagai data entry-nya. Seperti sebagian besar alat bertehnologi mutahir, maka PDA semakin berkembang pesat - namun tetap saja berbasis aplikasi catatan harian, buku alamat, daftar kerja, memo dan kalkulator. 9)

Macam dan Jenis PDA

Perusahaan Apple Computer-lah yang pertama kali mengenalkan PDA model Newton MessagePad di tahun1993. Setelah itu kemudian muncul beragam perusahaan yang menawarkan produk serupa seperti yang terpopuler adalah PalmOne (Palm) yang mengeluarkan seri Palm Pilots from Palm, Inc dan Microsoft Pocket PC (Microsoft). Palm menggunakan Palm Operating System (OS) dan melibatkan beberapa perusahaan seperti Handspring, Sony, and TRG dalam produksinya . Microsoft Pocket PC lebih banyak menggunakan MS produk, yang banyak diproduksi oleh Compaq/Hewlett-Packard and Casio. 9) Bahkan saat ini juga telah muncul Linux PDA, dan smart phone. Coba klik : http://www.mobiletechreview.com/


Apa Saja Fungsi Bantuan PDA untuk kita sebagai Perawat

  1. Perawat dapat mengakses secara cepat informasi tentang obat, penyakit, dan perhitungan kalkulasi obat atau perhitungan cairan IV fluid/infus.
  2. Perawat dapat menyimpan data pasien, membuat grafik/table, mengefisiensikan data dan menyebarluaskannya.
  3. Perawat dapat mengorganisasikan data, mendokumentasikan intervensi keperawatan dan membuat rencana asuhan keperawatan
  4. PDA dapat menyimpan daftar nama, email, alamat website, dan diary/agenda harian. Ditambah dengan kemampuan dokumentasi naskah menggunakan MS word dan power point. Alat ini juga dilengkapi dengan games, penyimpanan e-book, musik dan photo/gambar, serta video yang terkait dengan bidang kesehatan dan keperawatan
  5. PDA sangat berguna untuk program pembelajaran keperawatan. Seperti telah dilakukan di Duke University School of Nursing and Arizona Health Sciences dan Robert Morris University School of Nursing (2004) di Amerika Serikat, Penggunaan PDA diwajibkan kepada dosen dan mahasiswa keperawatan dalam rangka pembelajaran mata kuliah keperawatan.
  6. Meningkatkan keterlibatan dan hubungan pasien-perawat. Apabila pasien dan perawat memiliki PDA, aplikasi komunikasi keperawatan tingkat mutahir dapat diterapkan, yang tidak lagi menonjolkan peran tatap muka hubungan interaksi perawat-pasien (telenursing).
  7. PDA dapat menunjang pengumpulan data base pasien dan RS, yang berguna untuk kepentingan riset dalam bidang keperawatan
Beberapa Link Bermanfaat Untuk Perawat Dalam Aplikasi PDA :
1. Nursing Informatics Competencies Self Assessment - Nursing Informatics.com:
2. Webopedia: Online Dictionary for Computer and Internet Terms:

Download program yang gratis untuk PDA
ePocrates Drug Database (Untuk Obat).
Blood Pressure Manager (Memahami Tekanan Darah Pasien)
Medical Calculator (Untuk Perhitungan Dosis Obat)
Shots 2004 (Panduan Imunisasi Anak dan Bayi)

Download program PDA yang mesti membayar
HHM Nursing Care Plans 1.0 (Aplikasi NCP-Asuhan Keperawatan Untuk PDA)
DrugGuide (Davis's DrugGuide for Nurses) powered by Skyscape (Panduan Untuk Obat)
AACN Cardiac Medications Pocket Reference 2.0 (PDA program Untuk Obat Jantung)
Download Program PDA "Fun"
BugMe! (Untuk Catatan dan agenda harian)
Diet and Exercise Assistant (PDA untuk Diet, kalori dan gizi)
CollectiveMed.com Adalah website yang sering digunakan untuk menjadi panduan para tenaga kesehatan di Amerika
PDA cortex: The Journal of Mobile Informatics Website untuk PDA Keperawatan
PDA Buyer's Guide Reviews Website untuk Panduan membeli PDA
Brighthand Website untuk membandingkan harga-harga PDA

Dasar-Dasar Penggunaan PDA

Langkah awal menggunakan PDA sama seperti saat kita pertama mempelajari komputer/internet. Disini dibutuhkan sifat keingintahuan, kemauan dan belajar dari kesalahan adalah kuncinya. Tentu saja akan lebih baik jika kita juga bisa memilikinya.

Sebagian besar perawat secara umum masih "gaptek" tehnologi, termasuk PDA. Kita bisa memulai bergabung dengan grup penggermar PDA dan masuk dalam kelompok/komunitas, atau dapat pula belajar dari para dokter, membuka website tutorial/panduan PDA, mempelajari dari buku dan dari perawat lain yang telah terbiasa menggunakan PDA. Mulailah mencoba dari hal yang sederhana seperti agenda harian, organizer, mengambil/upload gambar, games, musik, dsb.

Thomson of Jim’s Palm Pages (2003) memberikan arahan dasar aplikasi PDA :
  1. Bukalan item box PDA dan lihat isian komponennya, kemudian kita membaca manual/petunjuk (dalam CD). Setelah itu hubungkan PDA dengan PC/laptop, kemudian hubungkan kabel data dengan port USB di komputer, dan masukkan dalam soketnya. Kemudian biarkan sementara waktu men-charger PDA anda
  2. Ikuti petunjuk untuk menginstal software ke PC/dekstop/laptop dan lakukan hotsync (pertukaran data di PC dengan PDA , dan ini dilakukan dengan menekan tombol cradle saat PC menyala)
  3. Gunakan PDA dengan : menyalakan tombol (on/off), sesuaikan kontras tampilan layar. Lakukan sentuhan setiap icon, sambil melatih cara menulis dan simpan dalam buku harian.
  4. Bawa selalu dan gunakan PDA anda, dan mulai dari yang bersifat fun/menyenangkan dan simple/sederhana
  5. Setelah terbiasa melakukan hotsync, dan coba browse assesoris seperti tampilan tambahan, akses internet, email dsb.
Beberapa link support untuk PDA
Jim's Palm Pages
palmOne – Support
http://www.komputeraktif.com/
http://www.trendigital.com/
http://www.ilmukomputer.com/

Perawat dan Tehnologi

Pada akhirnya perawat diharapkan tetap mampu menggunakan dan menseleksi program aplikasi yang berguna dalam ruang maya. Menurut Lantz (2004) ada beberapa kriteria pemilihan program yang sebaiknya digunakan meliputi : tujuan, kemampuan audiensi program, authority (pertanggung jawaban), akurasi, objektifitas, ketepatan dan kemudahan aplikasi. Sementara menurut The Health Summit Group (1999) ada beberapa kriteria yang perlu dipertimbangkan yaitu : kredibilitas, isi, disclosure, link, desain, interaktif dan panduan. Sedangkan menurut Cader, Campbell dan Watson (2003) ada beberapa informasi yang perlu disaring atau diseleksi perawat melalui internet adalah : sumber pustaka, latar belakang penulis, bukti hasil riset, hubungan dengan praktek klinisi, sumber informasi dan link

Pemanfaatan PDA dan tehnologi pada akhirnya berpulang kepada perawat itu sendiri. Namun sudah semestinya diharapkan keterlibatan institusi rumah sakit atau pendidikan keperawatan, agar mampu merangsang pemanfaatan tehnologi informasi/nursing computer secara luas di negara kita. Di Indonesia seyogyanya akan lebih baik jika dosen/CI (clinical instructor) dari institusi pendidikan AKPER/STIKES/FIK mulai mengenal pemanfaatan PDA, dalam interaksi belajar mengajar. Misalnya saja saat pre/post conference pembahasan kasus praktek mahasiswa di RS apabila terdapat obat/tindakan keperawatan yang rumit, maka dosen dan mahasiswa dapat langsung akses browser internet.

Demikian pula halnya di level manajer keperawatan setingkat Kepala bidang Keperawatan/supervisor keperawatan di RS pun demikian. PDA sebagai organizer, dan smart phone dapat membantu bidang pekerjaan perawat dalam peran sebagai manajer. Setiap kegiatan rapat, pengambilan keputusan, penggunaan analisa data dan teori keperawatan dapat diakses segera melalui PDA.

Setiap data yang ada di RS dapat pula bermanfaat untuk bahan analisa riset keperawatan, masukkan untuk perumusan kebijakan/policy dan penunjang sistem TI (tehnologi informasi) di RS. Sehingga bukan tidak mungkin akan tercipta nursing network (jaringan keperawatan online) yang dapat memberikan pertukaran informasi data dan program kesehatan secara online tanpa mengenal batas geografis.

Akan ada saatnya dimana keperawatan, perawat, klien, asuhan keperawatan akan bersinggungan dan berjalan seiringan dengan perkembangan percepatan tehnologi. Sentuhan asuhan keperawatan dimasa mendatang bukan tidak mungkin, akan semakin banyak berkembang pesat. Aplikasi telemetry (alat monitor jantung pasien) di ruang rawat semisal medikal pada pasien jantung koroner/MI, yang dimonitor melalui CCU untuk melihat irama dan patologi, sistem data base pasien, dan bahkan di Singapura telah dikembangkan alat pengukuran suhu pasien dengan dimonitor melalui komputer - menjadi terobosan baru yang perawat perlu ketahui. Hingga ada saatnya pula tehnologi informatika dapat membantu mengurangi beban kerja perawat, dan meningkatkan akurasi hasil asuhan keperawatan yang diberikan di Indonesia.

Daftar Pustaka

1).http://www.komputeraktif.com/%5Cnetaktif.asp?judul=NET%20AKTIF&tahun=2003&edisi=49
2)http://fuadanis.blogspot.com/2005/09/peran-teknologi-informasi-untuk.html
3).http://www.palcomtech.com/news.asp?id=320
4)http://download.mobiletren.com/index.php?mod=article_read&id=307
5)http://www.eaa-knowledge.com/ojni/ni/8_3/davenport.htm
6)http://www.findarticles.com/p/articles/mi_qa3619/is_200307/ai_n9264590
7)http://en.wikipedia.org/wiki/Personal_digital_assistant
8)http://www.webopedia.com/TERM/P/PDA.html
9)http://www.nursing.ubc.ca/Current_Students/Learning_Resources/PDAs/index.htm
10)http://www.findarticles.com/p/articles/mi_qa3619/is_200307/ai_n9264590

Monday, September 04, 2006

MEMAHAMI NURSING BLOG (BLOG KEPERAWATAN)



Memahami Nursing Blog (Blog Keperawatan) ;
Langkah Awal Menuju Pengembangan Telenursing (tele keperawatan)
Berbasis Informatika Kesehatan di Indonesia


Nursing Blog Knowledge ; First Steps Toward Telenursing Development, base on Informatics Health in Indonesia





Visi : Menginternetkan Perawat Dan Merawat Internet
Misi : "Telenursing for All Indonesian Nurses Around The World's"


Siapa bilang teknologi kesehatan itu mahal ?

Alkisah seorang dokter Vietnam (tapi ini benar-benar terjadi) berhasil mengakali Endoskopi yang nilainya 30.000 U$ dollar menjadi bernilai sekitar 1.000 U$ dollar saja. Biaya yang paling mahal dari endoskop buatan tangan ini adalah karena skope/kamera yang berharga 800 U$ dollar. Sedangkan adaptornya hanya sekitar 30 U$ dollar. Menurut dr Nguyen Phouc Huy, alat yang dibuat menggunakan komputer Pentium IV dan sistem operasi windows tersebut bisa dibuat dalam waktu hanya seminggu saja. Sedangkan penelitian untuk membuat alat ini sekitar 2 tahun.
1).blog erik tapan - akal akses tehnologi

Apakah akses internet di Indonesia memang mahal ?

Sekarang tanyakan kepada para blogger (istilah yang pas untuk penggemar blog) yang selanjutnya lebih difokuskan kearah nursing blogger (perawat yang gemar membuat blog), jawabnya mungkin "murah" sekali - terlebih untuk perawat Indonesia yang saat ini bermukim di luar negeri. Memang biaya internet di indonesia masih terbilang mahal dengan katakanlah tarif warnet di Indonesia Rp. 5.000,-/jam, namun jika dibandingkan semisal di Kuwait yang tarif di Internet Cafe Rp. 20.000,-/jam; kan - tetap masih terbilang "murah" juga ?. Tarif internet di Indonesia memang lebih "mahal" 7 kali dari tarif internet dunia , tapi tenang ada berita terbaru bahwa Pemerintah akan menggelar tender serat optik internasional dalam waktu dekat ini. Menkominfo Sofyan Djalil menjanjikan, tarif internet Indonesia bakal semurah Singapura.

"Tender fibre optic untuk internasional akan segera di gelar. Kalau terealisasi, pertengahan tahun depan (2007) Indonesia akan semurah Singapura internetnya," ujar Sofyan di sela-sela acara peluncuran Kuliah Jarak Jauh (Distance Learning) antara Bakrie Telecom, ITB serta Qualcomm di Kampus ITB - Bandung, Jumat (25/8/2006)
2). detik.com berita

Kenapa bisa mahal ???

Tingginya harga sambungan internet di Indonesia dipicu oleh banyaknya penyelenggara jasa internet yang memilih mengambil sambungan ke penyedia asing daripada penyedia domestik seperti Telkom dan Indosat. Bandwidth yang merupakan komponen utama dalam penyediaan akses internet kepada pelanggan atau warung internet masih didominasi oleh provider asing. Terungkap bahwa tingginya harga bandwidth dalam negeri karena adanya komponen tarif tambahan yang harus disediakan operator satelit nasional seperti biaya hak penggunaan (BHP) frekuensi, PPN, dan pajak penghasilan (PPh). Komponen tarif itu bisa mencapai 30% dari seluruh harga yang diberikan operator satelit kepada pengelola internet di Indonesia. Satelit asing yang masuk ke Indonesia tidak perlu menyediakan komponen-komponen biaya tersebut, sehingga harga jualnya menjadi lebih murah. 3) http://www.apjii.or.id/news/index.php

Tidak seperti di mancanegara, akses internet di Indonesia mempunyai perbedaan signifikan dalam hal infrastruktur. Jika di luar negeri orang berlangganan akses internet ke sebuah ISP (Internet Service Provider) maka konsepnya hanya satu yaitu mengakses jaringan global. Lain halnya di Indonesia dengan keterbatasan infrastruktur kontent dalam negeri seolah-olah terpisah dari kontent global. Semua ini terjadi karena kurangnya infrastruktur yang terpadu di tingkat nasional atau antar wilayah. Indonesia Upaya ini untuk menyatukan trafik antar ISP di Indonesia sehingga tidak perlu transit ke luar negeri, di mana setiap ISP mempunyai link internet masing-masing (ada yang ke Singapura, Hongkong, Jepang, Hawai’i, dan bahkan Eropa).

Jika kondisi saat ini terus berlangsung, akses internet menjadi senjang bagi ISP-ISP di luar kota Jakarta. Saat ini ISP tersambung tanpa biaya bandwidth, biaya yang keluar hanyalah biaya link fisik (Fiber Optik, Wireless ataupun Leased Line) yang berbeda-beda, cukup murah bagi ISP yang berlokasi di Jakarta, tapi sangat mahal bagi ISP di luar Jakarta. Apalagi di luar Jawa yang biaya link fisiknya saja jauh lebih mahal daripada link internasional termasuk kapasitas bandwidth langsung melalui satelit ke luar negeri. 4) http://yulian.firdaus.or.id/2005/07/15/iix/

Apakah kita sebagai perawat, kita mesti "gaptek" (gagap tehnologi) atau malah tertantang untuk menjelajahi tehnologi ?

Hampir sepertiga orang dewasa di Uni Eropa tidak paham dasar-dasar menggunakan komputer atau bisa dibilang gagap teknologi ("gaptek") komputer. Misalnya saja, mereka masih bingung ketika menggunakan mouse untuk membuka aplikasi komputer atau menggunakan internet.5) Dengan kata lain bahwa apabila saat ini kita sebagai perawat belum memahami tentang aplikasi internet dalam tehnologi informatika kesehatan adalah hal wajar. Hanya saja, kuncinya tinggal kita mau belajar untuk mengenal internet lebih jauh agar perkembangan telenursing di Indonesia dapat segera berkembang seiring perkembangan sistem informatika kesehatan.5).http://www.detikinet.com/index.php/
Internet di Indonesia berawal pada awal tahun 1990-an, saat itu jaringan internet di Indonesia lebih dikenal sebagai paguyuban network, dimana semangat kerjasama, kekeluargaan & gotong royong sangat hangat dan terasa diantara para pelakunya. Agak berbeda dengan suasana Internet Indonesia pada perkembangannya yang terasa lebih komersial dan individual di sebagian aktifitasnya terutama yang melibatkan perdagangan Internet. Sejak 1988, ada pengguna awal Internet di Indonesia yang memanfaatkan CIX (Inggris) dan Compuserve (AS) untuk mengakses internet.
6)http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Internet_Indonesia#Awal_Internet_Indonesia

Saat ini perkembangan internet semakin gencar di Indonesia Data terakhir APJII menunjukkan jumlah pengguna internet di Indonesia secara keseluruhan berjumlah 20 juta orang sementara yang menjadi pelanggan adalah sejumlah enam juta orang. Sementara Nilai bisnis penyelenggara jasa internet (PJI) tahun ini diproyeksikan mencapai Rp. 200 miliar, belum termasuk operator telekomunikasi yang juga menjalankan bisnis jasa internet. Asosiasi Warnet Indonesia (AWARI) memperkirakan jumlah warnet di Indonesia akan tumbuh dari 1.800 unit pada akhir 2005 menjadi sekitar 2.500 unit pada akhir 2006. Jumlah warnet saat ini masih jauh di bawah target yang tahun lalu ditetapkan AWARI sebesar 2.400 unit. Menurut assosiasi tersebut, pendapatan rata-rata warnet sekitar Rp. 10 juta perbulan, sehingga nilai bisnis layanan akses internet milik perusahaan kecil ini diperkirakan mencapai Rp. 300 miliar dalam satu tahun.
7) http://www.apjii.or.id

Berdasarkan penelusuran dengan mesin pencari (search engine) Yahoo dan Google, setidaknya terdapat 29 situs web berbahasa Indonesia yang menyediakan ruang konsultasi kesehatan. Situs dibangun oleh beragam kalangan, seperti rumah sakit, perusahaan farmasi, organisasi profesi kedokteran, organisasi kemasyarakatan, LSM, partai politik, bahkan perorangan. Dibandingkan dengan media lain, seperti media cetak, televisi atau radio, pengguna internet sebenarnya lebih diuntungkan. Di jagat maya, hampir seluruh spesialisasi kedokteran bisa ditemukan ruang konsultasinya. Mungkin bisa menandingi rumah sakit pusat, mulai dari kedokteran umum, seksologi, urologi, kedokteran anak, mata, gigi, sampai bedah tulang.

Tengok saja dua situs "besar" Indonesia, detikHealth-Detik.com dan Kompas Cyber Media (KCM), yang seakan bisa mengatasi semua masalah kesehatan Anda. Setidaknya, bila digabungkan, keduanya mengaku siap melayani 28 jenis keluhan dengan melibatkan tak kurang dari 35 dokter-8. Tentang website keperawatan sendiri masih merupakan sebuah tantangan, untuk paling tidak meningkatkan minat perawat dalam mengembangkan sistem informatika kesehatan.

Dilain pihak, semenjak diterapkannya kebijakan desentralisasi kesehatan, berbagai kalangan menilai bahwa Sistem Informasi Kesehatan (SIK) di Indonesia semakin lemah (kalau tidak bisa dikatakan kolaps). Departemen kesehatan selalu mengeluh bahwa input data dari propinsi, apalagi kabupaten, sangat berkurang. Di sisi yang lain, beberapa daerah mengatakan bahwa penerapan sistem informasi kesehatan semenjak era desentralisasi memberi dampak yang lebih baik baik. Hal ini ditunjukkan dengan semakin tingginya motivasi dinas kesehatan untuk mengembangkan SIK, semakin banyak puskesmas yang memiliki komputer, tersedianya jaringan LAN di dinas kesehatan maupun investasi teknologi informasi lainnya. 9) blog fuad anis

Bagaimana perkembangan website dan blog keperawatan ?

Situs website interaktif tentang keperawatan masih sangat sedikit sekali di Indonesia. Itupun portal situs terbesar tersumbang oleh website PPNI di www.inna-ppni.or.id (statistik pengunjung per tanggal 27/8/09 visitor sebanyak 108.943 page views dan cenderung meningkat di bulan Mei, Juni, Juli dan Agustus 2006 ) sejak September 2005. Dengan register user/daftar anggota 233 orang. Sedangkan website keperawatan di luar negeri sebagai contoh bandingkan saja dengan website http://pna-ph.org milik Philipines Nursing Association, maka tampilan dan hits dari website sebenarnya PPNI tidak kalah menarik. Namun sisi maksimal penggunaan iklan dan access dari PNA lebih detail digarap.

Namun jangan berkecil hati, bahwa cikal bakal website keperawatan di Indonesia mungkin akan semakin berkembang justru melalui nursing blog/blog keperawatan. Trend perkembangan wesbite keperawatan melalui blog/weblog ini lebih banyak dimulai melalui banyaknya perawat indonesia yang bekerja di luar negeri saat ini, yang rajin online internet ("dan kebetulan sebagian besar baru bisa internet setelah di luar negeri"). Hal ini berbeda kontras sekali dengan blog kedokteran/blog yang dibuat oleh dokter indonesia, yang semua berasal dari dokter yang tinggal di Indonesia.

Sebagai contoh blog keperawatan Indonesia dari berbagai negara :
1. Kuwait :
http://www.siswanto.co.nr (dengan 9 blog link keperawatan)
www.bangwiseno.blogspot.com
www.abuhukma.blogspot.com (dengan 2 blog link keperawatan)
www.hadi-creativity.blogspot.com (dengan 2 blog link keperawatan)
Diabetes nursing information
Mahfud corner room
Khomsah room
www.syaifulloh.blogspot.com
All about Hemodialisa
Nurse Health
My Freewebs.com
http://www.freewebs.com/fajarkemala
www.perawat.net portal latihan perawat (maaf salah denk: ralat ,,, buatan perawat saudi )
2. Belanda : http://www.agusw.com - Dian Syahroni room
3. Arab Saudi : alumni akper sumedang di Saudi
4. Australia : http://anamku.piczo.com
5. Amerika Serikat : Indonesiannurse room
6. Inggris : www.angel fire.com/R.Priharjo
7. Indonesia : Artikel Bondan Palestin

Sebagai komparasi beberapa blog dokter/tenaga kesehatan Indonesia (kebetulan semua rata-rata bermukim di Indonesia) , seperti :
www.eriktapan.blogspot.com (dokter interest Informatika Kesehatan)
http://danartsign.blogspot.com (dokter interest Informatika Kesehatan)
http://as3pram.blogspot.com (PTT dokter)
http://retnoningrum.blogspot.com (microbiologist)
Dokter bedah room (Bedah)
Dokter Biotek Room (dokter biotek, Bisnis Kesehatan)
http://arifindj.blogspot.com
dokter seksologi konsultasi room
dr.edwin juanda(dermatologist)
Dosen IKM UGM – interest in Informatika Kesehatan-info
MKM – di London

Dan semua blog tersebut diperoleh dengan "gratisan". Namun ada 2 analisa menarik; pertama bahwa blog keperawatan rata-rata ditulis oleh perawat yang kebetulan bermukim di luar negeri; dan yang kedua dibuat/ditulis oleh perawat yang sebagian besar staf keperawatan – maksudnya bukan ahli di bidang keperawatan tertentu atau berlatar belakang pendidikan Master in Nursing (hanya dua menurut saya Robert Prihardjo dan Bondan Palestin). Sedangkan blog yang dibuat dokter Indonesia rata-rata tinggal di Indonesia sehingga bisa 'dalam dunia real' serta memang ahli di bidangnya, dan rata-rata berlatar belakang spesialis/master.
("Mohon maaf kalau analisa pribadi saya salah")

Mengenal Apa Itu Blog ???

Ada 2 nama besar di Indonesia yang memperkenalkan blog kepada komunitas blogger di Indonesia (Yang mungkin asing buat kita sebagai perawat, tapi tidak untuk para nursing blogger) :
1. Enda Nasution, seorang mahasiswa IT dan manajemen advertise lulusan Thailland (26 September 2001, posted pertamanya), yang pertama mengenalkan/mempopulerkan blog di Indonesia http://enda.goblogmedia.com
2. Priyadi Iman Nurcahyo, seorang IT di depok (September 2004, posted pertamanya) www.priyadi.net

Berikut ini penjelasan singkat tentang Blog :
1. http://enda.goblogmedia.com/ Blog adalah kependekan dari Weblog, istilah yang pertama kali digunakan oleh Jorn Barger pada bulan Desember 1997. Jorn Barger menggunakan istilah Weblog untuk menyebut "kelompok website pribadi yang selalu diupdate secara kontinyu dan berisi link-link ke website lain yang mereka anggap menarik disertai dengan komentar-komentar mereka sendiri".

Blog kemudian berkembang mencari bentuk sesuai dengan kemauan para pembuatnya atau para Blogger. Blog yang pada mulanya merupakan “catatan perjalanan” seseorang di Internet, yaitu link ke website yang dikunjungi dan dianggap menarik, kemudian menjadi jauh lebih menarik daripada sebuah daftar link. Hal ini disebabkan karena para Blogger biasanya juga tidak lupa menyematkan komentar-komentar “cerdas” mereka, pendapat-pendapat pribadi dan bahkan mengekspresikan sarkasme mereka pada link yang mereka buat. 10)

2. http://id.wikipedia.org/wiki/Blog Sebuah Weblog, Web log atau singkatnya Blog, adalah "sebuah aplikasi web yang memuat secara periodik tulisan-tulisan (posting) pada sebuah webpage umum". Posting-posting tersebut seringkali dimuat dalam urutan posting secara terbalik, meskipun tidak selamanya demikian. Situs web semacam itu biasanya dapat diakses oleh semua pengguna internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut. Media Blog pertama kali di populerkan oleh Blogger.com, yang dimiliki oleh PyraLab sebelum akhirnya PyraLab diakuisi oleh Google.Com pada akhir tahun 2002 yang lalu. Semenjak itu, banyak terdapat aplikasi-aplikasi yang bersifat Open Source yang di peruntukan kepada perkembangan para Blogger tersebut.

Blog mempunyai fungsi yang sangat beragam, dari sebuah catatan harian sampai dengan media publikasi dalam sebuah kampanye politik, program-program media dan korporasi. Sebagian blog dipelihara oleh seorang penulis tunggal, sementara sebagian lainnya oleh beberapa penulis. Banyak juga weblog yang memiliki fasilitas interaksi dengan para pengunjungnya, yang dapat memperkenankan para pengunjungnya untuk meninggalkan komentar atas isi dari tulisan yang dipublikasikan, namun demikian ada juga yang yang sebaliknya atau yang bersifat non-interaktif. Situs-situs web yang saling berkaitan berkat weblog, atau secara total merupakan kumpulan weblog sering disebut sebagai blogosphere. Karena semakin banyaknya pengguna fasilitas blog dan seringnya para pengguna blog yang sering berkunjung ke blog lain, maka lazim dibentuk sebuah organisasi atau komunitas kumpulan blogger. 11) http://id.wikipedia.org/wiki/Blog

Hampir semua perangkat lunak dan layanan blog saat ini memiliki fasilitas ping. Jika pemilik blog membuat tulisan baru, perangkat lunak blog akan secara otomatis memberi tahu berbagai macam layanan di Internet bahwa ada tulisan baru di blog tersebut. Akibat dari mekanisme ini, mesin-mesin pencari khusus blog seperti Technorati sudah dapat memuat tulisan tersebut hanya beberapa menit setelah tulisan dimuat
12)http://priyadi.net/archives/2006/08/09/mengamati-blog-dan-topik-tertentu/#more-676

Banyaknya peminat membuat blog hampir tiap hari ada anggota baru bermunculan yang mana isi blognyapun bervariasi, dari mulai seputar hobby, sekedar catatan harian (diary Book) sampai tingkat professional. Membanjirnya pengemar blog ini dikarenakan bahwa blog sangat cocok bagi orang-orang yang ingin berkreatifitas dengan ide-idenya, baik sekedar menyimpan catatan pribadi, tukar pengalaman, atau bahkan ingin menyampaikan sesuatu lewat tulisan-tulisannya, atau bahkan digunakan sebagai wahana advertising (memasang iklan). 13) http://www.hadi-creativity.blogspot.com/

Setiap blogger bebas mengisi blognya dengan apa saja. Ya, benar. Ini memang rumus paling dasar dalam aktivitas blogging. Namun materi apapun yang dimasukkan pada sebuah blog, hampir dapat dipastikan bahwa formatnya sama: TULISAN*). Karena itulah, setiap blogger - siapapun dia - sejatinya adalah seorang penulis. Minimal, dia hobi menulis. Karena itulah, seorang manusia yang telah memutuskan untuk menjadi penulis secara serius, seharusnya menjadi orang yang paling rajin nge-blog (tapi ini tentu tidak berlaku bagi penulis yang belum mengenal internet, atau punya berbagai kendala sehingga tak ada kesempatan untuk bergaul dengan dunia maya).
14 ) www.jonru.web.id

Bagaimana Cara Membuat Blog ?

1. Mesti membuat tulisan (bisa diary, cerita, artikel ilmiah bahkan jurnal sekalipun). Hanya saja akan lebih baik apabila kita mengkaitkannya dengan keperawatan agar telenursing dapat berkembang.
2. Mesti rajin "ol" (online) entah dari kantor, rumah atau warnet.
3. Mesti sedikit bisa mempelajari html (hypertext markup language) bahasa dasar website/blog, bisa dipelajari dasar-dasarnya dengan gratis di contohnya :
www.tutorial.or.id
rahim info html
enda nasution info html
4. Setelah blog jadi dan lengkap , ada baiknya kita masuk ke komunitas blog.

Bagaimana Langkah-langkah Membuat Blog ?

1. Siapkan posting/tulisan anda : bisa memulai dengan MS Word
2. Masuk ke www.blogger.com ; www.multiplay.com ; simpan data di tripod.com ; www.freewebs.com - Blogit juga bisa atau yang senang lebih ilmiah bisa menulis di jurnal dalam www.livejournal.com
3. Isi kan secara lengkap account yang diminta (gratisan semua)
4. Sebagai contoh di blogger.com maka ada 3 langkah :
a. Create Account (buat account)
b. Name Your Blog (nama blog)
c. Choose a template (pilih tampilan)
Diikuti saja satu-satu sebagai hasilnya setelah dipublish maka akan menjadi tampilan awal blog.
5. Kemudian masukkan tulisan melalui posting

Untuk lebih jelasnya lihat Enda Tutorial

Lantas Apa hubungan blog keperawatan dengan telenursing ?

Nursing Studio Mental health nurse
Nicu Nurse blog Telemed.org

Ini adalah beberapa contoh blog nursing di luar negeri yang mungkin saja dapat berkembang seperti website nursing yang lebih interaktif untuk penggunaan aplikasi telenursing. Keterbatasan blog sendiri lebih dikarenakan kapasitas memory dan program yang ada.

Saat ini setelah 15 tahun internet pertama diperkenalkan di Indonesia, perkembangan website dan blog begitu pesat, termasuk dalam bidang kesehatan. Bukan tidak mungkin dalam 5 – 10 tahun mendatang telenursing di Indonesia akan semakin berkembang pula, dengan banyaknya website di bidang keperawatan baik dalam bidang pendidikan keperawatan online, pelayanan asuhan keperawatan online, riset keperawatan online dan bahkan mungkin televisi atau radio khusus di bidang keperawatan online, semoga ....

Mungkin saja saat itu seorang dosen akan mengajar dengan "silahkan lihat website....." (minggu depan ujian- soal online mohon cheked lewat email anda masing-masing). Atau seorang perawat homecare hanya melihat lewat upload video online saat pasiennya sedang mengganti balutan di rumahnya sendiri. Atau bahkan mungkin saja ada RS cybernet, dan sebagainya dan sebagainya.

Dan semua itu dimulai dan diawali dengan blog – tampilan sederhana sebuah website interaktif.

Oleh : Nur Martono
Staf nurse Al Amiri Hospital Kuwait
nb : Dan mohon maaf kalau ada pencantuman nama/blog tanpa seijin pemiliknya, lebih karena bertujuan informasi semata.


Daftar Pustaka (All from Internet - is better and i respect to all writer bellow)

1)http://eriktapan.blogspot.com/2005/09/banyak-akal-untuk-mengakses-teknologi.html
2) http://www.detik.com/indexberita/indexfr.php
3) http://www.apjii.or.id/news/index.php
4) http://yulian.firdaus.or.id/2005/07/15/iix/
5).http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2006/
6)http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Internet_Indonesia#Awal_Internet_Indonesia
7) http://www.apjii.or.id/news/index.php?ID=2002052301505〈=ind
8) http://www.kompas.co.id/kesehatan/news/0311/28/143931.htm Tiada dokter situs pun jadi
9)http://fuadanis.blogspot.com/2005/09/sistem-informasi-dan-sumber-intelijen.html
10) http://enda.goblogmedia.com/
11) http://id.wikipedia.org/wiki/Blog
12)http://priyadi.net/archives/2006/08/09/mengamati-blog-dan-topik-tertentu/#more-676
13) http://www.hadi-creativity.blogspot.com/
14) http://www.jonru.web.id

Thursday, August 17, 2006

Video tentang HIV/AIDS

The Top Ten Myths About HIV/AIDS


HIV 101

Kalau mau tahu tentang HIV-AIDS klikk play yahhh - semoga berguna

Tuesday, July 04, 2006

"TELENURSING"


TELENURSING (PELAYANAN ASUHAN KEPERAWATAN JARAK JAUH)
ALTERNATIF ASUHAN KEPERAWATAN INDONESIA
MENJELANG INDONESIA SEHAT 2010


Telenursing (Distance Nursing Care Services) : Alternative of Nursing Care Beyond Indonesian Health 2010

Oleh : Nur Martono, SKp

Data UNDP tahun 2001 mencatat bahwa Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Indexs) Di Indonesia masih menempati urutan ke 102 dari 162 negara. Tingkat pendidikan, pendapatan serta kesehatan penduduk Indonesia belum memuaskan.

Peranan keberhasilan pembangunan kesehatan sangat menentukan tercapainya tujuan pembangunan nasional, karena dalam rangka menghadapi makin ketatnya persaingan pada era globalisasi,tenaga kesehatan yang sehat akan menunjang keberhasilan program pelayanan kesehatan dan juga akan mendorong peningkatan produktivitas dan pendapatan penduduk. 1)
Dimana Visi Indonesia Sehat 2010 yang telah dirumuskan oleh Dep.Kes (1999) menyatakan bahwa, gambaran masyarakat Indonesia dimasa depan yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan adalah masyarakat, bangsa dan negara yang ditandai oleh penduduknya hidup dalam lingkungan dan dengan perilaku yang sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya diseluruh wilayah Republik Indonesia.

Pengertian sehat meliputi kesehatan jasmani, rohani, serta sosial dan bukan hanya keadaan bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan. Masyarakat Indonesia yang dicita citakan adalah masyarakat Indonesia yang mempunyai kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk hidup sehat sehingga tercapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya, sebagai salah satu unsur dari pembangunan sumber daya manusia Indonesia seutuhnya.2)

Asuhan keperawatan yang merupakan bagian dari pelayanan kesehatan secara integral juga tetap harus mengarahkan visi tersebut dimana pelayanan keperawatan sudah semestinya diarahkan ke aspek preventif dan promotif. Perawat semakin dituntut untuk professional dan mengedepankan perkembangan tehnologi kesehatan, dimana pasien/klien yang membutuhkan asuhan keperawatan dapat berasal dari berbagai kalangan dan dalam “dunia maya” (cybernet), dimana semakin ditandai dengan tingginya pengguna internet di Indonesia, dan semakin banyaknya website di bidang kesehatan.

Hal ini ditandai dengan pertumbuhan lalu lintas internet di Indonesia hingga awal Juni tahun 2006 diperkirakan hanya sekitar 1,57 Gbps, naik 15,4% dibandingkan catatan akhir tahun lalu sebesar 1,3 Gbps. Seiring pula dengan pertumbuhan jumlah penggunanya dan penambahan kapasitas dari saluran internet TV kabel, diperkirakan lalu lintas internet hingga akhir tahun ini akan mendekati 2 GHz atau sekitar 1,9 GHz. Menurut anggota Dewan Penasihat APJII Heru Nugroho, pengguna internet di Indonesia diprediksi mencapai 30 juta orang akhir tahun ini, tumbuh 50% dibandingkan tahun lalu, dipicu oleh berbagai program pengenalan internet ke sekolah. Saat ini jumlah pengguna internet di Indonesia masih berkisar 18 juta sampai 20 juta orang saja dengan pertumbuhan dari tahun lalu sebesar 20%. Jika angka ini terus berlanjut maka diprediksikan di tahun 2010 ada 54 juta pengguna internet di Indonesia, sebuah angka yang fantastis, tidak terkecuali bagi pelayanan kesehatan . 3)

Seiring itu, semakin berkembang istilah telemedicine, telehealth dan telenursing dalam model pelayanan kesehatan yang berbasis informatika kesehatan/informatika kedokteran. Untuk selanjutnya tele nursing/tele keperawatan (pelayanan asuhan keperawatan jarak jauh) akan lebih dipaparkan dalam tulisan ini, dalam upaya meningkatkan peran perawat Indonesia menghadapi Indonesia Sehat 2010 melalui bidang informatika kesehatan.

Ada sebuah ilustrasi betapa telenursing menjadi sebuah pembelajaran yang menarik bagi perawat Indonesia, ada beberapa website Indonesia yang dapat diakses beberapa website/blogsite mencari istilah ini diantaranya :
  1. http://eriktapan.blogspot.comseorang dokter yang mempopulerkan telemedicine di Indonesia dengan motto : Mendokterkan internet dan menginternetkan dokter.
  2. http://www.siswanto.co.nr/ seorang perawat di Kuwait, teman saya yang bekerja di Kuwait dengan blogspotnya tentang dunia keperawatan, termasuk blogspot saya yangbanyak dibantu Siswanto di http://www.nurmartono.blogspot.com/
  3. http://health.groups.yahoo.com/group/indofirstaid/ Sebuah kumpulan anggota yangtertarik dalam bidang gawat darurat dengan 1200 lebih anggota.Dan lebih menarik lagi dimana beberapa mahasiswa keperawatan Indonesia didalam dan di luar negeri telah menambah warna telenursing di bidang keperawatan (menjadi issu penting dalam hal aspek legal), seperti contohnya :
  1. http://indonesiannurse.multiply.com/ seorang mahasiswa keperawatan Indonesia di Kentucky, USA,
  2. http://nusaindah.tripod.com/fikui.htm/ seorang mahasiswa FIK UI yang melink aktivitas mahasiswa FIK-UI dengan blog kesehatan nusaindah yang berisikan beragam informasi dunia kesehatan,
Dan mungkin ratusan website dan blogsite bidang kesehatan lainnya yang tidak dapat disebutkan satu persatu.




Apa itu telenursing??

Pelayanan asuhan keperawatan jarak jauh

Definisi :
a.Telenursing (pelayanan asuhan keperawatan jarak jauh) adalah penggunaan tehnologi komunikasi dalam keperawatan untuk memenuhi asuhan keperawatan kepada klien. Yang menggunakan saluran elektromagnetik (gelombang magnetik, radio dan optik) dalam menstransmisikan signal komunikasi suara, data dan video. Atau dapat pula di definisikan sebagai komunikasi jarak jauh, menggunakan transmisi elektrik dan optik, antar manusia dan atau komputer 4)

b.Telenursing (pelayanan asuhan keperawatan jarak jauh) adalah upaya penggunaan tehnologi informasi dalam memberikan pelayanan keperawatan dalam bagian pelayanan kesehatan dimana ada jarak secara fisik yang jauh antara perawat dan pasien, atau antara beberapa perawat. Sebagai bagian dari telehealth, dan beberapa bagian terkait dengan aplikasi bidang medis dan non-medis, seperti telediagnosis, telekonsultasi dan telemonitoring. 5)

c.Telenursing is defined as the practice of nursing over distance using telecommunications technology (National Council of State Boards of Nursing). 6)

d.Telenursing diartikan sebagai pemakaian telekomunikasi untuk memberikan informasi dan pelayanan keperawatan jarak-jauh. Aplikasinya saat ini, menggunakan teknologi satelit untuk menyiarkan konsultasi antara fasilitas-fasilitas kesehatan di dua negara dan memakai peralatan video conference (bagian integral dari telemedicine atau telehealth)7)

•Bagaimana aplikasi dan keuntungan telenursing

Telenursing saat ini semakin berkembang pesat di banyak negara, terkait dengan beberapa faktor seperti mahalnya biaya pelayanan kesehatan, banyak kasus penyakit kronik dan lansia, sulitnya mendapatkan pelayanan kesehatan di daerah terpencil, rural, dan daerah yang penyebaran pelayanan kesehatan belum merata. Dan keuntungannya, telenursing dapat menjadi jalan keluar kurangnya jumlah perawat (terutama di negara maju), mengurangi jarak tempuh, menghemat waktu tempuh menuju pelayanan kesehatan, mengurangi jumlah hari rawat dan jumlah pasien di RS, serta menghambat infeksi nosokomial. 5)

Sama seperti telemedicine yang saat ini berkembang sangat luas yang telah diaplikasikan di Amerika, Yunani, Israel, Jepang, Italia, Denmark , Belanda, Norwegia, Jordania dan India bahkan Malaysia. 7). Telenursing telah lama diaplikasikan di Amerika Serikat, Kanada, Australia dan Inggris. Di Amerika Serikat sendiri ANA (American Nurses Association) dalam dialog nasional telemedicine/telehealth Agustus 1999, telah menganjurkan pengembangan analisa komprehensif penggunaaan telehealth/telemedicine termasuk didalamnya telenursing.

Di Amerika Serikat 36% peningkatan kebutuhan perawat home care dalam 7 tahun mendatang, dapat ditanggulangi oleh telenursing. Sedangkan di Inggris sendiri 15% pasien yang dirawat di rumah (home care) dilaporkan memerlukan tehnologi telekomunikasi, dan sejumlah studi di Eropa memperlihatkan sejumlah besar pasien mendapatkan pelayanan telekomunikasi di rumah dengan telenursing 4). Pasien tirah baring, pasien dengan penyakit kronik seperti COPD/PPOM, DM, gagal jantung kongestif, cacat bawaan, penyakit degeneratif persyarafan (Parkinson, Alzheimer, Amyothropic lateral sclerosis) dll, yang dirawat di rumah dapat berkunjung dan dirawat secara rutin oleh perawat melalui videoconference, internet, videophone, dsb. Atau pasien post op yang memerlukan perawatan luka, ostomi, dan pasien keterbelakangan mental. Yang dalam keadaan normal seorang perawat home care hanya dapat berkunjung maksimal 5 – 7 pasien perhari, maka dengan menggunakan telenursing dapat ditingkatkan menjadi 12 – 16 pasien seharinya 5).

Telenursing dapat mengurangi biaya perawatan, mengurangi hari rawat di RS, peningkatan jumlah cakupan pelayanan keperawatan dalam jumlah yang lebih luas dan merata, dan meningkatkan mutu pelayanan perawatan di rumah (home care). Aplikasi telenursing di Denmark pada perawat yang bekerja di poliklinik (OPD – outpatient) yang mempertahankan kontak dengan pasien melalui telepon, maka jumlah kunjungan ke RS, dan hari rawat berkurang setengahnya. Di Islandia, dengan penduduk yang terpencar, pelayanan asuhan keperawatan berbasis telepon dapat mensuport ibu yang kelelahan dan stress merawat bayinya. Dan beberapa program telenursing dapat membantu mengurangi hipertensi pada ibu bersalin dengan eklamsia. Bahkan di Irlandia utara telenursing untuk perawatan luka diabetik telah menjadi alternatif pelayanan keperawatan untuk pasien penderita diabetik ulcer. 4)

Aplikasi telenursing juga dapat diterapkan dalam model hotline/call centre yang dikelola organisasi keperawatan, untuk melakukan triage pasien, dengan memberikan informasi dan konseling dalam mengatur kunjungan RS dan mengurangi kedatangan pasien di ruang gawat darurat. Telenursing juga dapat digunakan dalam aktifitas penyuluhan kesehatan, telekonsultasi keperawatan, pemeriksaan hasil lab dan uji diagnostik, dan membantu dokter dalam mengimplementasikan protokol penanganan medis.8)

Telenursing melalui telepon triage dan home care merupakan bentuk aplikasi yang berkembang pesat saat ini. Dalam perawatan pasien di rumah, maka perawat dapat memonitor tanda-tanda vital pasien seperti tekanan darah, gula darah, berat badan, peak flow pernapasan pasien melalui internet. Dengan melakukan video conference, pasien dapat berkonsultasi dalam perawatan luka, injeksi insulin dan penatalaksanaan sesak napas.

Pada akhirnya telenursing dapat meningkatkan partisipasi aktif pasien dan keluarga, terutama dalam manajemen pribadi penyakit kronik. Dapat memberikan pelayanan akurat, cepat dan dukungan online, perawatan yang berkelanjutan dan kontak antara perawat dan pasien yang tidak terbatas.

Menurut Britton, Keehner, Still & Walden 1999 ada beberapa keuntungan telenursing adalah yaitu :
  1. Efektif dan efisiensi dari sisi biaya kesehatan, pasien dan keluarga dapat mengurangi kunjungan ke pelayanan kesehatan (dokter praktek, ruang gawat darurat, RS dan nursing home)
  2. Dengan sumber daya minimal dapat meningkatkan cakupan dan jangkauan pelayanan keperawatan tanpa batas geografis
  3. Telenursing dapat mengurangi jumlah kunjungan dan masa hari rawat di RS
  4. Dapat meningkatkan pelayanan untuk pasien kronis, tanpa memerlukan biaya dan meningkatkan pemanfaatan tehnologi
  5. Dapat dimanfaatkan dalam bidang pendidikan keperawatan (model distance learning) dan perkembangan riset keperawatan berbasis informatika kesehatan. Telenursing dapat pula digunakan dalam pembelajaran di kampus, video conference, pembelajaran online dan multimedia distance learning. Ketrampilan klinik keperawatan dapat dipelajari dan dipraktekkan melalui model simulasi lewat secara interaktif.

Dalam model pendidikan di Indonesia telenursing telah dikembangkan Universitas Gajah Mada (UGM) lewat e-learning/model e-lisa yang terintegrasi di semua fakultas UGM. Seperti untuk perawatan luka bisa dilihat di e-lisa UGM studi dengan terlebih dahulu menjadi anggota. http://elisa.ugm.ac.id/comm_view.php?Kebutuhan_Dasar_Man. Atau juga model pembelajaran keperawatan yang dikembangkan fakultas keperawatan UPN Veteran Jakarta http://www.belajarkeperawatan.com/ , yang saat ini justru banyak berkembang di institusi pendidikan keperawatan swasta di Indonesia. Hal ini mungkin saja terintegrasi dengan fakultas kedokteran atau kesehatan di universitas yang bersangkutan seperti di PSIK UMY Jogjakarta. http://els.fk.umy.ac.id/

Selain itu telenursing dapat memberikan kesempatan kepada perawat yang berpengalaman klinik namun telah pensiun/ tidak lagi bekerja di pelayanan kesehatan, namun masih dapat memberikan asuhan keperawatan secara online. Hal ini juga menghindari kontak langsung, meminimalkan resiko infeksi nosokomial, memberikan privasi ruang dan waktu bagi pasien dan perawat. Dapat dibayangkan bagi penderita HIV/AIDS, atau pasien pengguna narkotika/obat terlarang /alkoholik akan lebih merasa terjaga privasinya dengan pelayanan telenursing ini .

Penggunaan tehnologi dalam telenursing juga dapat menjadi dasar database data keperawatan, yang terintegrasi dalam sistem informasi kesehatan/kedokteran. Dalam praktek sehari-hari penerapan Informatika Kedokteran bisa dilihat seperti:
1.Proses pengolahan data
Data adalah tulang punggung proses informatika selanjutnya. Dalam bidang ini dipelajari bagaimana memperoleh dan mengeluarkan data, merawat data, dll. Kesemuanya dibutuhkan agar pengambilan keputusan manusia bisa dipercepat.
2.Telekomunikasi
Masuk dalam bidang ini adalah teleconsultation, teleradiologi, telekardiologi, telenursing dan tele yang lainnya
3.Medical Imaging
Yang masuk dalam area ini seperti: ultrasound, radiologi, kedokteran nuklir, dll
4.Sistem Informasi
Terdapat dua pembagian besar sistem informasi yaitu yang berfokus pada pasien dan yang berfokus pada keperawatan
5.Web dan internet
Perkembangan dunia telekomunikasi begitu cepat. Saat ini aplikasi yang berbasis web sudah mulai digemari karena lebih mudah digunakan dari manapun dan kapan saja. Sebaliknya, sifat website pun sudah mulai berubah. Jika dahulu hanya bersifat satu arah (broadcast),misalnya menginformasikan jam praktek dokter, artikel kesehatan, dll.
Kemudian berkembang menjadi bersifat interaktif (dua arah), seperti: tanya jawab, dll. Akhir-akhir ini, aktivitas di website bisa dijadikan sebagai salah satu alat untuk proses bisnis, seperti: proses pendaftaran pasien, melihat rekam medik dll.
9)(Dr. Erik Tapan MHA)


Seputar Isu aspek legal, peraturan, etik dan kerahasiaan/privasi pasien dalam kaitan telenursing dan Informasi kesehatan

Telenursing akan berkaitan dengan isu aspek legal, peraturan, etik dan kerahasiaan pasien sama seperti telehealth secara keseluruhan. Dibanyak negara, dan di beberapa negara bagian di Amerika Serikat khususnya praktek telenursing dilarang (perawat yang online sebagai koordinator harus memiliki lisensi di setiap resindesi negara bagian dan pasien yang menerima telecare harus bersifat lokal) guna menghindari malpraktek perawat antar negara bagian. Isu legal aspek seperti akontabilitas dan malprakatek, dsb dalam kaitan telenursing masih dalam perdebatan dan sulit pemecahannya. 8)

Dalam memberikan asuhan keperawatan secara jarak jauh maka diperlukan kebijakan umum kesehatan (terintegrasi) yang mengatur praktek, SOP/standar operasi prosedur, etik dan profesionalisme, keamanan, kerahasiaan pasien dan jaminan informasi yang diberikan. Kegiatan telenursing mesti terintegrasi dengan startegi dan kebijakan pengembangan praktek keperawatan, penyediaan pelayanan asuhan keperawatan, dan sistem pendidikan dan pelatihan keperawatan yang menggunakan model informasi kesehatan/berbasis internet . 4)

Perawat memiliki komitmen menyeluruh tentang perlunya mempertahankan privasi dan kerahasiaan pasien sesuai kode etik keperawatan. Beberapa hal terkait dengan isu ini, yang secara fundamental mesti dilakukan dalam penerapan tehnologi dalam bidang kesehatan dalam merawat pasien adalah :
•Jaminan kerahasiaan dan jaminan pelayanan dari informasi kesehatan yang diberikan harus tetap terjaga
•Pasien yang mendapatkan intervensi melalui telehealth harus diinformasikan potensial resiko (seperti keterbatasan jaminan kerahasiaan informasi, melalui internet atau telepon) dan keuntungannya
•Diseminasi data pasien seperti identifikasi pasien (suara, gambar) dapat dikontrol dengan membuat informed consent (pernyataan persetujuan) lewat email
•Individu yang menyalahgunakan kerahasiaan, keamanan dan peraturan dan penyalah gunaan informasi dapat dikenakan hukuman/legal aspek. 10)

Di Amerika Serikat khususnya telah ada 29 negara bagian yang membuat UU tentang ketentuan, etik dan peraturan telehealth termasuk telenursing yang terlingkup dalam telehealth legislation 1997 yang berdasar The Telecommunications Reform Act of 1996 charged, dan ada 53 UU yang sedang dibahas di Amerika ditahun tersebut. 11)

Dengan melihat potensi dan perkembangan pelayanan keperawatan, sistem informasi kesehatan dan penggunaan internet di Indonesia, bukan tidak mungkin hal ini mendasari telenursing berkembang di Indonesia (dalam berbagai bentuk aplikasi tehnik komunikasi) dan beragam tujuan. Hal ini tidak lain agar pelayanan asuhan keperawatan dan perkembangan ilmu, riset dan pendidikan keperawatan di Indonesia dapat sejajar minimal dengan perkembangan tehnologi kesehatan, dan kedokteran di Indonesia, menjelang Indonesia Sehat 2010.

MENGINTERNETKAN PERAWAT
DAN MERAWAT INTERNET



Penulis, Staf Nurse Al Amiri Hospital
Ministry of Health Kuwait

Sumber pustaka :
1)http://www.promosikesehatan.com/
2).http://www.hakli.or.id/.
3)http://cybertech.cbn.net.id/
4)http://www.icn.ch/
5)http://en.wikipedia.org
6)http://www.allhealthnet.com
7) (idionline/NeT) Telemedicine: Sarana Supervisi dan Konsultasi Kesehatan Jantung Jarak-Jauh.
8) http://www.ana.org/
9)(Dr. Erik Tapan MHA) Cermin Dunia Kedokteran No. 144, Pengantar Informatika Kedokteran
10) Telenursing: Nursing Practice in Cyberspace. By Charles C Sharpe 2000 - 280 pg
11) http://www.nursingworld.org/