Friday, September 05, 2008

Istilah Dasar Dalam Investasi Saham


Istilah Dasar Dalam Investasi Saham( 1 )

Untuk belajar kembali dari dasar, untuk teman-teman perawat - ada baiknya mengenal arti istilah yang sering ada di investasi saham - sedikit2 dulu yang penting familiar :

1. Saham : Satuan bukti penyertaan modal dalam perusahaan atau emiten.

2. Emiten : perusahaan publik, atau yang sudah (go public)/IPO, biasanya belakangnya Tbk (terbuka)

3. IPO(Initial Public Offering) - peristiwa mulai diluncurkannya, penawaran perdana atas emiten menjelang go public dan listing di bursa.

4. Listing : terdaftarnya suatu emiten untuk trading di lantai bursa efek.

5. Efek : segala dokumen yang dapat diperjual belikan sebab menyatakan harga sah, termasuk saham meski scripless, obligasi, SUN, ORI, dsb

6. Scripless : tidak mengandung bukti tertulis, dalam urusan saham artinya seseorang sama sekali tidak memegang surat/dokumen yang menyatakan memiliki saham, sudah elektronik tercatat di BEI melalui pembelian lewat sekuritas.

7. Sekuritas : pihak/perusahaan yang bertindak sebagai penjual emiten , surat berharga - reksadana atau efek lain. Biasanya melalui broker di perusahaan sekuritas tsb.

8. Broker : pialang, yaitu pedagang saham perantara yang mewakili investor pada satu pihak dan emiten di pihak lainnya, beli dan jual dalam satuan lot.

9. Lot : dalam perdagangan saham artinya sama dengan 500 unit/lembar saham/satuan saham. kadang bisa juga block sale.

10. Block sale : transaksi atas 400 lot saham sekaligus.









Dibalik IHSG yang sedang downtrend


Dibalik IHSG yang sedang downtrend

Jumat kemarin 5 Sept 2008 adalah hari termuram buat IHSG dimana indeks melemah ditutup 2022 , melemah 52,67 point sebelum penutupan sehari sebelumnya - dan sempat menyentuh 1999 point. Buat yang mengikuti market hal ini telah diprediksi, seiring penurunan komoditas terutama minyak bumi yang ditutup di U$ 106/barrel - seiring pengumuman kenaikan BI rate 0,25% di hari kamis.

Saya masih newbie - masuk dalam market yang masih sideways, dengan trend bearish, tentu galau juga. Meskipun saat ini lebih banyak wait and see dan menyiapkan cash position saja.

Memang false signal IHSG di tanggal 1 -3 Sept 2008 kemarin ternyata telah dibaca beberapa profesional trader, dan saling mengingatkan. Hal ini memang terkait dengan aktifitas market mover, corporate dan fund manager - yang tentu saja tetap ingin mengambil keuntungan saat bearish sekalipun dan menjajal likuiditas IHSG.

Retail tentu saja akan bersikap cutloss dan masuk dengan hati-hati,, hit and run. Sambil bersabar agar angin indeks jelas, meskipun beberapa broker telah melihat support 2 - IHSG sebenarnya telah jebol, dan bisa saja senin koreksi sedikit - namun selama belum ada berita ekonomi yang positif, IHSG kemungkinan memang terbawa arus indeks regional dan penurunan harga komoditi terutama minyak.

Pada akhirnya keputusan untuk tetap pantau dan collect sedikit emiten yang terkait dengan energi, secara hati-hati karena memang harganya yang sudah rendah. Dan akhirnya memang kesabaran kita sedang diuji, DAN SALING MENGINGATKAN SESAMA RETAIL - saat market sedang bearish. Kondisi ini akan tetap berpotensial terjadi sampai menjelang desember saat emiten melakukan aksi window dressing.

Namun masih untung juga buat kita yang di-kuwait yah dengan naik sedikit demi sedikit KD ke rupiahnya. Ini lah untungnya menaruh investasi dalam beberapa keranjang-kan...., ditunggu yah belajar bersamanya dan trading bareng - habis gajian nanti, selamat juga buat yang dapat excellent.

Estimated exchange rate : 1 Kuwaiti Dinar = 34,153.566406 Rupiah

SMART dalam investasi dimanapun kita berada.










Wednesday, September 03, 2008

Back To Basic ---- Belajar 2

Back To Basic ---- Belajar 2

Invest Your time first, then ur brain and last but not least YOUR Money

Terus terang saat ini banyak senior saya (perawat Kuwait yang tiba lebih awal sebelum saya - sebelum akhir 2003), yang semakin tertarik belajar dan berdiskusi dalam trading/investasi saham.

Hal yang wajar, mungkin sama seperti saya yang telah separuh kakinya di Kuwait - sedangkan satu kaki lagi hati, pikiran dan perasaan nya telah ada di Indonesia.

Saya tetap memberikan semangat dan memotivasi mereka dengan chart, buku dan cerita - terkadang sama2 diskusi cara membaca TA sampai malam. Kadang ada juga yang semangat ingin langsung menginvestasikan uangnya ada yang sampai 10% total asetnya langsung.

Sabar saya katakan,,,, Belajar dulu,,, saya selalu menganjurkan BELAJAR ... Invest ur time first --- saya belajar 6 bulan sebelum tahu TA dan FA baru mulai invest, itu pun masih buta - setiap malam sepulang dinas baca buku, browsing, follow up bloglines saham, masuk forum. Kemudian invest ur brain - buat komitmen seperti TERAPI KOGNITIF, ini yang susah karena awalnya saya otodidak, sampai hari ini sampai kapanpun saya tetap belajar saham.

Tidak ada yang instant --- biasanya yang instant malah akhirnya cepat "basi". Saya tetap merasakan masih belajar dalam saham, dan dalam hal apapun juga. Kalau ingin instan yah saya sarankan lebih baik taruh aja uang teman-teman di properti atau deposito, artinya lebih baik begitu -- tidak ingin belajar lebih dulu.

Jadi :

1. Investasikan waktunya untuk belajar TA dan FA, baca berita dan rumor emiten, follow up perkembangan chart, volume dan harga saham masing-masing emiten yang masuk dalam portofolio kita.

2. Investasikan pikirannya -- mungkin sambil tidur atau sambil kerja akhirnya coret2 TA, portofolio dalam hayal, hitung2 PER dan EPS, dsb.

3. Baru terakhir -- jangan kelamaan belajar, toleransi sambil siapkan mental anda di market selama 6 bulan setelah itu segera buka account dan trading. Investasikan uangnya di saham.

Sejalan dengan 3 E (education, experience dan excessive cash) -nya vierjamal.

Kalau ada yang penasaran --- gampang aja, ajak mereka ke depan komputer, buka chart yahoo finance, lihat ke belakang harga 5 tahun di 2003 semua harga emiten di JKSE terutama sektor komoditas energi dan tambang.

Katakanlah andai saya dan teman2 taruh uang satu bulan gaji untuk beli satu emiten saja saat itu seperti PTBA, uang anda berkembang pesat.

Rp. 10 juta di tahun 2003, Rp. 500 per lembar dapat = 40 lot (20.000 lembar) dimana sekarang PTBA hari ini di Rp.12.900 per lembar --- jadi Rp. 258. juta diluar deviden.


Bulan depannya beli BUMI, sat itu harga BUMI Rp. 20 lembar per saham, 10 juta dapat 100 lot - yah hitung sendiri aja , namanya juga andai..........

Dan andai teman anda itu masih senyum2 kecut juga yah sudah, tutup komputer dan lebih baik tidur, kerja, makan, jalan2 - lakukan aktifitas rutin sampai tidak terasa masa golden age teman-teman lewat. Puber kedua nya lewat, menjelang menopause, namun dalam trap - jebakan kehidupan rutinitas. maaf sarkasme .....

Terus terang saya masih menjalani kehidupan itu, namun ada saatnya saya ingin menikmati kehidupan berkeluarga yang saat ini masih belum maksimal. Namun secara finansial telah free.

Btw buat Al, bud, ras ... INDF, telah membentuk cup hundlle - cangkir yah,,, time to collect again...but remember Volume drive everything !!!










Kisah Lama : Lumpuh Membawa Sukses di Pasar Modal



Lumpuh Membawa Berkah Sukses di Pasar Modal
 detikFinance

Sebenarnya ini kisah lama di tahun lalu saat indeks di India booming, namun sebagai penyemangat buat kita yang NORMAL
 
Hyderabad - Kecelakaan yang melumpuhkan kedua kakinya tak lantas membuat hidup Burla Sujata berakhir. Perjuangan yang luar biasa ia tempuh hingga bisa menuai sukses dari booming pasar saham India. Sujata, 21 tahun, mengalami kecelakaan 6 tahun silam. Mobilnya bertubrukan dengan truk saat menuju ke kuil dan menyebabkan kedua kakinya harus lumpuh. 
Tanpa kedua kakinya, Sujata tak bisa lagi menjalankan bisnis studio fotonya. Namun semangat Sujata tak hilang bersamaan dengan lumpuhnya kedua kaki.

"Setelah kecelakaan, tidak ada kehidupan buat saya. Tidak ada teman, tidak ada orang dan tidak ada seorang pun pendukung," ujar Sujata yang juga ditinggalkan oleh tunangannya itu.
"Ketika Anda memiliki segalanya, maka setiap orang akan mengerubungi Anda. Namun saat Anda kehilangan segelanya, tak ada seorangpun berada disamping Anda," ujar Sujata dalam wawancara dengan AFP, Selasa (18/9/2007) di apartemennya di bagian selatan Hyderabad, India.
Sujata memulai lagi kehidupannya yang porak poranda dengan bermain saham. Ia pun beralih mempelajari seluk beluk
pasar modal pada tahun 2004. 

"Saya tidak punya pengetahuan bisnis. Saya mulai mempelajari aturan pasar saham, membaca buku-buku finansial, majalah serta menonton saluran televisi bisnis," kata wanita cantik ini.

Ia belajar dengan sangat cepat. Sujata kini melakukan perdagangan melalui pialang di National Stock Exchange India. Lima hari dalam sepekan, saat bursa saham dibuka, ia duduk dibalik layar komputernya untuk melakukan transaksi saham. Ia menjual dan membeli saham yang ia rasa memberikan 'nilai bagus'.

Sujata mengaku dirinya mempelajari secara hati-hati fundamental emiten, melihat laporan keuangannya sebelum akhirnya membeli sahamnya. Perjuangan Sujata tak sia-sia karena terus meroketnya Bursa Saham India, yang tahun lalu mencatat rekor kenaikan hingga 46,7%. Kesuksesan Sujata boleh dikatakan fenomenal mengingat pasar saham India didominasi oleh kaum pria.

Ia mengaku setiap bulan melakukan perdagangan sekitar 20-30 juta rupee atau sekitar US$ 493.785-740.582. Dari jumlah yang ditransaksikan itu, ia meraup pendapatan sekitar 10-15% atau sekitar US$ 4.991-7.626 atau sekitar Rp 47-72 juta per bulan.

Sebuah pencapaian yang luar biasa untuk seseorang yang tak bisa beraktivitas secara normal. Sujata pun kini berniat membuat sebuah investment house sendiri.

"Dua tahun setelah kecelakaan, saya merasa sangat tergantung. Sekarang saya mempunyai perasaan, saya bisa melakukan segala sesuatunya seperti orang lain, seperti orang normal. Saya secara finansial independen," ujarnya dengan optimistis.

Ia mengaku seluruh pengalaman hidupnya yang berliku justru membuat ia semakin kuat.
"Saya adalah orang yang kuat. Namun setelah kecelakaan, saya menjadi lebih kuat. Saya tidak pernah menoleh ke belakang dan menangisi apa yang sudah terjadi," pungkas Sujata.

Anda ingin meniru semangatnya?









Monday, September 01, 2008

Inflasi Tahunan di 11,85%



Inflasi Tahunan Indonesia Turun Tipis Ke Posisi 11,85%
Senin, 1 September 2008


(Vibiznews - Economy) - Badan Pusat Statistik pada hari ini (1/9) mengumumkan bahwa tingkat inflasi pada bulan Agustus ini sebesar 0,51%. Sedangkan inflasi tahunan tercatat mengalami penurunan tipis sebesar 11,85% atau melemah tipis dibandingkan dengan inflasi tahunan yang dirilis pada bulan Juli lalu yang sebesar 11,9%.

Level tersebut diluar dugaan banyak pihak yang memperkirakan bahwa tingkat inflasi pada Agustus ini akan mengalami kenaikan hingga menembus level 12%. Hal tersebut didorong oleh sentimen akan momentum akan datangnya bulan puasa yang bertepatan di awal bulan September ini. Hal ini cukup kontras dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh BPS sebelumnya yang menyatakan bahwa tingkat inflasi dipastikan akan menurun mengingat pada bulan Agustus lalu, dampak dari kenaikkan harga BBM telah berkurang dan harga - harga akan kembali pada posisi normal.

Level inflasi pada bulan Agustus didorong oleh naiknya harga bahan makanan yang berkisar 0,9%, tembakau 0,56%, dan sektor perumahan, air, listrik dan gas bahan bakar yang sebesar 0,53%.









Bahana Sekuritas Calon Underwriter IPO BUMN - KS, BTN, PTPN

Bahana Calon Underwriter IPO BUMN

INILAH.COM, Jakarta

PT Bahana Securities mengikuti seleksi (beauty contest) pelaksana penjamin emisi (underwriter) yang digelar lima BUMN yang akan melakukan penawaran umum saham perdana saham (IPO) tahun ini.

Adapun lima BUMN yang akan melakukan IPO itu adalah PT Krakatau Steel, Bank BTN, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, PTPN IV dan PTPN VII.

"Kami memasukkan proposal ke semua perusahaan itu sebagai underwriter. Akan tetapi belum ada hasilnya," kata Direktur Utama Bahana Securities, Heri Sunaryadi, di Jakarta, Senin (1/9).
Saat ini kelima BUMN itu tengah menyelesaikan tahap beauty contest untuk menetapkan tujuh lembaga penunjang IPO, antara lain underwriter, penasihat keuangan, penasihat hukum, dan administrasi penawaran umum. Heri menjelaskan, keikutsertaan Bahana pada prakualifikasi itu hanya fokus pada pelaksana penjamin emisi saja.

"Semua perusahaan yang ikut babak prakualifikasi berpeluang untuk menang. Akan tetapi jika tersisih (underwriter), Bahana belum berecana beralih menjadi penasihat keuangan," ujarnya.
Khusus untuk IPO Krakatau Steel, informasi yang berkembang menyebutkan bahwa Bahana Securities telah ditunjuk sebagai pelaksana penjamin emisi dan akan berkonsorsium dengan Mandiri Sekuritas.

Secara terpisah, Direktur Pemasaran Krakatau Steel Irvan Kamal Hakim menyatakan proses prakualifikasi masih berlangsung dan belum final. "Karena untuk menentukan penjamin emisi, sepenuhnya merupakan kewenanagan Menteri BUMN," ujar Irvan.
Dalam IPO yang ditargetkan terealisasi November 2008 itu, KS memperkirakan perolehan dana sebesar Rp 3 triliun hingga Rp 4 triliun. Dana itu akan menutup sebagian dari total kebutuhan sebesar US$ 1,5 miliar dalam lima tahun ke depan.

Selain Bahana, sejumlah perusahaan sekuritas lainnya yang ikut dalam beauty contest di KS, yaitu Danareksa Sekuritas, dan Citigroup dengan PT Indo Premier Securities, Credit Suisse, PT DBS Securities Indonesia, CLSA, serta CIMB GK Securities Indonesia










Angin Inflasi Ubah Arah IHSG


Inflasi bulan Agustus 2008 sebesar 0.51% di bawah ekpektasi pasar yang sebesar 0.81% diperkirakan dapat menjadi suplemen IHSG untuk sedikit berbalik arah.

Dengan adanya besaran inflasi ini, beberapa saham layak diperhatikan untuk rebound seperti ASII, SMGR, BDMN, TKIM, INKP, BBRI, INDF, HEXA, BMRI.


Statement dari Boediono, Gubernur BI kita yang menyatakan akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk membawa inflasi 2009 di bawah 10% karena momentum pemilu diperkirakan akan memacu pertumbuhan perekonomian, turut memberi asa bagi IHSG.


Sampai pukul 13.42 WIB, berita inflasi memang belum memberikan dampak siginifikan terhadap pergerakan emiten di bursa, tetapi dengan inflasi yang membaik dapat diperkirakan bahwa secara makro, ekonomi Indonesia tercinta kita ini, sudah mengalami masa pemulihan setelah berbagai pukulan seperti kenaikan harga-harga komoditas dunia yang berimbas kepada kenaikan BBM yang terasa sampai ulu hati.


Bila Anda memandang bahwa BEI adalah sebuah tempat untuk berinvestasi dan bukan berspekulasi, maka saat ini adalah saat-saat tepat untuk mulai ‘mencicil’ pembelian selektif terhadap beberapa saham yang saya sebutkan di atas karena sejak IHSG mencatat rekor tertingginya di kisaran 2800an, saham-saham diatas sudah tergerus cukup besar dari harga-harga peaknya.


Memang seperti mencari jarum di tumpukan jerami apabila kita hendak membeli saham di harga terendahnya, kalaupun bisa, faktor keberuntungan memberikan sumbangsih besar kepada anda.


Tulisan ini saya tulis bukan karena profesi saya yang adalah broker saham, tetapi seperti jargon iklan BEI di media, jika anda tahu resikonya, anda pasti kenal pula dengan keuntungannya.


Segeralah langkahkan kaki anda ke galeri perusahaan-perusahaan sekuritas sesegera mungkin, karena bila anda membeli pada saat IHSG telah fully rebound nanti, anda akan ketinggalan pesta dan hanya hidangan penutup yang tersisa untuk anda, pada saat IHSG fully rebound nanti, saatnya bagi anda untuk memberi hadiah pada istri anda atau bagi para wanita saatnya untuk memanjakan diri dengan ‘rebounding’ di salon kesayangan anda sementara dana anda bekerja di bursa untuk anda.


Sekali lagi untuk menghindari conflict of interest, tulisan ini saya tulis dari hati, dan disajikan kepada anda, para pembaca sebagai seorang kawan.

Irwan Buniardi




comment :

Setuju mas,,,,ambil istilah teman saya

"Karena teman aja nih.....makanya dikasih tahu - sama2 jadi TKI di rantau orang

collect BMTR TA nya bagus tuh "

Demikian biasanya bincang2 sambil berangkat dinas perawat di Hawally


Karena teman aja.... nothing else matter!