Sunday, May 11, 2008

Investasi...Investasi...Dan Investasi Untuk Perawat Indonesia di Kuwait


Investasi…Investasi dan Investasi
Untuk Teman-teman Perawat di Kuwait

Lama juga rasanya tidak pernah update blog lebih karena sedang berpikir yang lain dari profesi. Bukan berarti menanggalkan profesi yang membawa saya, dan teman perawat yang saat ini kebetulan sedang bekerja di Kuwait. Bukan berarti juga hang out untuk tidak membagi cerita dan informasi tentang khususnya keperawatan.

Semakin saya mendalaminya, justru saya semakin sadar bahwa perawat dapat menjadi jembatan “kesejahteraan” selagi kita belajar dan terus belajar. Belajar bisa didapatkan dalam pendidikan formal (PT) atau bahkan informal, dari melihat keseharian bahkan.

Di Kuwait saya bisa melihat budaya, etos kerja dan sikap warganegara lain, bukan hanya orang Arab tentunya, tapi juga perawat India dan Philipina khususnya. Karena mereka adalah rekan kerja secara umum perawat Indonesia disini, dan komunitasnya lebih banyak ketimbang WNI.

Bukan apa-apa,,,, setelah saya melihat dan tukar cerita dengan perawat negara lain, ternyata perawat Indonesia lebih maju dalam pola pikir/ mindset dalam melihat kesejahteraan perawat (fundamental ekonomi). Betapa saya melihat banyak perawat negara lain yang bekerja disini (Kuwait, red..) ternyata hanya rutinitas, bahkan banyak yang tidak memiliki finansial objektif. Mereka ada yang bekerja di ruangan , lebih dari 8 tahun dan bahkan ada yang dari saya lahir, ternyata belum memahami arti pentingnya finansial objektif.

“Bukan seberapa cepat kita berlari, tapi seberapa lama dan kuat kita berlari”, ada pepatah Cina menyatakan demikian. Percuma saja lari ngebut setelah itu ngos2an dan mati mendadak,,,,bahkan tercebur jurang karena tidak melihat jurang menganga didepannya lebar, saking semangatnya lari ngebut.

Kita sebagai perawat bekerja di LN secara normal dalam finansial boleh dibilang “ngebut”, tapi hati-hati kadang justru menjebak kita. Banyak rekan perawat India membuktikannya, mereka ada yang sadar setelah inflasi harga-harga di Kuwait yang mulai tinggi, dan mulai tergerus nilai Kuwait Dinar (KD) yang diperolehnya karena mata uang mereka terhadap KD terus menguat.

Kalau tidak percaya, hitung saja bahwa sewa flat sekarang mencapai 100 – 200 KD, makan rata-rata 30 KD perorang, mungkin biaya komunikasi, transportasi, sekolah juga ikut2an naik. Hanya BBM saja yang tidak naik, tapi masalahnya semua komoditi di Kuwait serba import, beras, susu, telur, air aqua semua import… yah harganya pasti akan naik terus.

Tapi Apakah Investasi Kita lantas NAIK ????? Bukan pengeluaran dan liabilitas yang NAIK ??? Hanya kita sendiri yang bisa menjawabnya, dan saya enggan usil mengusik2nya.

Great bahwa Kuwait bebas Pajak…..artinya income kita bersih tidak diambil negara. Wah masa iya,,,,saya yang kadang berpikir apa betul bebas pajak ???

Untuk saya, dan beberapa teman yang tinggal di hostel sendirian (tidak harus bayar flat) mungkin sementara iya, tapi kalau yang berkeluarga disini lebih rumit lagi. Secara tidak sadar, uang kita tergerus dikeruk sewa flat lah, transportasi selain bus jemputan, makan, telepon, dsbnya. Padahal kalau dihitung2 lumayan juga loh banyaknya.

Katakanlah ada 200 KK (Kepala keluarga ) saja, katakanlah 100 KD rata-rata maka sebulan uang kita yang dikembalikan (pajak semu) ke Kuwaity ada 20.000 KD = 700 juta IDR.Belum dengan yang lain2nya, mungkin bisa mencapai 2 M perbulan sama dengan PAD Indramayu per tahun dari TKInya…….luar biasa.

SOLUSInya apa dong???

Saya yakin banyak juga teman-teman saya yang mulai berstrategi mengurangi “pajak semu” tadi.

  • Mengenalkan Investasi

Jangan pernah menaruh telur dalam keranjang yang sama”, kalau pecah satu nanti pecah semua.

Mudahnya ada beberapa investasi yang bisa kita lakukan dan segera mulai saat ini :

  1. Properti

Alihkan uang sewa flat untuk cicil KPR di Indonesia –ambil saja yang 5 tahun. Sehingga “pajak semu” dialihkan menjadi rumah, tanah, sawah atau perkebunan di Indonesia yang naik harganya rata-rata 20% pertahun, mungkin kena bunga KPR 10 – 14% pertahun. Masih untung 6% bagus sekali. Bahkan ada yang berani ekstrem bahwa flat terlalu mencekik disini, kita kerja 3 tahun hilang satu rumah.

Ada benarnya juga karena sewa apartemen bagus di Indonesia 1 – 2 juta sebulan, kalau rumah petak masih di bawah 500 rb, sementara disini 100 – 200 KD (3,5 – 7 juta/bulan). Bahkan ada teman yang brilian punya target tiap cuti beli satu properti pokoknya.

Lebih bagus lagi properti yang produktif, misalnya perkebunan karet, kopi, sawit, sawah, empang atau tambak, kontrakan dsb.


  1. Deposito dan Tabungan (rupiah atau valas)

Biaya transportasi, makan diluar dan telepon serta hiburan di tabungkan di Indonesia, samakan dengan target 5 tahunan tadi. Katakanlah tadinya 30 – 50 KD perorang maka,disiasati kurangi porsinya sehingga ada dana pasti yang masuk ke deposito atau tabungan di Indonesia. Katakan samakan dengan porsi flat 100 KD, tidak terasa 5 tahun menjadi 6000 KD,,,, dapat bunganya 8% dengan selisih kurs juga setiap pengiriman IDR yang berbeda-beda.

  1. Surat berharga (Saham, Reksadana, Obligasi dsb)

Saham dan Reksadana bisa menjadi alternative untuk laverage (dongkrak) asset kita. Kenaikan Saham IHSG tahun lalu , Mei 2007 – Mei 2008 Cuma naik dari 2.055 point menjadi 2378 point, tetapi kinerja beberapa emiten sangat kinclong.

Bahkan seperti saham :

30 Mei 2007(Rp/lembar) 9 Mei 2008(Rp/lembar)

BUMI 1700 menjadi 7.300

BISI 550 menjadi 4.950

MIRA 76 menjadi 1.580

Kalau ngak percaya lihat di yahoo finance, dan hitung sendiri berapa uang anda sekarang, kalau taruh 10 juta IDR saja di masing2 emiten saham tsb tahun lalu.

Sedangkan kinerja Reksadana ada yang naik mencapai 30% per Unit Penyertaan pertahun . Kalau Obligasi menjanjikan 10% keuntungan pertahunnya.

Sisihkan 50 KD perbulan untuk beli Saham dan RD


  1. Emas

Saat saya pertama datang ke Kuwait di akhir 2003, di Toko Emas di Hawally harga emas per gram 4 KD, sekarang 2008 mencapai 8,5 KD. Naik rata-rata 20% pertahun. Samakan saja invest 50 KD per bulan

  1. Asuransi Pendidikan, Jiwa atau Kesehatan, yah sisihkan 30 KD per bulan
  1. Pendidikan (kalau yang mau sekolah lagi juga silahkan saja), sisihkan 80 – 100 KD per bulan

Yang lebih bagus lagi kalau bisa memulai bisnis di Kuwait atau di Indonesia.

Rekomendasi per bulan :

50 KD ---- Properti

50 KD ---- Deposito/Tabungan/Valas

50 KD ---- Saham/Reksadana

50 KD ----- Emas

30 KD ---- Asuransi

Yah semuanya terserah teman-teman, ingin di investasikan atau digunakan untuk kebutuhan hidup yang bersifat liabilitas, dan bukan aset. Soal uang memang pelik, tapi itu karena tidak diajarkannya financial education di Indonesia sejak dini. Kita hanya tahu mengenai pengelolaan finansial setelah bekerja dan lulus, itupun mesti mencari-cari dan berdasarkan pengalaman saja.

Lebih baik lagi sekarang berlari- besok jalan santai, dalam urusan investasi.











Saturday, May 10, 2008

Perawat di Indonesia Akan Melakukan Aksi Damai 12 Mei 2008


Perawat Akan Melakukan Aksi Damai untuk RUU Praktek Keperawatan

Sekitar 10.000 perawat di Jakarta akan menggelar aksi damai di gedung DPR pada Senin depan untuk memperingati Hari Keperawatan Sedunia (International Nurses Day)tanggal 12 Mei 2008.

Prof.Achir Yani S. Hamid MN,DN.Sc Ketua Umum Persatuan Perawat Indonesia (PPNI), mengatakan aksi tersebut sekaligus untuk menuntut disahkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Praktek Keperawatan menjadi UU.

"Kami akan mengerahkan lebih dari 10.000 perawat di Jakarta. Begitu juga dengan perawat-perawat di daerah. Namun kami akan menjamin aksi ini tidak akan mengganggu pelayanan perawat tersebut di tempat kerjanya masing-masing," katanya hari ini dalam jumpa pers Gerakan Nasional Sukseskan UU Praktek Keperawatan dengan Aksi Simpatik bersama Perawat, Masyarakat Sehat

Baca di :
http://web.bisnis.com/









Saturday, December 22, 2007

Japan to accept 1000 Indonesian Nurses in 2008




Japan to accept 1,000 nurses, care workers from Indonesia: report



TOKYO (AFP) - Japan will accept 1,000 nurses and health care workers from Indonesia from as early as next year under a free trade pact to help ease the country's shortage of such staff, a report said Saturday.

The move will mark the first time Japan has brought in foreign nurses and care workers on a full-time basis, the Nikkei business daily said.

For two years from April, Japan will annually accept 200 licensed nurses and 300 certified care workers, the newspaper said.

If the programme is well received, the figures may be increased for the third year, the Nikkei said.

Nurses will be limited to staying for three years and care workers for four years on their Indonesian certificates and licences. But they can extend their stay by passing Japanese nursing exams or receiving Japanese caregivers certificates.

The workers will work as assistants at hospitals and nursing care facilities after receiving language training.

The economic pact, signed in August, has already been approved in Indonesia, while Japan's government submitted the measure to the legislature earlier this month with an eye to approval in the current Diet session or early next year.

A similar effort is underway to employ workers from the Philippines, but the economic partnership agreement with that country has yet to take effect, the paper added.

The Japanese health ministry estimates the nation needs 40,000 more nurses, while the shortage is estimated to reach 450,000 to 550,000 by 2014, the Nikkei said.

Versi Indonesia di detik.com

Tokyo - Jepang akan mengimpor 1.000 perawat dan tenaga kesehatan asal Indonesia untuk menambal kekurangan tenaga kesehatan di Jepang. Program tersebut rencananya akan dimulai awal tahun 2008.








Saturday, December 15, 2007

Mempersatukan Komunitas Blog Kesehatan Di Indonesia





Mempersatukan Komunitas Blog Kesehatan Di Indonesia

Blog kesehatan adalah blog yang dibuat dan ditujukan untuk menyebarluaskan informasi dan masalah yang terkait dengan bidang kesehatan di Indonesia. Saat ini sebenarnya saya tidak memiliki data berapa sebenarnya jumlag blog kesehatan di Indonesia.

Terkadang blog kesehatan tidak selalu dikelola oleh tenaga kesehatan (dokter, perawat, skm, dsb), namun terkadang juga oleh masyarakat awam yang tertarik dan berminat/pemerhati dalam bidang kesehatan.

Dilain pihak, mungkin mempertemukan kesemuanya menjadi satu kekuatan dalam meningkatkan upaya penyebarluasan informasi kesehatan melalui internet adalah bukan hal yang mudah. Interest, jarang bentang lokasi, peminatan dsb – terkadang membuat mempersatukan bukan hal yang mudah.

Sebenarnya hal itu tetap memungkinkan, mengingat semua saat ini serba mungkin saja. Dari saya pribadi, ada keinginan suatu saat misalnya bahwa blog kesehatan yang ada dapat berkumpul dalam satu wadah.

Bagaimanapun kalau bersatu akan lebih kuat,,, so ???

Saya melihat misalnya lewat blog lines kesehatan Dani Iswara,,, wah banyak juga.
Dengan harapan kami2 yang jauh ini, dapat bersilaturahmi langsung (copy darat) some day and some how, misalnya saja dalam Pesta Blogger – ada komunitas Blog Kesehatan nantinya, Insya Allah.

Sekedar usul saja misalnya nama : Sehat-I (Sehat Indonesia), atau yang lain, dan kalau soal Komando dll, Saya mah “melu” saja – dan daftar duluan.

Semoga ……










Saturday, November 17, 2007

56 menit 16 detik menonton live bedah ceasar (Cesarean Section) heheheheheheh

Asiknya atau Ngerinya Nonton Langsung 56 menit 12 detik Bedah Ceasar (Cesarean Section) Live di Hartford Hospital

Hampir 22% wanita bersalin di Amerika serikat melahirkan dengan bedah ceasar, sejumlah 1,2 juta pembedahan di AS yang umum di tahun 2005. Di Indonesia sendiri angka tersebut lebih mencengangkan dimana hampir 30% di beberapa RS, bahkan ada yang mencapai 80%.

Mungkin masih banyak bumil yang menginginkan persalinan normal dan itu lebih baik. Namun ada pula yang dengan alasan tidak medikal causa (tanpa alasan medis) menghendaki SC. Entah dengan alasan tidak ingin sakit, tetap original, praktis dsb.
Hanya saja :


(Klik gambar) atau link di bawah !!!

SILAHKAN NONTON DULU BEDAH SC LIVE (56 menit 12 detik )
Mungkin menjadi pertimbangan deh,,,




Harus kah selalu SC ???







Monday, October 29, 2007

Uni Eropa Akan Memberlakukan Blue Card Untuk Perawat




Uni Eropa Akan Memberlakukan “Blue Card” Untuk Perawat


BLUE CARD V GREEN CARD

Blue Card

Does not give permanent residency

Valid up to two years, renewable

Allows holders and families to live, work and travel in EU

Applicant must have one-year EU job contract with salary of three times minimum wage

Permanent residency automatic after five years

Green Card

Gives holder permanent residency

Valid for 10 years, renewable

Allows holder to live, work and travel in the US

Five channels to seek a card: employment, family links, a lottery, investment, or resident since before 1972

Holders can become US citizens after five year

27 negara yang tergabung dalam Uni Eropa sedang merancang keluarnya kebijakan baru untuk menarik minat masuknya tenaga migran professional seperti perawat, dokter, insinyur dan IT. Saat ini mereka sedang menggodok ratifikasi kebijakan “blue card (seperti “green card”) yang berlaku di Amerika Serikat. Sehingga nantinya tenaga migran professional tersebut, berhak mendapatkan permanen residen untuk bekerja di negara-negara Uni Eropa.

Kebijakan ini ditempuh guna mengurangi stigma bahwa Uni Eropa tidak ramah terhadap tenaga migran asing professional, dan mengurangi terjadinya brain drain di Eropa. Dengan rencana ini diharapkan dalam 2 dekade mendatang , 20 juta tenaga migran professional termasuk perawat dari Asia, Afrika dan Amerika Latin akan masuk bekerja di sana.

Sementara sebuah riset dari Universitas Stanford memperkirakan hampir ½ pekerja di Silicon Valley, AS adalah tenaga migran asing. Yang menandakan banyaknya tenaga IT, sebagai contoh yang bekerja di Amerika Serikat saat ini. Sementara hanya 0.9% tenaga kerja migran professional di Uni Eropa, bandingkan dengan jumlah di Australia mencapai 9,9%, Kanada 7,3% dan Amerika Serikat 3,9% dari total tenaga kerja.

Blue card ini penting untuk tetap mempertahankan kompetitif tehnologi kesehatan dan industri informatika di Eropa, yang tertinggal dengan perkembangan di AS bahkan Asia seperti Cina dan India. Kebijakan ini diharapkan mengurangi banyaknya tenaga migran Afrika dan Asia yang informal (non skill) yang mencapai angka 85% di negara Uni Eropa saat ini.

Tentu saja menjadi pertanyaan kenapa juga ???

  1. Kebijakan tentang tenaga kerja migran di Eropa selama ini belum seragam dan tidak jelas di setiap negara
  2. Salary yang belum kompetitif disana
  3. Dan belum tercipta permanen residen (seperti green card)
  4. Iklim perkembangan industri IT dan kesehatan yang tidak semaju AS
Hal ini tentu menggembirakan untuk tenaga perawat, dokter dan IT Indonesia baik yang telah dan sedang bermukim dan bekerja di negara Uni Eropa, atau pun merancang bekerja di luar negeri. Sehingga saat ybs telah memiliki Blue Card akan dapat bekerja berpindah di setiap negara yang tergabung dalam EU tsb lebih mudah.

Paling tidak saat ini akan ada peluang untuk perawat Indonesia bekerja di Uni Eropa, sehingga hayalan untuk semakin banyak “menarik keluar” perawat kita untuk berkompetitif semakin besar. Bagaikan sebuah jantung apabila tidak ada sirkulasi pertukaran aliran darah, pasti akan terganggu sistemnya dan menghambat perkembangan keperawatan di Indonesia, semoga …











Monday, October 22, 2007

MELIHAT PEMBEDAHAN SECARA LIVE




Melihat Pembedahan(Operasi Bedah) Secara Live

Kalau kita kebetulan berprofesi sebagai tenaga kesehatan, mungkin kesempatan melihat dan belajar terlibat dalam pembedahan (operasi bedah) dapat diperoleh secara langsung. Namun itupun seandainya kita bekerja di ruang bedah (OT – Operation theatre), atau di gawat darurat.

Sekiranya kita ingin melihat secara langsung hal tersebut, sekarang ini terdapat beberapa website yang memberikan gambaran secara utuh, bahkan hingga terdapat jadual operasinya. Tentu saja hal ini membantu kalangan medis maupun awam untuk dapat melihat secara langsung proses pembedahan.

Meskipun masih menggunakan pengantar berbahasa inggris dan kita mesti mendownload windows media player, tapi sekilas betapa pelayanan kesehatan di Negara Eropa dan AS membuka lebar untuk akses online dalam pelayanan kepada pasien.

Situs layanan seperti www.or-live.com salah satunya membantu kita untuk melihat operasi pembedahan dari bedah major maupun minor. Meskipun dengan pengantar berbahasa inggris, namun penjelasan yang diberikan banyak bermanfaat.

Semoga hal ini memberikan pencerahan kepada banyak tenaga kesehatan di Indonesia untuk semakin menghargai keterbukaan informasi kepada pasiennya. Sebagai bagian dari pembelajaran etika dan ilmu kesehatan di Indonesia.