Showing posts with label Job Order Nurses. Show all posts
Showing posts with label Job Order Nurses. Show all posts

Saturday, February 21, 2009

Saudi Butuh 10.000 perawat tahun 2009


Saudi Butuh 10.000 Perawat Tahun 2009


Jakarta (ANTARA News) - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) melepas 240 perawat binaan PT Amri Margatama ke Arab Saudi, sementara kebutuhan perawat di negara itu masih sekitar 10.000 tahun ini.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati), Nurfaizi saat melepas perawat tersebut di Bekasi, Jabar, Selasa, mengatakan pelaksana penempatan tenaga kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) terus berusaha meningkatkan penempatan tenaga kerja formal ke luar negeri, khususnya disektor perawat, mengingat permintaannya cukup tinggi di Arab Saudi, dan Negara Timur Tengah lainnya, serta masih besarnya peluang di Asia Pasifik.

“Di Arab Saudi saja sedikitnya dibutuhkan 10.000 tenaga perawat tahun ini,” kata Nurfaizi.

PT Amri Margatama hingga saat ini sudah menempatkan 2.193 tenaga perawat ke Arab Saudi dengan upah sekitar sekitar 1.300 dolar AS hingga 1.500 dolar AS per bulan.

Nurfaizi mengungkapkan, tenaga perawat Indonesia cukup diminati oleh pemerintah Arab Saudi, mengingat dari segi keterampilan dan pendidikan sudah sesuai dengan standar yang mereka terapkan. Selain Arab Saudi, saat ini juga ada permintaan dari Yordania, Syria, Kuwait, Jepang, Korsel, Australia, Kanada dan Selandia Baru.

Namun yang menjadi kendala untuk mendorong penempatan tenaga perawat ke luar negeri, kata Nurfaizi, adalah masalah pengetahuan bahasa, dana penempatan serta pengadaan tenaga perawat.

“PPTKIS terkendala dana dan pengadaan tenaga perawat. Karena untuk melatih dan menyiapkan satu TKI hingga penempatan, dibutuhkan biaya sedikitnya Rp10 juta. Belum lagi jumlah tenaga perawat yang dibutuhkan masih kurang karena sudah terserap untuk kebutuhan rumah sakit di dalam negeri,” katanya.

Karena itu, Nurfaizi berharap pemerintah dapat membantu penyediaan dana baik melalui anggaran departemen maupun kucuran kredit untuk penempatan tenaga kerja formal.

“Paling tidak pemerintah bisa menyiapkan SDM dan tenaga instruktur agar target penempatan tenaga kerja formal 50 persen berbanding 50 persen dengan tenaga informal bisa segera tercapai atau paling tidak mendekati,” kata Nurfaizi.

Hadir dalam acara itu Ketua Umum Himpunan Pengusaha Jasa TKI (Himsataki) Yunus M Yamani, Ketua Asosiasi Pengusaha Jasa TKI Asia Pasific (Ajaspac) Ismail Sumaryo dan Ketua Umum Indonesia Employment Agencies Association (Idea) Adri Nelwan.

Sementara itu, Direktur PT Amri Margatama, Said Umar, mengungkapkan pihaknya merekrut perawat yang akan ditempatkan ke Arab Saudi dari seluruh wilayah Indonesia.

“Kami bekerjasama dengan salah satu rumah sakit swasta didaerah untuk perekrutan dan melatihnya selama dua bulan, setelah itu ditarik ke BLK Amri Margatama di Jatiasih untuk dilatih lagi, khususnya penggunaan bahasa Inggris dan Arab,” kata Said.

Untuk biaya perekrutan dan penempatan, Amri menanggung semua biayanya, setelah mereka bekerja di Saudi baru diperhitungkan.









Tuesday, February 10, 2009

Seminar Gratis Peluang Kerja Perawat Indonesia di New Zealand


Seminar Gratis Peluang Kerja Untuk Perawat di New Zealand











Thursday, February 05, 2009

Panduan Biaya Hidup di Kuwait Untuk Perawat Indonesia dan tips investasi dini


Panduan Biaya Hidup di Kuwait untuk Perawat Indonesia dan tips investasi dini

Dalam tahun ini (3 bulan ) mendatang maka Kuwait akan kedatangan 223 orang perawat Indonesia baru yang akan bekerja di MOH (Ministry of Health), dan akan disusul dengan rencana rekrutment kembali perawat Indonesia (test user) di tahun 2009.

Tentu hal ini menggembirakan karena sejak tahun 2003, belum ada lagi penempatan perawat Indonesia baru untuk bekerja di MOH Kuwait. Tentu  dengan harapan, setiap tahun akan ada test berkala untuk perawat kita, sehingga semakin banyak perawat Indonesia yang dapat bekerja di MOH Kuwait khususnya, dan di luar negeri umumnya.

Sejalan dengan pengalaman saya - yang telah 5 tahun bekerja di MOH Kuwait (seperti PNS di Kuwait; under government); maka tentu saja ada suka dan duka yang telah dilalui. Awalnya saya hanya ingin 3 tahun saja bekerja di negara ini, namun ternyata "kebablasan" - mungkin karena ketidaksiapan dalam perencanaan finansial juga.

Untuk itu, saya mencoba memberikan informasi kepada teman2 perawat yang akan datang kesini agar lebih siap dalam perencanaan finansial dan portofolio. Untuk masalah kesiapan lain seperti proses fomalitas dan bahasa, biarlah ada PPNI Kuwait dan PJTKI yang bersangkutan. Saya hanya mengulas bagaimana persiapan biaya hidup dan tips investasi sejak dini; agar tidak seperti seniornya yang banyak "terjebak" termasuk saya tentunya.

Untuk mudahnya saya membagi 2 katagori baik dalam biaya hidup ataupun tips investasi (single/dibawah usia 30 tahun(TIPE A); dan telah berkeluarga/diatas usia 30 thn (TIPE B)).

==================================

1. Biaya Hidup

Dengan asumsi salary/gaji di kisaran 400 KD (minimum). Dan 1 KD = 3,4 U$ = Rp. 38.000,-

Biaya hidup di Kuwait termasuk tinggi ,

anda yang termasuk TIPE A (single/dibawah 30 thn), maka standar biaya hidup per bulan adalah :

a. Kebutuhan Makanan, minuman dan jajan sehari2         (50 KD)*

b. Komunikasi telepon dan internet                                 (25 KD)

c. Transportasi lokal/kuper di flat                                   (5 KD)

d. Baju, hiburan                                                               (20 KD)

Biaya cuti setahun sekali                 (tiket dan oleh2 200 KD - an)

Ket : a* kalau untuk perawat wanita bisa  lebih murah karena disediakan makan di hostel/flat nya.

Untuk Tipe A (Hostel/flat/asrama disediakan gratis dari MOH, dan antar jemput bus hostel ke RS juga gratis enaknya disini).

Jadi Total per bulan rata-rata 100 KD (U$ 340 / 3,8 juta an ). kurang lebihnya untuk single.


Kalau untuk Tipe B (berkeluarga dan anak isteri dibawa);hitung-hitugannya akan sedikit beda.Untuk tipe B ada banyak kriteria, apakah kedua suami-isteri bekerja sebagai perawat di Kuwait/satu orang saja, berapa jumlah tangguan anak/anak ditinggal di Indonesia.

Untuk tipe B kurang lebih nya :

a. Biaya rental Flat min                                                    (100 KD per bulan)

b. Makan per orang 25 KD/head                                        (50 KD)

c. Telekomunikasi dan internet                                          ( 35 KD)

d. Jalan-jalan dan hiburan                                                 (25 KD)

e. Belanja kebutuhan                                                          (25 KD)

f. Transportasi dan kendaraan                                            (50 KD)

Total kurang lebih keluarga tanpa anak : 250 KD per bulan

setara dengan (850 U$ atau Rp. 9,5 juta )

Kalau dengan anak tentu saja ditambahkan dengan makan anak, dan biaya sekolah dan pembantu  (tambahan 100 KD an).

Sebagai pembanding rata2 biaya hidup di Jakarta (single Rp.1,5 - 2 juta/orang dan keluarga Rp. 4 juta).

=============

2. Investasi dan Portofolio

Saya tidak mempermasalahkan biaya hidup di Kuwait karena sifatnya relatif , dan ada yang bisa hemat , atau ada yang boros. Sifatnya sangat  individual.

Kalau anda perawat yang baru di Kuwait, maka akan kena potongan hutang ke PJTKI 100 KDan/bulan (1 - 2 thn), sehingga sisanya katakanlah 200 KD/bulan (utk Tipe A dan Tipe B yang sama-sama berkerja); dan kalau yang tipe B sendiri bekerja (sisa 100 KD an).

Maka portofolio dapat disiasati dengan :

a. Dapatkan extra income di Kuwait /di Indonesia; siasati hindari sewa flat (nyedot uang kita).

b. Disiplin 50 KD/bulan untuk properti (rumah/tanah) targetkan tiap tahun anda berhasil membeli tanah atau rumah. Ini saya dapat saran dari seorang teman di Kuwait yang pakar investasi properti,,disiplin tiap tahun/cuti beli properti katanya, dan memang bisa kalau dihitung-hitung.

c. Tahun pertama coba tabung di tabungan U$/rupiah dan deposito

d. Tahun kedua tetap disiplin b (masuk ke emas/RD/obligasi)

e. Tahun ketiga masuk yang agresif seperti saham

Terkadang saya heran malah porter di RS saya bekerja, rumahnya di Bangladesh bagus. Saat saya tanyakan ternyata  dia bekerja di dua tempat, rumah gratis, makan gratis, ngak jalan2, yah cuti 5 thn sekali, dan tips nya yang gede--wah pantesan saja.

Semua ini saran saja sifatnya, sukarela tidak seperti pajak atau iuran hehehe,,. Maksudnya supaya tidak terjebak seperti saya.

Selanjutnya pilihan terserah anda, mau dihabiskan di Kuwait juga terserah anda. Jalan-jalan ke Libanon,,duit-duit anda;

Jagalah investasi dan tabungan anda pesan saya.

Kita bekerja di Kuwait bukan mencari pengalaman, bukan pula mencari kebahagiaan. Tapi mencari uang dan investasi.

Kalau masih anda memiliki keyakinan mencari bahagia, coba renungkan kembali waktu di Kuwait yang nanti terlampaui; kalau mencari bahagia menurut saya enak di kampung deh....








Friday, January 30, 2009

Remittance TKI 2008 hampir Rp. 96 Trilyun = 1/2 taget surat berharga negara (surat hutang)


Remmitance TKI 2008 hampir mencapai 2 kali lipat dari target Surat hutang negara

JAKARTA. Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat mengatakan, besarnya remitansi (remittance) yang terealisasi selama 2008 sebanyak US$ 8,24 miliar (kurang lebih Rp. 96 trilyun/9,6% dari APBN 2009 yang 1000 trilyunan).


Jumlah tersebut, sambung dia, menunjukkan kalau remitansi TKI setiap tahun meningkat. Pada tahun 2006, remitasi yang dikirimkan hanya US$ 5,56 miliar dan meningkat jadi US$ 6 miliar pada 2007. "Penempatan TKI memberikan implikasi yang positif bagi negara karenanya terus dilakukan pembenahan dalam prosedur pengiriman," ujar Jumhur di gedung DPR, Kamis (29/1).


Namun ternyata sebagian besar remittance ini masih berkutat menjadi dana konsumtif, dan sebagian besar ke investasi tanah/properti. Hal ini mungkin karena masih 95% total TKI kita sebagian besar adalah TKI Informal/PRT yang belum memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang pentingnya investasi. Namun total dana remittance yang mencapai 9% dari APBN tentu saja tidak bisa dianggap remeh, dan terbukti banyak daerah yang berbasis TKI, maka ekonomi daerah tersebut berkembang pesat.

Tenaga perawat saja AS dan Kanada membutuhkan 1 juta perawat sampai tahun 2020, dan Kuwait sendiri masih membutuhkan 12.000 perawat asing saat ini. Perawat termasuk dalam katagori TKI formal dengan pendidikan minimal D3, sama seperti TKI formal yang lain di sektor migas, IT (komputer), penerbangan, perhotelan, pelaut, dan telekomunikasi. 

Namun kita masih kalah dengan Philipina, yang hampir 10% penduduknya bekerja dan menetap di LN, dan rata2 1700 orang perhari berangkat utk bekerja di LN; dengan remittance hampir 2 kali lipat Indonesia. Sehingga ekonomi negara tersebut sangat ditopang oleh TKP (tenaga kerja philipina)nya ; dan sangat mendapatkan fasilitas dan perhatian pemerintahnya.

Bagaimana dengan Perawat Indonesia ???

Animo perawat Indonesia lebih meningkat untuk bekerja di LN, dengan ekspektasi income yang meningkat (rata2 10 - 20 kali lipat dari gaji di Indonesia). Namun dengan masih terbatasnya informasi, kemampuan bahasa khususnya bhs Inggris, rendahnya motivasi dan persepsi setelah lulus bekerja menjadi spt PNS, atau perawat yang tidak jauh dari lokasi tempat tinggal, terkadang masih menjadi hambatan. Contoh data lulusan S1 Kep FIK UI tahun 2000 (hanya 20% saja yang bekerja di LN, ini gambaran PT negeri, bagaimana dengan yang lain)???

Sebenarnya dari Institusi Pendidikan keperawatan sendiri yang masih terkesan setengah hati untuk menempatkan lulusannya bekerja atau magang praktek di Luar negeri (karena alasan biaya mahal). Andai saja misalnya saat praktek mereka mampu melakukan benchmarking, studi banding seminggu saja di misal katakan Phillipina atau Thailland, bahkan Austalia; mungkin si mahasiswa sudah mulai berani dan memiliki pengalaman ke luar negeri; sehingga lebih termotivasi.

Masih banyak STIKES atau AKPER yang mempraktek kan mahasiswanya di RSUD tipe D, puskesmas terpencil, dan RS yang tidak layak menjadi lahan praktek; lebih karena kondisi finansial. Memang investasi mahal, namun untuk meningkatkan jumlah penempatan perawat mestinya STIKES/AKPER dapat bekerja sama juga dengan Depnaker misalnya, jangan hanya pejabatnya saja yang studi banding, justru calon TKI nya yang di studi bandingkan (Ahhh mimpi lagi .........).

================

Pemerintah Tak Akan Kenakan Pajak Penghasilan Ganda Kepada TKI
kontan

JAKARTA. Direktur Jenderal Pajak Darmin Nasution memastikan, kalau pemerintah tidak akan menggenakan pajak penghasilan (PPh) berganda alias double taxation kepada Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri.

Jaminan tersebut dituangkan Darmin lewat peraturan direktur jenderal (Perdirjen) Pajak Nomor 2/PJ/2009 tertanggal 12 Januari 2009 dengan tajuk Perlakuan PPh bagi Pekerja Indonesia di Luar Negeri.

Adapun tenaga kerja dimaksud adalah orang pribadi warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri lebih dari 183 hari dalam jangka 12 bulan. "Pekerja yang dimaksud merupakan subyek pajak luar negeri," ujar Darmin dalam pasal 2 Perdirjen 2/2009.

Dengan demikian, atas penghasilan yang diterima atau diperoleh TKI tersebut sehubungan dengan pekerjaannya di luar negeri telah dikenakan pajak di sana. Jadi, tidak akan lagi dikenakan PPh di Indonesia.

Meski demikian, bila TKI yang dimaksud menerima atau memperoleh penghasilan dari tanah air maka terhadap penghasilan tersebut dikenai PPh sesuai aturan yang berlaku.







Friday, December 05, 2008

Berita atau Rumor : Deportasi 700 perawat Indonesia di Kuwait


Berita atau Rumor : Deportasi 700 perawat Indonesia di Kuwait

Kemarin salah seorang teman saya di Groningen Belanda, yang saat ini aktif di PPNI Pusat mengirimkan email dan menanyakan ke saya tentang berita rencana deportasi 700 perawat Indonesia di Kuwait.

Saya berusaha menjelaskan berita atau rumor tersebut dari sisi saya, dengan mengumpamakan seperti saham : ada bid ada offer, ada rumor ada pula news. Saya katakan bahwa itu rumor dan hoax, kepada teman tersebut. 

Mungkin ada beberapa link klarifikasi di website PPNI Kuwait inna-k.org, dan kontan online.com, serta asal sumber hoax yang muncul di forum kaskus dan inilah.com dan waspada.co.id

Rumor adalah suatu issue yang terkait dengan saham untuk mengangkat dan menjatuhkan harga saham, kadang tidak jelas sumbernya. Misal CPRO mau diangkat ke harga 100 oleh bandar,,kadang kejadian atau kadang tidak sama sekali. Tapi prinsip bahwa market saham mendahului kejadian ada benarnya, market lebih tahu kondisi ekonomi ke depan. Lihat rumor bank century, meskipun korbannya Sdr Erik dari Bahana Sekuritas, namun kejadian bahwa Bank Century diambil alih oleh LPS (lembaga penjamin simpanan) kenyataan kan.

Saya melihat rumor deportasi 700 perawat berkaitan erat dengan verifikasi ijazah perawat Indonesia di Kuwait. 

1. Sebenarnya ada sekitar 100 perawat Indonesia yang sedang diverifikasi, oleh Higher education (Dikti Kuwait) dan masih nyangkut dalam proses verifikasi

2. INNA-K dan KBRI sedang terus mengupayakan penyelesaian dokumen terkait

3. Masalah verifikasi ijazah juga dialami oleh perawat negara lain seperti Philipina, India dan Mesir, jadi tidak hanya Indonesia saja. Bahkan di luar perawat, seperti dokter dan IT.

4. Verifikasi perawat jangan dilihat kepentingan individu, namun kepentingan bersama - mengingat ke depan Kuwait masih banyak membutuhkan perawat asing.

5. Pemerintah seharusnya memperhatikan nasib TKI baik formal maupun informal, jangan dibebankan oleh pungutan-pungutan "tetek bengek". Pemerintah kita maunya untung saja, CPO dibebankan biaya eksport,,setelah jatuh baru dilepas. Sekarang TKI di galakkan untuk di kirim tapi mau dikenakan NPWP untuk bebas fiskal. Aneh bukan??????

Saya melihat contoh pemerintah Philipina, di Kuwait pemerintahnya sampai membuat lobi dan MOU bahwa semua tenaga kerja Philipina baik PRT dan formal minimal gaji 120 KD (setara 5,4 jt). Sementara PRT kita masih 40 KD, namun tak ada tanda-tanda perjuangan Depnaker atau lembaga terkait, malah saya ngak kebayang kalau 80% PRT kita dari 5 juta TKI mesti membayar pajak dan kena NPWP

Akhirnya saya melihatnya bahwa nasib kita yang bisa memperjuangkan adalah kita sendiri, jangan terlalu berharap ke pemerintah atau LSM atau orang lain, karena semua punya kepentingan dan agenda. That's live....

Terus terang saya dan beberapa teman D3 dan S1 keperawatan di Kuwait ,alhamdullillah telah  diakui verifikasi ijazahnya,, terus terang dengan 75% tenaga sendiri dan 25% bantuan pemerintah. Jadi jangan bosan, saya hampir 100 x bolak balik ke Higher education dan saat cuti selalu ke UI, Dikti, Deplu dan Kuwait Embassy di Jakarta. Alhamdullillah semua perjuangan selalu ada hikmah di dalamnya.

Anggap saja rumor itu sebagai bagian bahwa, kita mesti berjuang










Monday, November 17, 2008

Kuwait akan kedatangan 300 Perawat Indonesia Baru di MOH Kuwait


Kuwait akan kedatangan 300 Perawat Indonesia baru di MOH Kuwait

Dalam tahun mendatang, dipastikan Kuwait akan menempatkan 300 perawat Indonesia baru yang nantinya akan bekerja di berbagai RS dan klinik di MOH (Ministry of Health) Kuwait. Setelah pada tanggal 19 - 25 Oktober 2008 yang lalu telah dilakukan test tulis dan wawancara di Indonesia.

Sebagai gambaran bahwa perawat yang bekerja di MOH (under government) sama seperti PNS di Indonesia, sehingga mendapatkan jaminan salary yang pasti antara U$ 1300 - U$1900/bulan, free tempat tinggal, transportasi (antar jemput flat ke RS), asuransi kesehatan, dan jatah cuti min. 40 hari/tahun.

Sebelumnya juga telah bergabung 35 perawat Ambulance Indonesia (lelaki semuanya) di Ambulance MOH Kuwait.

Sekali lagi selamat bekerja dan berkarya, semoga ke depan MOH Qatar, MOH UEA, dan negara di Amerika, Kanada, Eropa, Australia dan Jepang - akan semakin membuka peluang bekerja untuk perawat Indonesia.

Dengan resesi global saat ini, dan perlambatan peluang kerja sebagai perawat di dalam negeri, maka berkarir sebagai perawat profesional di luar negeri adalah satu peluang. Kedepan semakin tingginya level pendidikan keperawatan, akan diimbangi juga dengan semakin turunnya pengangguran perawat terdidik kita.

Mestinya kita bangga karena menyandang label TKI formal, dapat membantu devisa negara dan meningkatkan kesejahteraan kita sendiri. Banyak tenaga ahli Indonesia di sektor migas, IT, Penerbangan, kesehatan, telekomunikasi yang bekerja di luar negeri tentunya akan menambah dinamika kehidupan bangsa.

So...why not you come to Kuwait ???











Wednesday, August 06, 2008

Indonesia Sent 208 Nurses to Japan


Jakarta - Indonesia sent 208 nurses and caregivers for the elderly to Japan on Wednesday as part of bilateral economic partnership agreement between the two countries.


The nurses and caregivers will be placed in hospitals and old age homes in several big cities in the country. The dispatch of the health workers was the first time Japan has accepted a large number of foreign workers in the medical and welfare sector.

After arrived in Japan, the nurses and caregivers for the elderly will be taught Japanese for six months before they are placed into hospitals as nursing assistants, or at nursing care facilities as care workers, officials said.

Those working at hospitals will need to pass the national examination of nurses within three years while those working at nursing care facilities will need to pass the national examination of care workers within four years if they wish to continue working in Japan.

Failure to pass will mean they have to return to Indonesia.
Under the Economic Partnership Agreement (EPA) signed on August 2007, Japan is scheduled to accept 1,000 Indonesian nurses and care workers over a two-year period.

In the first year, Japan is supposed to accept 500 Indonesian nurses.









Sunday, July 27, 2008

Rekrutment Perawat Indonesia ke Kuwait dan Mahasiswa Baru FIK Unpad Kelas Khusus


Rekrutment Perawat Indonesia untuk Bekerja di MOH Kuwait
Dan Mahasiswa Baru FIK Unpad Kelas Khusus di Kuwait

MOH (Ministry of Health) Kuwait saat ini semakin banyak membutuhkan perawat baru, untuk ditempatkan bekerja di beberapa RS dan klinik di Kuwait . Hal ini ditandai akan adanya perekrutan kembali perawat Indonesia di bulan Agustus 2008 ini.

Hal ini sangat positif sekali mengingat minimal 600 perawat baru dari Indonesia akan direkrut dalam jumlah besar, untuk menggantikan banyaknya resign perawat lama. Yang tahun lalu saja mencapai 400 orang dari berbagai negara.


Hanya saja saat ini Kuwait membutuhkan lebih banyak S1 Keperawatan (BSn) - yang notabene masih sedikit untuk kebutuhan dalam negeri, namun kedepan menjadi peluang besar. Saat ini salary/gaji S1 Keperawatan lulusan Indonesia telah disamakan dengan lulusan BSn dari negara lain, selama proses administrasi penyetaraan ijasahnya dapat segera terpenuhi.

Dilain pihak sebagian besar 99% perawat Indonesia yang bekerja di Kuwait saat ini (ada yang lebih dari 15 tahun) masih sebagian besar berlatar belakang lulusan D3 keperawatan. Sehingga program e - learning FIK Unpad, yang kemarin pada tgl 19 - 20 Juli 2008 mengadakan test masuk kelas khusus di Kuwait adalah salah satu upaya inovatif meng-upgrade jumlah BSn Indonesia di Kuwait. Tentu saja sambil menunggu kedatangan BSn Indonesia yang baru.

Hanya sayangnya - saya masih melihat banyak teman2 SKep/SKp yang masih ragu dan beropini bahwa bekerja di luar negeri adalah pilihan akhir. Well.... buat saya dan beberapa teman, bekerja di luar negeri adalah satu pengalaman yang sangat berguna, kenapa tidak dicoba dalam kerangka mencari pengalaman.

Hidup adalah pilihan...., yesterday was history - tommorow mistery and today is blessing
Thats my suhu tell

Selamat kepada 30 mahasiswa baru FIK Unpad
Kelas Khusus S1 Keperawatan FIK Unpad TA 2008/2009 di Kuwait
yang telah dinyatakan lulus ujian Seleksi Ujian Masuk.


Selamat belajar dan terus belajar










Saturday, December 22, 2007

Japan to accept 1000 Indonesian Nurses in 2008




Japan to accept 1,000 nurses, care workers from Indonesia: report



TOKYO (AFP) - Japan will accept 1,000 nurses and health care workers from Indonesia from as early as next year under a free trade pact to help ease the country's shortage of such staff, a report said Saturday.

The move will mark the first time Japan has brought in foreign nurses and care workers on a full-time basis, the Nikkei business daily said.

For two years from April, Japan will annually accept 200 licensed nurses and 300 certified care workers, the newspaper said.

If the programme is well received, the figures may be increased for the third year, the Nikkei said.

Nurses will be limited to staying for three years and care workers for four years on their Indonesian certificates and licences. But they can extend their stay by passing Japanese nursing exams or receiving Japanese caregivers certificates.

The workers will work as assistants at hospitals and nursing care facilities after receiving language training.

The economic pact, signed in August, has already been approved in Indonesia, while Japan's government submitted the measure to the legislature earlier this month with an eye to approval in the current Diet session or early next year.

A similar effort is underway to employ workers from the Philippines, but the economic partnership agreement with that country has yet to take effect, the paper added.

The Japanese health ministry estimates the nation needs 40,000 more nurses, while the shortage is estimated to reach 450,000 to 550,000 by 2014, the Nikkei said.

Versi Indonesia di detik.com

Tokyo - Jepang akan mengimpor 1.000 perawat dan tenaga kesehatan asal Indonesia untuk menambal kekurangan tenaga kesehatan di Jepang. Program tersebut rencananya akan dimulai awal tahun 2008.








Monday, October 29, 2007

Uni Eropa Akan Memberlakukan Blue Card Untuk Perawat




Uni Eropa Akan Memberlakukan “Blue Card” Untuk Perawat


BLUE CARD V GREEN CARD

Blue Card

Does not give permanent residency

Valid up to two years, renewable

Allows holders and families to live, work and travel in EU

Applicant must have one-year EU job contract with salary of three times minimum wage

Permanent residency automatic after five years

Green Card

Gives holder permanent residency

Valid for 10 years, renewable

Allows holder to live, work and travel in the US

Five channels to seek a card: employment, family links, a lottery, investment, or resident since before 1972

Holders can become US citizens after five year

27 negara yang tergabung dalam Uni Eropa sedang merancang keluarnya kebijakan baru untuk menarik minat masuknya tenaga migran professional seperti perawat, dokter, insinyur dan IT. Saat ini mereka sedang menggodok ratifikasi kebijakan “blue card (seperti “green card”) yang berlaku di Amerika Serikat. Sehingga nantinya tenaga migran professional tersebut, berhak mendapatkan permanen residen untuk bekerja di negara-negara Uni Eropa.

Kebijakan ini ditempuh guna mengurangi stigma bahwa Uni Eropa tidak ramah terhadap tenaga migran asing professional, dan mengurangi terjadinya brain drain di Eropa. Dengan rencana ini diharapkan dalam 2 dekade mendatang , 20 juta tenaga migran professional termasuk perawat dari Asia, Afrika dan Amerika Latin akan masuk bekerja di sana.

Sementara sebuah riset dari Universitas Stanford memperkirakan hampir ½ pekerja di Silicon Valley, AS adalah tenaga migran asing. Yang menandakan banyaknya tenaga IT, sebagai contoh yang bekerja di Amerika Serikat saat ini. Sementara hanya 0.9% tenaga kerja migran professional di Uni Eropa, bandingkan dengan jumlah di Australia mencapai 9,9%, Kanada 7,3% dan Amerika Serikat 3,9% dari total tenaga kerja.

Blue card ini penting untuk tetap mempertahankan kompetitif tehnologi kesehatan dan industri informatika di Eropa, yang tertinggal dengan perkembangan di AS bahkan Asia seperti Cina dan India. Kebijakan ini diharapkan mengurangi banyaknya tenaga migran Afrika dan Asia yang informal (non skill) yang mencapai angka 85% di negara Uni Eropa saat ini.

Tentu saja menjadi pertanyaan kenapa juga ???

  1. Kebijakan tentang tenaga kerja migran di Eropa selama ini belum seragam dan tidak jelas di setiap negara
  2. Salary yang belum kompetitif disana
  3. Dan belum tercipta permanen residen (seperti green card)
  4. Iklim perkembangan industri IT dan kesehatan yang tidak semaju AS
Hal ini tentu menggembirakan untuk tenaga perawat, dokter dan IT Indonesia baik yang telah dan sedang bermukim dan bekerja di negara Uni Eropa, atau pun merancang bekerja di luar negeri. Sehingga saat ybs telah memiliki Blue Card akan dapat bekerja berpindah di setiap negara yang tergabung dalam EU tsb lebih mudah.

Paling tidak saat ini akan ada peluang untuk perawat Indonesia bekerja di Uni Eropa, sehingga hayalan untuk semakin banyak “menarik keluar” perawat kita untuk berkompetitif semakin besar. Bagaikan sebuah jantung apabila tidak ada sirkulasi pertukaran aliran darah, pasti akan terganggu sistemnya dan menghambat perkembangan keperawatan di Indonesia, semoga …











Monday, August 20, 2007

NCLEX in Manila News Video







Test NCLEX di Manila, Philipina - Memudahkan Perawat Indonesia untuk langsung mengikuti Test NCLEX. Kalau Perawat Philipina per tahun 15.000 orang yang mengikuti test ini, mudah-mudahan setiap tahunnya Indonesia mencapai 10% nya (1.500) orang-nya. Sekarang mungkin masih di bawah 100 orang, wah sebuah tantangan dan peluang.









Friday, August 03, 2007

Asian Nurses Anchor The Industry





Asian Nurses Anchor the Industry

Asian Americans are changing the face of nursing significantly in Southern California. About 15 percent of registered nurses in San Diego are Asian or Pacific Islander, compared to 12 percent of the total population.

SAN DIEGO -- The face of nursing is changing significantly in San Diego and elsewhere in Southern California. According to a survey by NurseWeek earlier this year, 15 percent of registered nurses in San Diego are Asian or Pacific Islander, compared to 12 percent of the total population.

At Kaiser, the ratio is double that. Of 1,565 nurses working for Kaiser Permanente in San Diego, a third, or 528, are Asian, according to Kaiser spokesperson Sylvia Wallace. And at UCSD Medical Center, where Crystal Hsaio works, the majority of nurses on her floor are Asian or Pacific Islander.

"When people see an Asian face they feel more comfortable," said nurse Hsiao, a native of Taiwan, adding that having someone available to translate for a patient can be critical. So is awareness of cultural differences. For example, some nationalities believe that washing a mother and baby after birth can be harmful to both by changing the temperature of the body and thereby altering the chi or flow of energy which, in turn, prevents elimination of toxins. Nurses need to know how to deal with a variety of cultural views such as that.

"Even if we are not the same (in nationality), we are more open-minded about cultural differences," Hsaio said. While the nationwide average of Asian Pacific Islander nurses, according to the NurseWeek survey, is still only 4 percent but increasing, Southern California has become a magnet for nurses from Pacific Rim countries.

While less and less Americans are enrolled in nursing, more and more nurses are emigrating or being recruited from countries such as India, Taiwan, China, and even Korea. The largest source, however, remains the Philippines.

Training as a nurse in the Philippines and coming to work in America is a tradition that began in the 1970s and 1980s, according to Ben Macapugay, spokesperson for Paradise Valley Hospital in Southeast San Diego.

Quality of labor and quality of training is another factor. The Philippines is known to produce more nursing graduates and have more nursing schools than any other country in the world – 186 with the combined ability to graduate 20,000 nurses a year, according to Dr. Jaim Z. Galvez-Tan of the University of the Philippines in Manila.

Supply also dictates salary. In the Philippines, a nurse can expect to earn between $150 and $250 a month. In the United States, where demand is greater, salaries range from $3,000 to 4,000 and often come with signing bonuses, according to Galvez-Tan.
Coming from a poor country makes coming to the United States an easy choice to make, especially when many people in the Philippines already have family here.

"People prefer places like San Diego, where they already have relatives," said John Pasamonte, a recruiter for International Nurses Solutions, one of many companies recruiting foreign nurses for U.S hospitals.Patt Mareschal, lead nurse at Fallbrook Hospital's Medical Surgical Unit, who has spent 30 years in the profession, sees an even greater shift.

For one, nurses have to work more effectively with fewer resources, caring for sicker patients for shorter periods of time. Their responsibilities extend well past a patient's general health and often include sociological and psychological issues, such as domestic violence or mental illness, according to Mareschal.In addition, today's nurses are older; the average age is 46. And they are increasingly male – 6 percent nationwide.

Despite the economic advantages, becoming a nurse in the United States isn't all that easy. No matter how well trained, foreign nurses must pass the NCLEX (National Council for Licensure Examination) and must demonstrate a proficiency in English. Still, the number of nurses passing the NCLEX exam rose to 16,490 in 2003, nearly double what it was in 2001, according to NurseWeek. Many believe a large part of that is the level of education supplied by such institutions as UCSD and United Education Institute of San Diego and El Cajon, which offers, among other things, training for medical assistants, pharmacy technicians and dental assistant, in addition to nursing careers.

For a hospital, the attraction of Asian and Pacific Islander nurses is two-fold: one cultural, one economic. "There is no question that cultural diversity is important, said Wallace. "At Kaiser we work hard to provide faces and cultures that reflect the community at large."
Culture aside, there is a critical need for skilled nurses, period.

"The nursing crisis is grave and only growing worse. Nationwide, there are 130,000 nursing vacancies, a deficit that is expected to double in the next five years. By 2012 it will be 1.1 million," said Pasamonte.

Here in this country, nursing school enrollments have dropped 16 percent in the last five years because of other opportunities opening up, according to Mareschal. "There are new avenues for women now. We no longer have to go the teaching, nursing route," she said.

Meanwhile, those trained as nurses don't always stay in the profession. Many leave in their 20s and 30s to raise families or to pursue other careers. Others go on to related careers such as nurse practitioners or physician assistants.

For their part, the nursing schools are working hard to respond to the crisis, but it has not been easy. "We can't get educated students fast enough," said Dottie Crummy, head of the nursing program at Point Loma Nazarene University. "All the nursing programs in the city are filled to more than capacity. This year we took in an extra five students. Last year we took in 10, and we still had to turn away qualified students."

While the vast majority of students in nursing programs are native born, a high percentage are Asian – a sharp change from past years. "The majority of our students were white Anglo-Saxon Protestants," said Crummy. "Now, Filipino/Pacific Islanders are our largest ethnic group, followed by Asians, then Hispanic."Many of the Filipinos, she added, are the children and nieces of the nurses who came here to practice their profession 20 or 30 years ago.

Michelle Capati, a nursing student at Grossmont College is one of them. When asked why she wants to be a nurse, her answer is simple: "My Mom."Capati's mother has been a nurse for more than 20 years, logging 12-hour shifts seven days a week. But she wouldn't have it any other way, her daughter said.

Hard work or the capacity for hard work may be another reason Asians and Pacific Islanders are swelling the nursing ranks."The Philippines is a third world country. People there are used to stress and hardship, Pasamonte said, adding that "Asians are also known for their compassion."
Mareschal agrees: "They work hard and are generous, caring people."

from :
news.newamericamedia.org







Thursday, August 02, 2007

NCLEX Examinations Scheduling Opens July 13, 2007, for Philippines Test Center



NCLEX Examinations Scheduling Opens July 13, 2007, for Philippines Test Center
NCSBN will begin NCLEX testing in Manila, the capital city of the Philippines, at the international Pearson Professional Center on Aug. 23, 2007. Scheduling for examination appointments will begin on July 13, 2007.


Contact: Dawn M. Kappel
Director of Marketing and Communications
312.525.3667 direct
312.279.1034 fax
dkappel@ncsbn.org

CHICAGO - The National Council of State Boards of Nursing, Inc. (NCSBN) will begin NCLEX testing in Manila, the capital city of the Philippines, at the international Pearson Professional Center on Aug. 23, 2007. Scheduling for examination appointments will begin on July 13, 2007.

The Manila site was chosen in February by the NCSBN Board of Directors because of the deep commitment shown by the Philippine government to ensuring a secure test center. The placement of a test site in the Philippines will allow for greater customer service to nurses without compromising the goal of safeguarding the public health, safety and welfare of patients in the U.S.

Intended for the purposes of domestic nurse licensure in U.S. states and territories, all security policies and procedures currently used to administer the NCLEX examination domestically will be fully implemented at this new site. Administration of the NCLEX examination abroad does not contradict or circumvent any current board of nursing process or requirement.

All international candidates are required to apply to the board of nursing in the state or territory where they wish to be licensed before registering for the NCLEX examination. The NCLEX examination fee for all candidates is $200. Candidates who elect to take the NCLEX at an international site pay an additional $150 when they schedule their examination. State and territorial NCLEX examination fees remain at their current levels and are not being used to subsidize the international testing initiative.

Offered abroad since January 2005, the current international sites for NCLEX examinations are in London, England; Hong Kong; Sydney, Australia; Toronto, Montreal, and Vancouver, Canada; Frankfurt, Germany; Mumbai, New Delhi, Hyderabad, Bangalore, and Chennai, India; Mexico City, Mexico; Taipei, Taiwan; and Chiyoda-ku and Yokohama, Japan.

The National Council of State Boards of Nursing, Inc. (NCSBN) is a not-for-profit organization whose membership comprises the boards of nursing in the 50 states, the District of Columbia and four U.S. territories.

Mission: The National Council of State Boards of Nursing (NCSBN), composed of Member Boards, provides leadership to advance regulatory excellence for public protection.

source link :
https://www.ncsbn.org/1282.htm








Saturday, June 30, 2007

Test NCLEX sudah bisa di Philipina, Kapan Jakarta Menyusul ???


Test NCLEX sudah bisa di Philipina, Kapan Jakarta Menyusul ???

NEW YORK – The Philippines is now an accredited international testing site for the National Council Licensure Examination (NCLEX), the Philippine Consulate General in New York announced here. Passing the NCLEX is required by the United States National Council of States Board of Nursing (NCSBN) of foreign nursing graduates who want to practice in the US.

In a report to the Department of Foreign Affairs in Manila, Consul General Cecilia Rebong said the Philippine Nurses Association of America (PNAA) actively lobbied before the NCSBN to make the Philippines one of the testing sites.

The lobby group was reportedly composed of representatives from cities with a high concentration of Filipino nurses like New York, New Jersey, Florida, Michigan and California.

NCSBN is a non-profit umbrella organization composed of nursing boards in 50 US states and in five other US territories -American Samoa, Guam, Northern Marianas, Puerto Rico and the Virgin Islands.
Rebong said the NCSBN initially refused to accredit the Philippines because of “concerns over peace and order” and the “need to maintain the integrity of the exams."

NCSBN also indefinitely put on hold the country’s application as an NCLEX test site because of the leaks provided some examinees in the June 2006 nursing board exam.

The Department of Labor and Employment last month said that almost 10,000 of the 17,000 passers will have to re-take tests three and four of the licensure exams in June or December.
Rebong said PNAA had lobbied for the accreditation of the Philippines for five years before it was finally approved last February.

The month before that, NCSBN had announced the opening of testing sites in Taiwan, Japan, Australia, India, Mexico, Canada and Germany.
Rebong said the NCSBN okayed the inclusion of the country among the testing sites after seeing the Philippine government’s “deep commitment to ensuring a secure test center in Manila" and its responsiveness to NCSBN concerns.

Details of the NCLEX examinations in the Philippines are yet to be announced.
Filipinos form the bulk of NCLEX examinees with an annual count of over 35 percent (or 9,000) taking the exams in the 1990s. Before the country’s accreditation, examinees have had to fly to the nearest testing site in Saipan, Guam and spend $200 for the exam fee and $600 for fare, board and lodging.








Saturday, June 16, 2007

Contoh Membuat Resume Kerja RN



Contoh Membuat Resume Kerja Perawat Dalam Bahasa Inggris

Untuk membantu rekan profesi untuk aplikasi kerja sebagai RN secara online berikut adalah contoh resume kerja sebagai perawat dalam bahasa Inggris :

Elisa Wong, RN, BSN
Phone: (626) 379-6686 sampleemail@yahoo.com
16898 Queens Boulevard, Alhambra, CA 91754

Work Experience

Registered Nurse, Neuro-Surgical Department (including NICU), Jinghua Municipal Central
Hospital, Jinghua City, Zhe-Jiang Province, China (June 1993 – May 2005)
Job responsibilities:
• Senior Charge Nurse (main responsibility)
 Leading other RNs to Perform Total Nursing Care (mainly in NICU)
• Infection Control Supervisor and Controller (Neuro-surgical Department)
 Routine check on disinfected items and equipments
 Enforcing the infection control procedures
 Finding the causes and sources of spreading infection in order to control it and prevent from happening again.
• Clinical Instructor
 Giving clinical practice instruction to the student nurses from local colleges
• Administrative work
 Supervision and evaluation of other staff nurse’s nursing skills

Education



1997 - 2001 Nursing College Diploma,
Zhe-Jiang University, Jinghua City (Zhe-Jiang Province, China)

1990 - 1993 Nursing School Diploma,
Jinghua Health School, Jinghua City (Zhe-Jiang Province, China)

Certificates And Licenses

• California Registered Nurse License, California Board of Registered Nursing, 2005
• Basic Life Support for Healthcare Provider (CPR), El Monte, 2005
• Registered Nurse, China, 1993

Seminars and Trainings

• Intra-Hospital Infection Control, Jinghua Municipal Central Hospital, China
• Scientific Research and Design on Nursing Jinghua Municipal Central Hospital, China
• Advanced ICU nursing, Jinghua Municipal Central Hospital, China
• Low Body Temperature’s Treatment and Nursing, Jinghua Municipal Central Hospital, China

References

Available Upon Request










Wednesday, May 30, 2007

Nurses Jobs Vacancy : Exciting Career Opportunities at the American Hospital Dubai

Exciting Career Opportunities at The American Hospital Dubai

Kebetulan saya mendapatkan majalah The Nursing Post tentang peluang karir dan pendidikan untuk tenaga perawat Internasional. Salah satu RS di Dubai (American Hospital Dubai) dengan kapasitas 143 tempat tidur, melayani kasus perawatan akut, medikal dan bedah memiliki misi untuk memberikan standart pelayanan terbaik di Dubai dan telah diakreditasi JCIA (The Joint Commission International Accreditation) membutuhkan perawat untuk :

1. OR Nurse (Perawat ruang operasi)

2. Post Anastesia Care Unit
3. ICU Nurse
4. Midwives (Bidan)
5. MEDICAL SURGICAL (Orthopedic experience) staf nurse
6. Head nurse MED SURG -1 (Orthopedic exerience preferred)
7. ER Nurse (Perawat Ruang Gawat Darurat)
8. Cardiothoracic Nurse
9. Nursing Supervisor
10. Paramedic (ACLS certified)
11. Cardilogy tehnicians
12. Ultrasound techincians, Radiographers, MRI dan CT Techinicians (Non Perawat)

Fax aj Resume kamu ke : + 971-4-336-0068 (Dalam bahasa Inggris tentunya)
atau email ke careers_nurse@ahdubai.com
atau kunjungi websitenya www.ahdubai.com

Sayangnya tidak ada penjelasan tentang berapa gaji, fasilitas, peluang karir dsb. Tapi kalau ingin tahu coba saja email dan kirim resume/CV nya.











Saturday, May 26, 2007

Belajar Soal NCLEX - 1



Belajar Soal NCLEX – 1

Answer this question !!!

A 43-year-old African American male is admitted with sickle cell anemia. The nurse plans to assess circulation in the lower extremities every 2 hours. Which of the following outcome criteria would the nurse use?

A. Body temperature of 99°F or less

B. Toes moved in active range of motion

C. Sensation reported when soles of feet are touched

D. Capillary refill of <>

The client is admitted with left-sided congestive heart failure. In assessing the client for edema, the nurse should check the:

A. Feet

B. Neck

C. Hands

D. Sacrum

Kalau anda mahasiswa perawat atau Perawat di Indonesia yang penasaran dengan Soal NCLEX , jawab aja dan isilah di link berikut :

25 soal dengan jawabannya

www.testprepreview.com


Pasti SUSAH yah,
Naikkan level anda 10 x lipat dengan 250 soal dengan jawaban dan rasional :

www.examcram2.com

Selamat Belajar dan Berjuang untuk 50 Perawat Indonesia di Kuwait yang sedang Belajar NCLEX, Hope You Pass it !!!

Btw Thks for Novita, Elizabeth, Made dan Shelly (4 Perawat Indonesia di Kuwait yang telah lulus NCLEX-RN dan mau membagi Ilmunya),,, masih sabar saya nunggu Gelombang II – karena hujan badai debu kemarin

Source From :

www.filipinonurse.blogspot.com(Blog Perawat Philipino di Amrik)











Monday, May 21, 2007

Kiat Mencari Pekerjaan Perawat Secara Online

Kiat Mencari dan Melakukan Aplikasi Online
Lowongan Kerja Perawat Di Luar Negeri



Sebenarnya saat ini kita sebagai perawat Indonesia semakin terbantu dengan perkembangan informasi melalui internet, khususnya lowongan pekerjaan perawat di luar negeri. Hanya saja perawat kita belum terbiasa dan belum memahami bagaimana mencari dan melakukan aplikasi (lamaran pekerjaan) lewat online. Dan ini dapat dilakukan untuk melakukan lamaran pekerjaan di dalam negeri, namun sekali lagi menurut saya ada baiknya semakin banyak perawat Indonesia dapat menimba pengalaman bekerja di luar negeri .

Sebagian besar perawat Indonesia bekerja di luar negeri melalui PJTKI, Program G-G (Government to Government) atau Universitas – Universitas (Twinning Program/Bridging Program). Ada pula beberapa perawat yang secara individual berani masuk bekerja di luar negeri, dengan menggunakan visa studi/belajar, visa kunjungan/visa turis, atau bahkan menikah dengan WNA.


Saat ini kita dapat pula mencoba melakukan aplikasi online via internet dengan beberapa cara, dan kiat yang perlu sedikit diketahui.

1. Mencari website/portal job aplikasi di luar negeri
• Mudahnya kita mencari saja lewat search engine google, yahoo atau MSN
• Ketik nurses jobs in USA, misalnya (sesuai negara yang dituju)
• Sesuaikan dengan minat, salary dan fasilitas yang ditawarkan, kemampuan bahasa inggris kita, dan lebih bagus telah ada kontak person (sponsor) di Negara ybs.
• Setelah dapat website tersebut mis :
http://www.jobsdb.com/
http://www.jobindo.com/
http://www.karir.com/
• Masukkan website tersebut dalam favorit (Internet explorer) atau bookmarks (Firefox, Opera, Netscape) anda supaya memudahkan untuk login berikutnya
• Kemudian usahakan login menjadi members, umumnya gratisan semua dan buat password yang mudah diingat, usahakan sama untuk semua website, dan bedakan dengan password email kita.
• Buatlah login ID sesuai nama anda dan buat email juga sesuai nama anda ,misal : Tukul Arwana (login id) dan email yang digunakan : tukularwana@yahoo.com atau tukularwana@gmail.com
• Hindari penggunaan id yang palsu atau bias dengan nama kita (terkait dengan kredibilitas)

2. Buat CV (Curiculum Vitae)/Resume kita
Dalam membuat resume/CV sebaiknya kita jujur dan usahakan sesuai dengan dokumen yang kita miliki. CV sebaiknya pula ada yang berbahasa Indonesia dan ada juga yang berbahasa Inggris. Dalam CV anda dianjurkan mencantumkan :
  • Riwayat Pekerjaan
  • Riwayat Pendidikan
  • Alamat, telepon, fax, email dan website/blog anda
  • Cantumkan gaji dan fasilitas yang diinginkan
  • Cantumkan Company profile anda sebelumnya

3. Naikkan Level Pekerjaan
Dalam mencari pekerjaan sebagai perawat saran saya coba kita naikkan level (terkecuali untuk fresh graduate), misalnya : dari segi gaji/salary, cari gaji yang 2 kali lipat dari gaji anda sekarang ini. Atau apabila sebelumnya staf perawat (staf nurse), cari jabatan sebagai supervisor/Kepala Ruangan (umumnya gaji akan mengikuti). Demikian pula semisal kita bosan bekerja di tempat lama, maka sebaiknya mencari pekerjaan baru yang lebih menantang, misal keluar negeri. Ada teman saya yang menyebutkan NURSE IS YOUR PASPORT.

Kapan lagi kita bisa travelling (mendapatkan uang), sekolah lagi di LN, belajar bahasa Inggris dan mempelajari budaya asing – Lewat Profesi Perawat kita bisa, kenapa juga tidak dimanfaatkan dan mencobanya.

4. Tetap Mencari Peluang Off line
Rajin berkunjung ke Kedubes Asing di Jakarta, Mencari info di Depnaker, PJTKI, dan berhubungan dengan teman-teman perawat di luar negeri juga menjadi jalan masuk untuk bekerja di luar negeri. Namun semuanya tekad dan motivasi lah yang terpenting semuanya.

BERIKUT Website untuk Perawat :
http://www.learn4good.com/jobs/index.php?language=english
www.nursingjobs.org/
www.nursing-jobs.com/
www.nursing-jobs.us/




















Wednesday, May 16, 2007

RN



Registered Nurses (RN)

Significant Points

  • Registered nurses constitute the largest health care occupation, with 2.4 million jobs.
  • About 3 out of 5 jobs are in hospitals.
  • The three major educational paths to registered nursing are a bachelor’s degree, an associate degree, and a diploma from an approved nursing program.
  • Registered nurses are projected to create the second largest number of new jobs among all occupations; job opportunities in most specialties and employment settings are expected to be excellent, with some employers reporting difficulty in attracting and retaining enough RNs.

Nature of the Work

Registered nurses (RNs), regardless of specialty or work setting, perform basic duties that include treating patients, educating patients and the public about various medical conditions, and providing advice and emotional support to patients’ family members. RNs record patients’ medical histories and symptoms, help to perform diagnostic tests and analyze results, operate medical machinery, administer treatment and medications, and help with patient follow-up and rehabilitation.

RNs teach patients and their families how to manage their illness or injury, including post-treatment home care needs, diet and exercise programs, and self-administration of medication and physical therapy. Some RNs also are trained to provide grief counseling to family members of critically ill patients. RNs work to promote general health by educating the public on various warning signs and symptoms of disease and where to go for help. RNs also might run general health screening or immunization clinics, blood drives, and public seminars on various conditions.

RNs can specialize in one or more patient care specialties. The most common specialties can be divided into roughly four categories—by work setting or type of treatment; disease, ailment, or condition; organ or body system type; or population. RNs may combine specialties from more than one area—for example, pediatric oncology or cardiac emergency—depending on personal interest and employer needs.

Working Conditions

Most RNs work in well-lighted, comfortable health care facilities. Home health and public health nurses travel to patients’ homes, schools, community centers, and other sites. RNs may spend considerable time walking and standing. Patients in hospitals and nursing care facilities require 24-hour care; consequently, nurses in these institutions may work nights, weekends, and holidays. RNs also may be on call—available to work on short notice. Nurses who work in office settings are more likely to work regular business hours. About 23 percent of RNs worked part time in 2004, and 7 percent held more than one job.

Nursing has its hazards, especially in hospitals, nursing care facilities, and clinics, where nurses may care for individuals with infectious diseases. RNs must observe rigid, standardized guidelines to guard against disease and other dangers, such as those posed by radiation, accidental needle sticks, chemicals used to sterilize instruments, and anesthetics. In addition, they are vulnerable to back injury when moving patients, shocks from electrical equipment, and hazards posed by compressed gases. RNs who work with critically ill patients also may suffer emotional strain from observing patient suffering and from close personal contact with patients’ families.

Training, Other Qualifications, and Advancement

In all States and the District of Columbia, students must graduate from an approved nursing program and pass a national licensing examination, known as the NCLEX-RN, in order to obtain a nursing license. Nurses may be licensed in more than one State, either by examination or by the endorsement of a license issued by another State. Currently 18 States participate in the Nurse Licensure Compact Agreement, which allows nurses to practice in member States without recertifying. All States require periodic renewal of licenses, which may involve continuing education.

There are three major educational paths to registered nursing: A bachelor’s of science degree in nursing (BSN), an associate degree in nursing (ADN), and a diploma. BSN programs, offered by colleges and universities, take about 4 years to complete. In 2004, 674 nursing programs offered degrees at the bachelor’s level. ADN programs, offered by community and junior colleges, take about 2 to 3 years to complete. About 846 RN programs in 2004 granted associate degrees. Diploma programs, administered in hospitals, last about 3 years. Only 69 programs offered diplomas in 2004. Generally, licensed graduates of any of the three types of educational programs qualify for entry-level positions as staff nurses.

Many RNs with an ADN or diploma later enter bachelor’s programs to prepare for a broader scope of nursing practice. Often, they can find a staff nurse position and then take advantage of tuition reimbursement benefits to work toward a BSN by completing an RN-to-BSN program. In 2004, there were 600 RN-to-BSN programs in the United States. Accelerated master’s degree programs in nursing also are available. These programs combine 1 year of an accelerated BSN program with 2 years of graduate study. In 2004, there were 137 RN-to-MSN programs.

Employment

As the largest health care occupation, registered nurses held about 2.4 million jobs in 2004. About 3 out of 5 jobs were in hospitals, in inpatient and outpatient departments. Others worked in offices of physicians, nursing care facilities, home health care services, employment services, government agencies, and outpatient care centers. The remainder worked mostly in social assistance agencies and educational services, public and private. About 1 in 4 RNs worked part time.

Job Outlook

Job opportunities for RNs in all specialties are expected to be excellent. Employment of registered nurses is expected to grow much faster than average for all occupations through 2014, and, because the occupation is very large, many new jobs will result. In fact, registered nurses are projected to create the second largest number of new jobs among all occupations. Thousands of job openings also will result from the need to replace experienced nurses who leave the occupation, especially as the median age of the registered nurse population continues to rise.

Much faster-than-average growth will be driven by technological advances in patient care, which permit a greater number of medical problems to be treated, and by an increasing emphasis on preventive care. In addition, the number of older people, who are much more likely than younger people to need nursing care, is projected to grow rapidly.

Earnings

Median annual earnings of registered nurses were $52,330 in May 2004. The middle 50 percent earned between $43,370 and $63,360. The lowest 10 percent earned less than $37,300, and the highest 10 percent earned more than $74,760. Median annual earnings in the industries employing the largest numbers of registered nurses in May 2004 were as follows:
Employment services U$63,170
General medical and surgical hospitals U$53,450
Home health care services U$48,990
Offices of physicians U$48,250
Nursing care facilities U$48,220


Many employers offer flexible work schedules, child care, educational benefits, and bonuses.
http://www.bls.gov/oco/ocos083.htm














Sunday, May 13, 2007

Yayasan AMRI membutuhkan Perawat Untuk Saudi Arabia



Yayasan Amri Membutuhkan Segera 250
Perawat Untuk Direkrut dan Ditempatkan
di Rumah Sakit Saudi Arabia.



Apabila anda seorang Perawat Lulusan D3 (minimal lulusan tahun 2004) atau S1 (minimal lulusan 2006), bisa berbahasa Inggris, perempuan, anda akan mendapat gaji bersih/bulan di RS Saudi Arabia mulai dari $800 sampai dengan $1300. Cuti 45 hari /tahun diberi ticket pesawat pulang pergi.

Pendaftaran gratis dibuka setiap hari kerja dari jam 9:00 – 15:00

di alamat :
Yayasan Amri – Balai Latihan Kerja Perawat
Jl. Ganceng (Belakang PT Amri Margatama, jl. Raya Keranggan No. 6.)
Jatisampurna, Bekasi 17433
Telp.: (021) 8449635, (021) 70991737 , (021) 7098 3795, (021) 7098 3796
Fax: (021)8449629
Email: info@yayasan-amri.com atau amri_nurse@cbn.net.id
Website: www.yayasan-amri.com

Yayasan Amri telah memberangkatkan lebih dari 625 perawat ke Saudi Arabia sejak angkatan I, dari tahun 2002 sampai sekarang.