Showing posts with label Nursepreneurs. Show all posts
Showing posts with label Nursepreneurs. Show all posts

Saturday, December 13, 2008

KONTRADIKSI PERAWAT "PINTAR" VS PERAWAT "LEMOT"



KONTRADIKSI PERAWAT "PINTAR" VS PERAWAT "LEMOT"
Sebenarnya apapun profesi kita, maka diperlukan satu kecerdasan dalam berpikir dan berbuat. Demikian juga kita sebagai perawat. 
Namun kadangkala itu semua tidak berhubungan langsung dengan level/jenjang pendidikan keperawatan kita. Bukan berarti saya tidak bangga dengan semakin tingginya jenjang pendidikan perawat saat ini. Dimana kita ketahui sekarang ini saja ,perawat Indonesia sudah ada yang mencapai gelar "professor in nursing". Bahkan di UI saja (FIK UI) telah membuka pendidikan selevel S3 (Doktor in Nursing).
Kontradiksi perawat "pintar" vs perawat "lemot". Saya tersenyum sendiri saat tanpa sengaja mencari kata kunci (search key word) - "perawat saham". Ada blog ini juga di pencarian tersebut, namun malah saya lebih tertarik membaca 2 link artikel yang terkait dengan perawat "pintar" vs perawat "lemot" tadi.
Saya akan angkat kisah kontradiksi perawat tersebut, agar kita tetap belajar supaya "pintar".
ADA 2 artikel yang saya dapatkan 
1. Headline artikelnya sederhana namun menyesakkan, dengan judul :
Sekelumit artikelnya :
Beberapa perawat di Rumah Sakit Haji Adam Malik (RSHAM) tertipu ratusan juta oleh seorang oknum dokter. Usai mengelabui banyak korban, sang pelaku menghilang. 

Wajah-wajah para perawat di Rumah Sakit Haji Adam Malik, Medan, tampak panik dan bingung. Saat ditemui NOVA Sabtu (10/2), mereka juga terlihat tegang dan kusut. Ada apa gerangan? Para perawat itu baru saja jadi korban penipuan seorang dokter PPDS (Praktik Pendidikan Dokter Spesialis) di rumah sakit itu.

Perawat yang tertipu di antaranya,
Mery Lusiana Skep (35), Korlenta Panjaitan Skep, Lerni TM Pakpahan Skep, Maringan Purba SKM, Mariati Tambunan Skep, Melvina Marpaung Skep, Miarda Lumban Raja, Rospita Pane, Skep, Samdiana Skep, dan Drs Biller Hutagalung. Mereka ditipu Prasetya, dokter yang tengah mengambil spesialisasi bedah di rumah sakit itu.

Lerni dan kawan-kawannya
diiming-imingi menanam saham bisnis minyak dengan salah seorang warga Arab yang diakui kerabat Prasetya. Mereka dijanjikan keuntungan besar dan berlipat ganda dari saham yang mereka tanamkan. Bujukan ini membuat para perawat tak segan menanamkan modal dengan jumlah besar. Tak tanggung-tanggung total kerugian mencapai Rp 922 juta.
==================
2. Kemudian saya mendapatkan artikel lain di keyword yang sama, dan membanggakan juga. Karena ada seorang perawat bernama Paula Widiastuti, MSM - seorang wanita berlatar belakang pendidikan SPK, kemudian sekolah bidan dan SE dan MSM dari FEUI.
Kesibukan lain yang beliau kerjakan saat ini adalah asisten dosen di Pasca Sarjana Manajemen Ilmu Manajemen UI dan rutin pula mencoba kesempatan baru di Internet Marketing sebagai adsenser.

Sebuah KONTRADIKSI BUKAN???
Silahkan analisa sendiri, saya enggan berkomentar karena bercampur rasa bangga dan kasihan. Dan kembali kalau anda para "trader" akan tersenyum geli membaca artikel yang berbeda tadi.
Intermezo,,,,,









Monday, October 06, 2008

Belajar dari Bang Zainal : Eks Q8 nursepreneurs, Omset 10 juta perhari


Belajar dari Bang Zainal : Eks Q8 nursepreneurs , Omset 10 juta perhari

Nursepreneurs - perawat enterpreneurs, sering pastinya kita mendapatkan cerita bahwa si A, sekarang hebat deh kerja di Amrik gajinya wah jadi RN, atau si B kerja jadi perawat perusahaan "NoOne" di gulf country -- selepas dari Q8. 

Buat saya itu tidak terlalu bermakna, kerja dimanapun sama saja, dinamikanya akan sama.

Secara kebetulan saya membaca cerita Bang Zainal di blog tetangga Adan : Perwira Kuwait dan link dengan ceritanya di detik news. Sebenarnya saya tidak mengenal bang zainal secara langsung, namun sebagai contoh nursepreneurs asal eks perawat Kuwait patut dijadikan teladan.

Itulah cara berpikir akan berbeda setiap orang, saya  banyak belajar mengamati perawat yang sukses dari bekerja di ruangan, sampai dia berhasil memiliki universitas ternama. Saya tidak pernah mengamati perawat yang berpindah kerja sampai sukses jadi CEO,,,terus terang tidak tertarik mengamatinya -- meskipun gelarnya bertumpuk-tumpuk.

Saya ingat saat masa kuliah, pasar proyek senin adalah tempat kami hunting emblem, beli piala, medali, kaos, cetak mencetak, dsb -- disanalah sekarang bang zainal berbisnis dengan omset mencapai Rp. 10 juta perhari. Artinya bahwa seorang perawat tidak mesti setia menjalani profesinya selalu, yang terpenting suatu saat kita ingat bahwa dari perawat kita bisa berhasil ---tapi bukan menjadi orang gajian, malah kita bisa menggaji orang.. NURsePreneurs

Belajarlah dari Bang Zainal .......










Tuesday, July 15, 2008

Kuwait Dinar Semakin Kuat



KD (Kuwait Dinar) Semakin Kuat terhadap US

Di awal tahun 2004 KD diperdagangkan di kisaran 3,4 U$ per Kuwait Dinar, sedangkan saat ini 1 KD = U$ 3,77. Sebuah hal yang tentu saja menggembirakan kepada sebagian besar WNI dan teman2 yang bekerja di Kuwait (TKI red..).

Namun tentu saja ini diimbangi dengan tingginya inflasi dan kenaikan harga barang yang ada di Kuwait saat ini. Lantas bagaimana prediksi kedepan ??? Dapatkah KD bisa breakout di level U$ 4 per 1 KD. Semua tergantung ekonomi global dan keadaan timur tengah secara geo politik, terutama pasokan minyak bumi dunia.

Let's wait and see









Saturday, December 15, 2007

Mempersatukan Komunitas Blog Kesehatan Di Indonesia





Mempersatukan Komunitas Blog Kesehatan Di Indonesia

Blog kesehatan adalah blog yang dibuat dan ditujukan untuk menyebarluaskan informasi dan masalah yang terkait dengan bidang kesehatan di Indonesia. Saat ini sebenarnya saya tidak memiliki data berapa sebenarnya jumlag blog kesehatan di Indonesia.

Terkadang blog kesehatan tidak selalu dikelola oleh tenaga kesehatan (dokter, perawat, skm, dsb), namun terkadang juga oleh masyarakat awam yang tertarik dan berminat/pemerhati dalam bidang kesehatan.

Dilain pihak, mungkin mempertemukan kesemuanya menjadi satu kekuatan dalam meningkatkan upaya penyebarluasan informasi kesehatan melalui internet adalah bukan hal yang mudah. Interest, jarang bentang lokasi, peminatan dsb – terkadang membuat mempersatukan bukan hal yang mudah.

Sebenarnya hal itu tetap memungkinkan, mengingat semua saat ini serba mungkin saja. Dari saya pribadi, ada keinginan suatu saat misalnya bahwa blog kesehatan yang ada dapat berkumpul dalam satu wadah.

Bagaimanapun kalau bersatu akan lebih kuat,,, so ???

Saya melihat misalnya lewat blog lines kesehatan Dani Iswara,,, wah banyak juga.
Dengan harapan kami2 yang jauh ini, dapat bersilaturahmi langsung (copy darat) some day and some how, misalnya saja dalam Pesta Blogger – ada komunitas Blog Kesehatan nantinya, Insya Allah.

Sekedar usul saja misalnya nama : Sehat-I (Sehat Indonesia), atau yang lain, dan kalau soal Komando dll, Saya mah “melu” saja – dan daftar duluan.

Semoga ……










Wednesday, December 06, 2006

DRUG'S FOR HEART (TOMBO ATI)

This is a very popular traditional Javanese Islamic folksong that is known throughout the archipelago. The tune is believed to have originally been introduced by Sunan Muria of the "Wali Songo": the nine Javan Sufi Saints who were the first Muslim missionaries on Java. Its lyrics promote the virtues of daily recitation of the Qur'an, the merits of Qiyyam al-Layl, being in the company of the righteous, fasting on a regular basis, and making much remembrance of Allah Most High (dhikr), all of which are considered to be "Remedies for the Heart," which is the original meaning of the song title. This tune may have been a means of introducing and socializing the creed of Islam in what was then a predominantly Hindu society.
Listen song Tombo Ati
OR U CAN KLIK

(Drug's for Heart)
Tombo Ati


Tombo ati iku ono limang perkoro

Kaping pisan moco Qur'an sakmaknane

Kaping pindo Sholat wengi lakonono

Kaping telu wong kang sholeh kumpulono

Kaping papat weteng iro engkang luwe

Kaping limo dzikir wengi ingkang suwe

Salah sakwijine sopo biso ngelakoni

Insya Allah Gusti Pangeran ngijabahi



The remedy for the soul (the heart) consists of five affairs:

The first is to read the Qur'an and to reflect on its meanings

The second is to prostrate oneself; body and soul, in prayer in the middle of the night

The third is to surround oneself with the company of the pious

The fourth is to endure hunger (by fasting)

The fifth is to never be weary of Dhikr

Should one be able to devote oneself in any of the above, God-willing, one's fate (affairs) will be taken care of
Translated by Annisa A. Rochiad
From :
http://www.islamonline.net/


Tuesday, December 05, 2006

NURSEPRENEURS


Berani Menjadi "Nursepreneur"

("Entrepreneur" Perawat

Atau Perawat "Entreprenuer")

Perawat adalah sebuah profesi bidang kesehatan yang saat ini memiliki peran terdepan dalam memberikan tatanan pelayanan kesehatan di Indonesia. Namun tak bisa dipungkiri juga bahwa kesejahteraan seorang perawat penting sekali, agar pelayanan asuhan keperawatan yang diberikan kepada klien/pasien dapat berhasil optimal.

Dilain pihak perkembangan profesi lain diluar bidang keperawatan semakin maju semisal kedokteran, kesehatan masyarakat/public health, dsb. Lebih karena mereka terus melakukan transformasi dan lebih cepat memodifikasi makna sebuah "profesi" itu sendiri.

Ada sebuah harapan baru tentang profesi perawat di Indonesia, yang dapat dikembangkan dalam upaya alternatif solusi "pengangguran terdidik" perawat Indonesia. Saat ini upaya penempatan perawat di luar negeri altenatif utamanya, dalam upaya meningkatkan kesejahteraan perawat. Namun ada yang sedikit terlupakan dan justru telah banyak dilakukan profesi lain yakni sebuah kata "entrepreneur", yang diterapkan secara nyata.

Namun ada yang menarik perhatian saya, saat melihat sebuah tema yang diangkat dalam salah satu seminar. Seminar nasional bertajuk "Nursing Entreprenueurship – Membangun Jiwa Entrepreneur Perawat" yang dilaksanakan oleh sekelompok mahasiswa keperawatan. Ini bisa jadi merupakan refleksi, sebuah harapan baru yang mereka coba angkat.

Memahami kata "Entreprenuer" dalam keperawatan

Ada satu perasaan aneh saat membaca satu testimoni dari Danielle D. Shapiro, RN, BSN, CMSRN, Legal Nurses Chairman - Shapiro Medical Legal Consulting Las Vegas, NV yaitu " Saya sangat senang masuk dalam Nurse Entrepreneur Network (NEN) sebuah kelompok "Nursepreneurs.". Dia menyatakan kepuasaannya setelah menyelesaikan sebuah teleclass "Get Clients Now !" – sebuah kelas program yang dibuat oleh NEN untuk meningkatkan minat perawat di Amerika dalam bidang kewirausahaan.

Tentu saja dengan rata-rata basic salary/gaji pokok U$ 20 – U$ 40/hour (kurang lebih kalau dikonversikan Rp. 180.000,- – Rp. 360.000,-/jam) untuk seorang RN di Amerika Serikat, dengan keahlian dan gelar Danielle - apa mungkin masih kurang untuknya. Sehingga ada pertanyaan yang lantas bergulir; bagaimana mungkin dengan income sedemikian Danielle masih melakukan aktifitas tersebut ?

1 ) http://www.nurse-entrepreneur-network.com/index.php

Entrepreneur sebuah kata berasal dari bahasa Perancis yang bermakna sebagai seseorang yang melakukan dan mengoperasikan kegiatan enterprise (perdagangan) atau venture(bisnis) yang terkadang dikaitkan dengan pengambilan resiko. Dalam konteks yang lebih luas terkadang entrepreneur disinonimkan dengan "founder". Secara umum entrepreneur selalu dikaitkan dengan bisnis, namun sebenarnya tidak selalu. Seorang entrepreneur adalah pembuka cakrawala baru atau membentuk pelayanan jasa/produk dalam market baru., baik itu bersifat profit ataupun non profit. Prof W.Long menyebutkan istilah dari bahasa jerman "unternehmer", dan "unternehmergeist" (spirit of entrepreneurship).

Sebagian besar kita telah mengenal diluar negeri nama seperti Bill Gates (Microsoft Founder), Oprah Winfrey (entertainment), Martha Steward (media, dan kerajinan rumah), dsb. Atau di Indonesia nama-nama seperti Martha Tilaar, Tantowi Yahya, dsb-nya. Mereka adalah sebagian kecil saja dari entrepreneur, karena dalam artian yang lebih luas terdapat istilah-istilah politikal entrepreneur, bisnis entrepreneur, atau market entrepreneur. Memang semuanya akan lebih dikaitkan dengan model kapitalisme ala barat.

Sekarang yang menjadi pertanyaan apakah mungkin perawat yang memang berkonotasi dengan bentuk pelayanan memberikan asuhan keperawatan terhadap pasien yang sedang menderita sakit, mampu menerapkan aspek entrepeneur ? Jawab saya ya bisa – menjadi NURSEPRENEURS.

John G. Burch menuliskan, Entreprenuer memiliki sifat :

  1. Berhasrat mencapai prestasi
  2. Seorang Pekerja keras
  3. Ingin bekerja untuk dirinya
  4. Mencapai kualitas
  5. Berorientasi kepada Reward dan Kesempurnaan
  6. Optimis
  7. Berorganisasi
  8. Berorientasi kepada keuntungan

2 ) http://en.wikipedia.org/wiki/Entrepreneur

Sehingga seandainya ada seseorang yang berprofesi apapun dia, asal menerapkan 8 aspek sifat entrepreneur dalam kehidupan sehari-harinya maka dapat dikatagorikan sebagai entrepreneur, termasuk seorang perawat. Menurut saya mudahnya adalah seorang perawat yang memiliki jiwa wirausaha.

Kenapa jiwa wirausaha penting saat ini untuk semua profesi sekalipun, lebih karena berapapun penghasilan kita maka pemenuhan 4 kuadrant penghasilan (employee, self employee, bisnis dan investasi ) versi Robert T Kiyosaki?? adalah mutlak.

Kiat Menjadi Nursepreneur

Seorang nursepreneur dapat menjadi nurse entrepreneur atau menjadi nurse intrapreneur. Seorang perawat entrepreneur adalah seorang perawat yang menjalankan wirausaha-nya sendiri atau dengan beberapa teman dalam bisnis keperawatan. Sebaliknya seorang perawat intrapreneur adalah seorang perawat yang menjalankan "bisnis" dalam divisi atau bagian dari satu perusahaan yang telah ada.

Menjadi seorang intrapreneur lebih aman, mendapatkan karir, dan dapat melangkah menjadi entrepreneur. Tentu saja ini berbeda dengan apa yang umumnya perawat lakukan, dan bukan bekerja di RS yang tentu saja yang secara alamiah bukan tempat "berbisnis".

Ketrampilan dan karakter perawat yang diperlukan berbeda sekali, mesti memiliki semangat wirausaha, memulai sendiri, bertanggung jawab secara keuangan, mencoba hal baru, dan berani. Anda sebagai perawat juga dituntut memiliki jiwa sales, customer services, budgeting, forecasting dan manajemen.

3) http://www.nurse-entrepreneur-network.com/public/151.cfm

Secara mudahnya lebih baik menjadi perawat intrapreneur dulu saja, sambil bekerja dalam satu institusi bisnis atau sambil bekerja sebagai perawat, namun memiliki usaha sampingan di bidang wirausaha. Setelah kita yakin siap, maka bisa langsung terjun dalam entrepreneurship – bisnis sendiri.

Kiat utamanya menurut saya yah - Bismillah, dimulai saja, mencoba, berani beresiko, dan jangan banyak mikir untuk menjadi perawat intrepreneur. Sebagai contoh banyak teman-teman perawat disini (di Kuwait – red) yang kalau ditanyakan apakah ingin bekerja sebagai perawat kembali di Indonesia nanti (saat resign), lebih banyak menjawab TIDAK. Sehingga banyak dari mereka yang telah merintis berbagai jenis usaha – bisa berhubungan dengan dunia keperawatan/kesehatan atau bahkan tidak sama sekali.

Banyak teman perawat yang selalu setiap annual leave (cuti tahunan) mulai merintis membuka bidang usaha baru, yang entah dikelola keluarga/teman, atau membuat kontrakan, transportasi, buka toko obat, bisnis fotocopy, makanan, property, wartel/warnet, usaha komputer, service hp, bengkel, dsb. Mereka memiliki keyakinan bahwa dalam bidang pekerjaan apapun, yang namanya income harian, mingguan, bulanan, tahunan dan "dadakan", serta income antar negara (income di LN dan di Indonesia ) semuanya penting terpenuhi..

BACA : http://wirausahakita.blogspot.com/

Bekerja di LN juga menurut saya adalah langkah awal menjadi nursepreneur kalau kita berpikir seperti itu, mengembangkan kewirausahaan dimanapun kita berada. Memang seandainya penghasilan sebagai perawat di LN mencapai 10 x lipat rata-rata penghasilan perawat di Indonesia, mungkin akan menjadi liabilitas kalau kita tidak SMART. Dengan mengembangkan wirausaha dan investasi kita di Indonesia, maka mungkin saja bekerja menjadi perawat di LN adalah ASET.

Saturday, September 23, 2006

VIRTUAL NURSING : NEW ISSUE ENTREPRENEUR NURSE FOR INDONESIAN NURSES




Virtual Nursing
The Internet is bringing new jobs – and issues – to nursing


By Cathryn Domrose
January 24, 2000
Illustration: William Jacoby/Corbis

From :

http://www.nurseweek.com/features/00-01/netnurse.html


After 23 years of working in nursing homes and home health care, Marian Eure, RN, decided to put her expertise online. As an Internet "guide" for About.com, a network of general interest Internet sites, she helps elderly clients navigate the Web, runs online forums for seniors, and writes short articles on topics such as violent crime and aging.

For the past six months, the San Antonio nurse has worked 10 to 15 hours a week as the About.com guide to senior health, in addition to her full-time job at an insurance company. "The part of nursing that I really love is getting the information out," Eure said. "I think nurses are on the front line for giving health information to people."

For specialists and generalists

As it has for every other profession, the Internet has opened up new opportunities for nurses. Nurses are working as consultants to online healthcare companies, answering questions in chat rooms, helping design Web pages, and even offering information on their own Web sites. They are doing what many say nurses have always done best: giving out good health information in ways the average person can understand. In the meantime, healthcare observers and regulators are trying to figure out how the Internet will shape the future of nursing, as well as how to apply age-old regulations to a new medium.

Some Net nurses have salaries or long-term contracts with Internet health companies while others work as consultants for several different companies. Most work at home—one of the Internet's biggest perks. Pay varies from $100 to run a chat room for an hour to salaries that nurses say are comparable to hospital positions. Many work online to supplement teaching or clinical practice. Job descriptions vary from day to day and week to week.

"I really don't have a set job description," said Ann Marie Giusto, RN. The Walnut Creek, Calif., nurse is chronicling her pregnancy on Helios Health's pregnancy and infant care Web site and working as a liaison between Helios and medical centers. "I really can make the position what I want."

Regulations fuzzy

Giusto had little computer experience when Helios hired her a few months ago. She could surf the Net and use a basic word-processing program. But the company liked the fact that she had set up an air emergency flight program when she lived in New Mexico. They liked the idea that she was pregnant and open to sharing her day-to-day experiences with other expectant mothers.

"Nurses understand the holistic approach," said Gina Wade, MS, RN, an assistant clinical professor at the University of San Francisco School of Nursing, who teaches consumer informatics, a new field in nursing. "We are the domain experts. It's an obviously natural place for us on the Internet."

Nurses say they are careful about what they say on the Internet. It's illegal for them to practice any form of nursing in states where they are not licensed. But they can give out general information the way that health columnists do in magazines and newspapers. Most online companies have disclaimers saying information on their sites should not be considered medical advice. If patients need medical advice, Wade said, nurses refer them back to their primary care providers. But an online nurse can suggest ways for patients to talk to the primary care provider so that both understand, she said.

The undeniable future

Internet nursing isn't for everyone. Wade, who has worked as a consultant for several online companies, said she loves it, but would be bored doing nothing else. Others say they miss the face-to-face patient contact. A nurse who wants an Internet job needs to be a bit of an entrepreneur, said Leslie Nicoll, PhD, RN, an associate research professor at the University of Maine College of Nursing in Portland, and editor of Computers in Nursing.

"You need to be more into the business mentality, which is difficult for many nurses," she said. "Kind of blowing your own horn."

The concept of health care on the Internet is growing fast and constantly changing. Issues like licensing, ownership of information, and patient privacy will loom larger as more hospitals and clinics begin communicating directly with patients through computers.

"The patients will start to use the Internet as a component of interacting with their healthcare provider," said Nicoll. "I really think we're getting to the point where computers are less of a novelty and they're just there."


ME JUST DREAMING ON....ITS

Thursday, August 10, 2006

Nursing Joke's - Bosen Ahhh Serius Melulu


Doctors & 3 Nurses

Three doctors and three nurses are traveling by train to a conference. At the station, the three doctors each buy tickets and watch as the three nurses buy only a single ticket. "How are three people going to travel on only one ticket?" asks a doctor.

"Watch and you'll see," answered a nurse. They all board the train. The doctors take their respective seats but all three nurses cram into a restroom and close the door behind them. Shortly after the train has departed, the conductor comes around collecting tickets. He knocks on the restroom door and says, "Ticket, please."

The door opens just a crack and a single arm emerges with a ticket in hand. The conductor takes it and moves on. The doctors saw this and agreed it was quite a clever idea. So after the conference, the doctors decide to copy the nurses on the return trip and save some money (being clever with money, and all that). When they get to the station, they buy a single ticket for the return trip. To their astonishment, the nurses don't buy a ticket at all. "How are you going to travel without a ticket?" says one perplexed doctor.

"Watch and you'll see," answered a nurse. When they board the train the three doctors cram into a restroom and the three nurses cram into another one nearby. The train departs. Shortly afterward, one of the nurses leaves his restroom and walks over to the restroom where the doctors are hiding. He knocks on the door and says, Ticket, please."

Nurse Hell!


A Doctor dies and goes to hell. The devil greets him and tells him that since he was doctor, and did some good that he could choose his eternity. The devil opens the first door, there are doctors hanging from their ankles being whipped by demons. "Oh my God, I don't want that", the doctor replies. The devil opens a second door to reveal doctors on fire being chased by huge beasts. "That one is even worse!" says the doctor, getting more nervous. The devil opens a third door to reveal doctors in lounge chairs being served tropical drinks by gorgeous, scantily clad nurses. "Sign me up for that eternity!" the doctor states. The devil then slams that door and says, "You can't go there, you weren't supposed to see that." The doctor states why can't I go there? The devil replies, "Well.... that's nurse hell."

Author Un known