Showing posts with label Nursing Education. Show all posts
Showing posts with label Nursing Education. Show all posts

Wednesday, February 18, 2009

Daftar Trader dan Investor Saham di Kuwait, dan Daftar Nama Mahasiswa S1 Keperawatan e-learning Kuwait FIK Unpad TA 2008/2009




Daftar Trader dan Investor Saham di Kuwait

Berikut adalah nama-nama trader dan investor saham di Kuwait yang akan mencoba merintis SOFTIKA (Stock - Forex Trader and Investor Indonesia- Kuwait Association). Dengan tujuan mulia  meningkatkan pemahaman dan pengenalan tentang "trading dan investasi" saham dan forex kepada perawat dan WNI di Kuwait. 

Teman - teman ini ada yang sudah aktif membuka account di beberapa sekuritas di Indonesia, dan memiliki saham , serta aktif dalam mempelajari trading saham dan forex.

1. Aldy

2. Cewan

3. Ahmad

4. Abu Sofie

5. Budi

6. Yogi

7. Hendri

8. Ajid (sdh resign)

9.Asep (sdh resign)

10. Bambang (sdh resign)

11. Hans Hanafi

12. Bejo (khaitan)

13. Budi (khaitan)

14. Irfan

15. Bergie

16. Jay

17. Edik Fred

18. NorMan

19. Dudi (innak)

20. Dance, Pur, Edi dan beberapa trader forex perawat di Rigae (5-10 orang).

Insya Allah akan berkembang terus,,sehingga suatu saat saham dan forex menjadi satu hal yang biasa dalam iklim investasi bagi perawat di Kuwait.

Komunitas ini akan membentuk kelas belajar TA dan FA ,,, dalam perdagangan saham dan forex dan forum kumpul-kumpul. 









Daftar Nama Mahasiswa Kelas e - learning FIK Unpad Kuwait TA 2008/2009

Ada 24 mahasiswa yang telah hampir menyelesaikan semester I (gasal)  kelas S1 Keperawatan FIK, menunggu yudisium  Unpad (akan masuk semester II). Target  3 semester lulus (wisuda tahap akademik).

1. Dudih Hidayat - NPM (No.pokok mhs Unpad)  220111080025

2. Ridwan J - 0026

3. Hamra Yulizar - 0027

4. Noerleli - 0028

5. Ekawati Prasetya  - 0029

6. Sandi Efendi  - 0030

7. Mahfud - 0031

8. Ulul Azmi - 0032

9. Asep Maekel - 0033

10. Antok Hermawan - 0034

11. David M Abdillah - 0035

12. Hernawati H - 0036

13. Iin Inardi - 0037

14. Wahidno - 0038

15. Bisri M - 0039

16. Anang Rachyudi - 0040

17. Sudiryo - 0041

18. Toni Sumardi - 0042

19. Retno Dwi H - 0043

20. Eko Priyanto - 0044

21. Rinta Bangun - 0045

22. Luzni Novita - 0046

23. Vefi Agustin - 0048

24. Sardi - 0049

 Selamat anda telah jadi pendobrak sistem, terus giat belajar, dan siap-siap kita ketemu wisuda di Jatinangor, Bandung Unpad 2010. Semua bisa asal kita yakin dengan mimpi-mimpi kita,,,tidak ada yang tidak mungkin.

U will success all ...

"Success is a state of mind. 
If you want success, start thinking 
of yourself as a success."
 

Tahun ini FIK Unpad insya Allah akan menerima kembali minimal 50 mahasiswa baru Angkatan kedua program S1 Keperawatan FIK Unpad kelas e-learning Kuwait. Seleksi akan dilangsungkan di Kuwait bersamaan dengan jadual SMUP Unpad tahun 2009






Sunday, December 21, 2008

Birokrasi dgn Trader - tidak akan pernah nyambung


BIROKRASI DENGAN TRADER - TIDAK AKAN PERNAH NYAMBUNG

Birokrasi adalah Burue = meja, kartia = pemerintah.

Birokrasi = pelayanan pemerintah yang diberikan dari meja ke meja.Government By Bureus yaitu pemerintahan biro oleh aparat yang diangkat oleh pemegang Kekuasaan baik dalam organisasi formal publik maupun privat ( Rigss )

Birokrasi sebagai tipe ideal organisasi konsep organisasi rasionalistik melalui aktivitas kolektif .
Birokrasi sebagai sifat pemerintahan yang kaku, bertele-tele tuduhan yang negatif terhadap instansi yang berkuasa Biropatologi.

Islamy (1998:8), birokrasi di kebanyakan negara berkembang termasuk Indonesia cenderung bersifat patrimonialistik : tidak efesien, tidak efektif (over consuming and under producing), tidak obyektif, menjadi pemarah ketika berhadapan dengan kontrol dan kritik, tidak mengabdi kepada kepentingan umum, tidak lagi menjadi alat rakyat tetapi telah menjadi instrumen penguasa dan sering tampil sebagai penguasa yang sangat otoritatif dan represif.

Sedangkan Trader artinya : cukup dengan satu komputer, disatu meja atau hp dengan akses internet. Namun dapat menjalankan berbagai fungsi jual dan beli. Kalau memungkinkan tidak perlu meja.

Namun ujung2nya BIROKRASI atau TRADER adalah mendapatkan KEUNTUNGAN SEBESAR2NYA. Ini saja yang sama.

Terus terang saya bukan tipe Birokrat, dan selalu berpikir simple.

Di sekitar bulan Agustus 2008, kebetulan ada seorang ibu di salah satu intitusi pemerintahan yang mendapatkan dana programnya dalam bentuk mata uang U$ dollar. Jumlahnya cukup banyak hampir mencapai U$ 50.000 (kurs Rp. 9.300/U$ saat itu) atau setara dengan 465 juta kalau dirupiahkan.

Si Ibu itu konsultasi-lah dengan saya "wah mas lagi ramai2nya KPK nih (Komisi Pemberantasan Korupsi), jadi sulit juga". Apanya yang sulit saya katakan waktu itu sekedar saran saya untuk membuka saja account U$ dollar dengan nama institusi. Saya hanya menyarankan (Sebagai TRADER) untuk menahan U$ tersebut, mengingat biasanya bulan desember rupiah cenderung melemah terhadap U$, karena jatuh tempo hutang luar negeri. 

Alih2 akhirnya si Ibu sebagai birokrat menghindari korupsi, yang menurut saya kalau membuka account U$ bukan korupsi asal dengan nama institusi/korporasi.

Andai saja ibu itu ikut saran saya,,,keuntungan selisih kurs yang diperolehnya sudah mencukupi budget kebutuhan program selama 6 bulan. Alih2 sekarang mengeluh wah tekor,,,,saya geleng2 saja inilah BEDA MENTAL TRADER DGN BIROKRAT,,ngak akan pernah nyambung meskipun tujuannya SAMA2 CARI PROFIT.

Trader tidak akan penah menyerah, sekalipun pernah bangkrut pasti bangkit lagi.

Birokrat kalau gagal, dia akan cari program baru, bisnis baru. dan KEBIJAKAN BARU.







Saturday, November 17, 2007

56 menit 16 detik menonton live bedah ceasar (Cesarean Section) heheheheheheh

Asiknya atau Ngerinya Nonton Langsung 56 menit 12 detik Bedah Ceasar (Cesarean Section) Live di Hartford Hospital

Hampir 22% wanita bersalin di Amerika serikat melahirkan dengan bedah ceasar, sejumlah 1,2 juta pembedahan di AS yang umum di tahun 2005. Di Indonesia sendiri angka tersebut lebih mencengangkan dimana hampir 30% di beberapa RS, bahkan ada yang mencapai 80%.

Mungkin masih banyak bumil yang menginginkan persalinan normal dan itu lebih baik. Namun ada pula yang dengan alasan tidak medikal causa (tanpa alasan medis) menghendaki SC. Entah dengan alasan tidak ingin sakit, tetap original, praktis dsb.
Hanya saja :


(Klik gambar) atau link di bawah !!!

SILAHKAN NONTON DULU BEDAH SC LIVE (56 menit 12 detik )
Mungkin menjadi pertimbangan deh,,,




Harus kah selalu SC ???







Monday, October 22, 2007

MELIHAT PEMBEDAHAN SECARA LIVE




Melihat Pembedahan(Operasi Bedah) Secara Live

Kalau kita kebetulan berprofesi sebagai tenaga kesehatan, mungkin kesempatan melihat dan belajar terlibat dalam pembedahan (operasi bedah) dapat diperoleh secara langsung. Namun itupun seandainya kita bekerja di ruang bedah (OT – Operation theatre), atau di gawat darurat.

Sekiranya kita ingin melihat secara langsung hal tersebut, sekarang ini terdapat beberapa website yang memberikan gambaran secara utuh, bahkan hingga terdapat jadual operasinya. Tentu saja hal ini membantu kalangan medis maupun awam untuk dapat melihat secara langsung proses pembedahan.

Meskipun masih menggunakan pengantar berbahasa inggris dan kita mesti mendownload windows media player, tapi sekilas betapa pelayanan kesehatan di Negara Eropa dan AS membuka lebar untuk akses online dalam pelayanan kepada pasien.

Situs layanan seperti www.or-live.com salah satunya membantu kita untuk melihat operasi pembedahan dari bedah major maupun minor. Meskipun dengan pengantar berbahasa inggris, namun penjelasan yang diberikan banyak bermanfaat.

Semoga hal ini memberikan pencerahan kepada banyak tenaga kesehatan di Indonesia untuk semakin menghargai keterbukaan informasi kepada pasiennya. Sebagai bagian dari pembelajaran etika dan ilmu kesehatan di Indonesia.








Monday, May 28, 2007

Belajar NCLEX-2 (7 Kota Baru Tempat Ujian NCLEX)


Please Answer This Question :

The client admitted 2 days earlier with a lung resection accidentally pulls out the chest tube. Which action by the nurse indicates understanding of the management of chest tubes?

a. Order a chest x-ray

b. Reinsert the tube

c. Cover the insertion site with a Vaseline gauze

d. Call the doctor

A client being treated with sodium warfarin has a Protime of 120 seconds. Which intervention would be most important to include in the nursing care plan?

a. Assess for signs of abnormal bleeding

b. Anticipate an increase in the Coumadin dosage

c. Instruct the client regarding the drug therapy

d. Increase the frequency of neurological assessments

Di tahun lalu, ada 7 tempat Kota baru untuk dapat melakukan test NCLEX-RN (International testing sites for NCLEX-RN) yaitu : Australia, India, Jepang, Mexico, Canada, Jepang dan Taiwan. Sebelumnya mengikuti London, Hongkong dan Seoul - tahun ini pun Manila merencanakan menjadikan tempat test NCLEX-RN. Bagaimana yah dengan Jakarta ??? Mudah-mudahan bisa segera terwujud.

Sebenarnya ini memungkinkan dengan banyaknya perawat yang mengikuti NCLEX dari Asia (5 besar : Philipina, India, Korea, Meksiko dan Kuba). Sehingga mungkin saja kebijakan perekrutan perawat untuk negara maju akan bergeser melirik Asia. Mudah mudahan ini menjadi sebuah tantangan untuk perawat Indonesia sendiri dan lembaga terkait di Indonesia, memanfaatkan peluang yang ada. Meskipun ada juga sebuah tantangan dengan banyaknya negara tetangga yang menjadi kompetitor kita.


Tips Belajar NCLEX lewat Google books :
Search google books lewat :
www.google.books.com
search NCLEX : disitu teman-teman dapat mempelajari banyak buku NCLEX dan soal-soalnya Gratisan (sayang tidak bisa di download atau copy paste).

Dan buat perawat Indonesia yang ada di Kuwait, kalau ingin mendapatkan Buku NCLEX (Hard text original + CD soal) dapat mencoba membeli di Muthana Center city, Toko Buku Al Jarir Hawally (Kadang dapat diskon 10%, saya pernah mendapatkan Kaplan NCLEX cuma 2 KD wah seru original + CD nya),  atau coba cari di Toko Buku Kedokteran di Kuwait Medical Association (KMA) di Jabriya, dekat Mubarak Hospital/Blood Bank, kadang murah juga disana (10 - 30 KD). Ada lagi sebenarnya di Kuwait University, tapi saya belum dapat menemukannya, selamat mencari deh !!!




Thursday, May 17, 2007

BEP Menjadi PERAWAT : Jangan Mau Dibayar UMR



BEP Menjadi Perawat : Sebandingkah Dengan Income kita ???? Jangan Mau Dibayar(+- 10% UMR) !!

Perawat saat ini adalah satu profesi yang sedang dicari di Negara-negara maju dengan adanya nursing shortage. Di Kuwait sekalipun profesi ini dihargai dengan baik dengan income yang termasuk dalam kelas menengah. Dokter ekspatriat disini rata-rata berpenghasilan 700 – 1000 KD dan kita perawat ekspatriat separuh dari mereka, demikian pula untuk perawat Kuwaity rata-rata salary mereka separuh dari dokternya.

Jangan Tanya di Indonesia ??? (BACA KOMPAS, sdh lama juga sih) Gaji perawat mungkin 1 : 10 dengan dokter umum atau 1: 100 dengan dokter spesialis, namun jam kerja dan tuntutan kerja lebih besar. Disini perawat juga lebih dihargai (kadang2 saja pasien dan keluarga rewel dan suka complain), namun untuk pelayanan publik, administrasi, dsb kalau kita bilang "I am nurses in ,…… hospital " – mereka umumnya mempertimbangkan dan "respect".

Terlebih lagi di Negara-negara seperti Amerika Serikat, Australia, Inggris dan Negara maju lainnya. Kadang hal tersebut yang membuat sebagian kecil perawat Indonesia yang saat ini bekerja di luar negeri sedikit senang, berbeda dengan saat di negara sendiri.

Buat saya yang kebetulan tidak pernah bekerja di RS di Indonesia sebagai staf full time dan hanya menjadi CI di RS saja (itupun hanya untuk membimbing mahasiswa AKPER/STIKES). Memang belum pernah merasakan resiko menjadi perawat. Katakanlah gaji perawat di Indonesia Rp 1 juta/bulan, rasanya kalau dihitung dengan biaya yang dikeluarkan saat kuliah amatlah "jauh panggang dari api" (panas tidak dingin juga tidak jelas).

Coba saja hitung Kapan BEP (Break Event Point-nya) ????

Rata-rata SPP AKPER/STIKES Swasta per semester sekarang ini Rp. 5 juta, biaya hidup (kost, makan dan buku) sekitar Rp. 1,5 juta/bulan; maka per semester uang untuk kuliah dll yang perlu dikeluarkan oleh orang tua adalah Rp 14 juta per semester. Sehingga katakanlah untuk AKPER total investasi orang tua adalah Rp. 14 juta x 6 semester = Rp. 84 juta (belum dengan lain2) sampai lulus. Untuk S1 Keperawatan tentunya menjadi lebih besar, katakanlah dengan 9 semester berarti menjadi Rp. 126 juta.

Mungkin agak sedikit berbeda dengan mereka yang kuliah di AKPER Negeri, atau PTN (Fakultas Ilmu Keperawatan). Namun katakanlah mereka yang kuliah di negeri separuhnya dari yang swasta (salah satu teman saya baru diwisuda di ekstension FIK UI, habis 60 juta). Alhamdulillah sekali waktu saya kuliah dapat di PTN yang sama (Angkatan program A -92 , SPP nya baru 250 rb/smstr, kost di Percetakan Negara 90 rb per bulan, makan lumayan dah mahal juga 10 rb per hari, buku sama saja). Inilah yang disebut Inflasi . Dan 10 tahun lagi mungkin saja untuk menjadi perawat biaya yang dikeluarkan orang tua menjadi 2 kali lipatnya .

Kalau kita saat ini bekerja jadi perawat di Indonesia katakanlah bekerja di 2 RS total income 2 juta sebulan, sabetan 1 juta sebulan (Biaya hidup rata-rata di Jakarta 1,5 juta sebulan, cicilan rumah 1 juta sebulan, maka saving 500 rb perbulan). Untuk mengembalikan Modal Kuliah (BEP) berarti 500 rb x 12 = 6 juta pertahun saving kita, maka untuk BEP AKPER adalah 14 tahun dan S1 berarti 21 tahun.

Lah kan gaji kita naik juga, OK tetapi pertimbangkan harga-harga (Inflasi) juga naik.
Sekarang ini kalau kita bekerja di LN mungkin BEP nya bisa dipercepat (Pensiun Dini). Katakan saja yang tadinya kita saving pertahun, di LN bisa kita saving jadi per 2 bulan misalnya, maka BEP AKPER adalah 84 juta : 36 juta/tahun = 2 tahun , 3 bulan dan S1 Keperawatan : 3 , 5 tahun hmmmm Lumayan kan jauhnya !!!!

Kita sebagai perawat tidak usahlah membandingkan dengan BEP Profesi lain, cukup tetap yakin dan fokus bahwa menjadi perawat adalah hal yang terbaik buat kita. Dan sedikit SMART dalam mengembangkan kesejahteraan, pendidikan dan martabat profesi.

Pesan saya (JANGAN DIIKUTI Kalau TIDAK YAKIN). Kalau kita masih bergaji di kisaran UMR (+- 10%) (Jakarta the regional minimum wage (UMR) for 2006 to Rp 816.000 ($93) per month) coba intip peluang yang lain dan buru-buru keluar saja.


Dan coba pertimbangkan hitung Gaji kita dalam jam (JANGAN dalam BULAN) !!!.
1 juta sebulan = Rp. 6.250 (perjam) total jam kerja 40 jam/minggu rata-rata
5 juta sebulan = Rp. 31.250 (perjam)
10 juta sebulan = Rp. 62.500 (perjam)
50 juta sebulan = Rp. 312.500 (perjam)









Saturday, May 12, 2007

Indonesia'n Nurses Students Demonstrated to Increase Health Budget in Indonesia During Nurses Days


Indonesia'n Nurses Students Demonstrated to Increase Health Budget in Indonesia

During Nurses Day's 12 May 2007


During nurses days 12 May 2007, more than hundred nurses students in Jakarta make spontaneous demonstrated in HI round street Jakarta. They are demanded Indonesian government to increase health budget and reduce highly cost of health services in Indonesia in recent years.

The students was coordinated by Indonesian Nurses Students Association (Kesatuan Mahasiswa Keperawatan Indonesia). In the peace demonstrated, they make some poster to make suggestion to Indonesian President SBY to concern about health and nursing program include to reduce cost of health services, concern to placement nurses job in indonesia and overseas.

See the news in here

And picture in here














Thursday, May 03, 2007

Di Philipina : 165.000 perawatnya (85%) bekerja di luar negeri dan 4.000 dokter nya menjadi Perawat ??? VS Di Indonesia Ngak Bakalan


INGGRIS butuh 10.000, Jepang butuh 20.000, negara-negara Timur Tengah juga butuh ribuan, bahkan Amerika bisa mencapai angka ratusan ribu. Total dunia membutuhkan 2 juta per tahun untuk kebutuhan yang satu ini. Wah, butuh apa nih? Ternyata, butuh tenaga perawat!



Sementara itu, jumlah perawat yang menganggur di Indonesia ternyata cukup mencengangkan. Data tahun 2005 menunjukkan mencapai 100 ribu orang. Mungkin ini tidak terlalu mengherankan, mengingat lulusan pendidikan perawat di Indonesia mencapai sekitar 35.000 per tahun (D3 dan S1), yang boleh jadi tidak langsung terserap dalam lapangan kerja di dalam negeri. Alasan kekurangan tenaga perawat di beberapa negara maju itu sendiri, kabarnya karena perhatian anak-anak mudanya lebih banyak tersedot pada bidang-bidang high technology.



Sebaliknya di negara tetangga kita yakni philipina, saat ini banyak RS yang mengalami keluhan kekurangan tenaga perawat, dikarenakan hampir 85% (165.000) perawatnya-lebih banyak bekerja di luar negeri. Dan dalam sepuluh tahun terakhir lebih dari 100.000 perawat Philipina meninggalkan negaranya untuk bekerja di luar negeri, sejak tahun 1994. Dimana
sekitar 57% bekerja di Arab Saudi (Yayasan Amri Butuh Perawat Indonesia ke Saudi ), 14 % bekerja di Amerika Serikat, 12 % di Inggris, dan sisanya tersebar di UEA, Libya, Irlandia, Singapura, Australia, Kuwait, Brunei, Jepang, dll.

http://www.abs-cbnnews.com/storypage.aspx?StoryId=36531

Philipines hospitals suffer as workers leave


Yang lebih kontroversi lagi adalah adanya 4.000 dokter philipina yang mengikuti pendidikan keperawatan untuk dapat masuk ke Amerika Serikat menjadi perawat, baru disana mereka akan mengikuti test dokter/atau tetap menjadi perawat (Ngak bakalan terjadi di Indonesia).

PRC data [show] that about 4,000 doctors-turned-nurses have already left the country," said Dr Kenneth Ronquillo, head of the DOH's health and human resources development division. About 4,000 more doctors are currently studying nursing, most likely in preparation for jobs abroad, he said. "Should they pass the board examination for nurses, they are likely to leave the country as well."

Baca juga di website PPNI

So what happen with us ?????











Sunday, April 29, 2007

Bertemu dengan 2 the Guru's di Kuwait


Bertemu dengan 2 The Guru's Di Kuwait (Thanks for your visiting)


Di bulan April 2007 ini kami teman-teman WNI di Kuwait telah kedatangan beberapa tamu penting baik dari pejabat pemerintahan dan juga kalangan dunia usaha. Ada Ketua MPR (Bpk. Hidayat Nurwahid) dan juga kunjungan Tim Depkes (Puspronakes) yang terdiri dari Ibu Herwanti dan Ibu Aulia Pasande MN, serta Bpk. Arif (Ka. Divisi Timur Tengah Deplu) dan juga Ketua PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Prof Achir Yani, DN Sc. Kunjungan tim depkes ini banyak dimotori oleh INNA-K (PPNI Branch Kuwait)




Foto saat Dialog Antara Puspronakes Depkes, PPNI, Bpk. Dubes Indonesia untuk Kuwait-Bahrain dengan Perawat Indonesia di Kuwait tgl 8 April 2007

Sementara ada juga beberapa tokoh pengusaha (entrepreneur ) seperti Bpk. Soebronto Laras (PT Indomobil) dan Bpk Valentino Dinsi, SE, MM, MBA (Wijawiyata Entreprise). Kesemuanya juga tidak lepas dari peran aktif KBRI Kuwait yang sangat membantu dan memfasilitasi kedatangan mereka.

Dari kesemuanya kami sangat mengucapkan terima kasih dan welcome to Kuwait. Mereka telah meluangkan waktunya dan bersilaturahmi dengan WNI yang ada di Kuwait. Terutama dari teman-teman perawat Indonesia yang saat ini bekerja di Kuwait, tentunya sangat-sangat senang sekali telah dikunjungi oleh pihak Depkes dan PPNI yang bertujuan untuk mencari job order kembali/program perekrutan perawat Indonesia untuk dapat bekerja di Kuwait. Dan juga atas kedatangan Penulis buku : Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian (Valentino Dinsi).





Foto Valentino Dinsi dan Buku-bukunya

Banyak dari perawat Indonesia yang bermukim di Kuwait (termasuk saya) mengenal dua komparasi tokoh yang menurut saya sangat maju dan kompeten di bidangnya masing-masing. The Guru's buat kami seorang perawat, yang pertama Prof. Achir Yani, DN Sc adalah Professor kedua Indonesia dalam bidang ilmu Keperawatan (Setelah Prof Elly Nurahmah, Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan UI). Dan yang kedua adalah Guru'S Young Entrepreneur yang berhasil melaunching Buku Best Seller Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian sebanyak 900.000 copy, yaitu Bpk. Valentino Dinsi, SE, MM, MBA.


Keduanya adalah Guru's yang berbeda bidang keahliannya, namun memberi warna kehidupan kita. Seperti saat Robert T. Kiyosaki kecil belajar dari 2 guru yang berbeda. Tentu saja memberikan hikmah yang berkesan.

Buat kami yang banyak belajar ilmu keperawatan disaat kuliah, ilmu tentang kewirausahaan/entrepreneur adalah satu hal yang baru, dan tidak pernah diajarkan oleh PTN manapun. Sehingga akan memunculkan nursepreneur-nursepreneur baru di Indonesia.

Bagaimana merubah mindset entrepreneur , berpikir ATM, Leverage (dongkrak), USP (Ultimate-Sensational Offer-Powerful Promises) dan Step by step worksheet business plan dan banyak hal aspek kewirausahaan yang diajarkan oleh Valentino Dinsi, SE, MM, MBA kepada para perawat, pekerja minyak dan gas, pelajar dan mahasiswa, tehnisi helikopter, IT dan WNI yang ada di Kuwait. Kegiatan ini terlingkup dalam seminar dan workshoop " Kalau bisa kaya di Indonesia, Ngapain lama-lama di Kuwait" yang diadakan tgl 26-27 April 2007 oleh PERKIBAR (Perhimpunan Masyarakat Indonesia di Kuwait dan Bahrain).

Dari seminar kemarin saya dan banyak teman-teman yang tergugah untuk mengembangkan dan bergelut dalam dunia wirausaha, meskipun telah ada beberapa yang memulainya. Banyak WNI yang saat ini sedang di Kuwait memiliki dana untuk investasi, namun tetap kebingungan untuk melakukan investasi di Indonesia dengan kondisi jarak-waktu yang berjauhan. Terlebih lagi warga Kuwaity disini, tinggal PDKT saja – dan Valentino Dinsi lah (dengan Let's Go Indonesia nya) yang memulai. Semoga semakin banyak Entrepreneur Indonesia dan Pakar Akademik yang mau mengajarkan ilmu dan melakukan seminar kepada para WNI yang haus akan ilmu pengetahuan (di Kuwait terbatas, red).

Guru's tetaplah guru selalu memberikan arahan. Kemana arah tujuan kita itu adalah soal pilihan diri sendiri, percaya diri kata kuncinya.

Sekali lagi terima kasih untuk 2 Guru saya Prof. Achir Yani, DN Sc dan Valentino Dinsi, SE, MM, MBA









Friday, March 16, 2007

INFO LOWONGAN KERJA DOSEN DAN CI DI MALAYSIA



Saya mendapatkan email ini melalui mailing list INNA-PPNI, dan tidak ada salahnya dapat diketahui teman-teman perawat Indonesia lainnya terutama di dalam negeri yang sedang mencari lowongan pekerjaan, semoga berguna


Lowongan untuk Klinikal Instruktor dan Pensyarah/Pengajar/ dosen di KOLEJ Antar Bangsa Malaysia dan Di RS Spesialis dan RS Jantung Malaysia

Persyaratan Mengajar di "KOLEJ UNIVERSITI ANTAR BANGSA" Malaysia

1. Staf pengajar / dosen

a. Lulusan S1 sebelum 2001, BSN Pengalaman mengajar 5 thn, sertifikat mengajar , Akta 4 atau Akta 5

b. Gaji ditawarkan mulai dari RM 3 000

c. S1, BSN dan S2 Pengalaman mengajar 10 thn, sertifikat mengajar

d. Gaji ditawarkan mulai dari RM 4 400

2. Tenaga “C I “Clinical Instructors

a. Lulusan S1 sebelum 2001, BSN ,Pengalaman 3 s/d 5 thn

b. Gaji ditawarkan mulai dari RM 2 000

c. Lulusan D3 sebelum 2001 Pengalaman diatas 5 thn

d. Gaji ditawarkan mulai dari RM 2 500

Persyaratan Rumah Sakit di Malaysia

  • Lulusan D3 sebelum 2003 Pengalaman di Rumah Sakit 3 thn
  • Gaji ditawarkan mulai dari RM 1500
  • Lulusan D3 sebelum 2001 Pengalaman di Rumah Sakit 5 thn
  • Gaji ditawarkan mulai dari RM 2 000

Kirim fotocopy ke PO BOX 1551 .JKS

  • Surat Lamaran
  • CV
  • Ijasah SPK, D3 AKPER atau S1, dan S2 S3 bila ada
  • Transkrip SPK, D 3 AKPER atau S1dan S2 S3 bila ada
  • Akte lahir
  • Akta mengajar
  • Sertifikat training
  • Surat2 referensi
  • ID/ KTP / SIM/Pasport

Hubungi : Esti at RIM nurse@rollinter. com
Layanan 24 Jam : 0852 155 41417 dan 0813 898 34289 dan 0815 858 23180

Test akan diadakan untuk staf pengajar,dosen dan klinikal Instruktor

Waktu : 09.00 s/d selesai

Tanggal : 24 dan 25 Maret 2007

Tempat :
PT ROLL INTERNUSA MANDIRI (RIM INDONESIA )
jl Gedung Hijau 4 no 16.
Pondok Indah. Jakarta 12 310
Telp :021 706 30559 dan 021 7590 5954 dan 021 982 61552
Info@rollinter. com dan nurse@rollinter. com










Saturday, March 10, 2007

Penerimaan Mahasiswa Baru AKBID dan S1 Kep/SKM STIKES Istara Nusantara


PENERIMAAN MAHASISWA BARU

TAHUN AKADEMIK 2007 – 2008

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) ISTARA NUSANTARA

(SK.No. 92/D/0/2001)

Prodi D3 – Kebidanan

Prodi S1 Keperawatan

Prodi S1 Kesehatan Masyarakat

Dan AKPER /AKZI Andalusia

Sekretariat :

Kampus A Jl. Bangka II-C No. 32 Pela Mampang Jakarta Selatan 12720

Kampus B: Jl. Inspeksi Saluran Blok IV C Kalimalang, Jakarta Timur

VISI DAN MISI

VISI

Turut serta bersama emerintah menyelenggarakan pendidikan tinggi dalam bidang kesehatan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan yang handal di seluruh Indonesia dalam rangka mewujudkan program Indonesia Sehat

MISI

Menghasilkan tenaga kesehatan yang memiliki kemampuan dan ketrampilan untuk mengelola dan mengembangkan program kesehatan secara kritis, inovatif dan bermoral serta peduli terhadap lingkungannya.

KURIKULUM PENDIDIKAN

  1. Akademi Keperawatan, Akademi Gizi, Prodi D3 Kebidanan, Prodi S1 Keperawatan, dan Prodi S1 Kesehatan Masyarakat menggunakan kurikulum Nasional sesuai yang ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional
  2. Mata Kuliah unggulan sesuai dengan era globalisasi dan kebutuhan pasar Nasional dan Internasional

FASILITAS

Lab Parasitologi dan Mikrobiologi, Lab Kimia dan Biokimia, Lab Keperawatan Ibu dan Anak, Lab Kebutuhan Dasar dan Medikal Bedah, Lab Gizi, Lab ANC dan Patologi, Lab Persalinan Normal, Lab Simulasi Keperawatan dan Kebidanan, Perpustakaan, Ruang Kelas ber-AC, Ruang Seminar, Ruang Pertemuan, Lapangan Olah Raga, Mesjid dan Asrama

METODE PENERIMAAN

  1. Mengikuti ujian tertulis sesuai jadual yang telah ditetapkan
  2. Calon mahasiswa yang telah dinyatakan lulus ujian, segera melaksanakan registrasi akademik maupun keuangan


KELAS (PROGRAM PENDIDIKAN)

  1. Kelas umum : lulusan SMU/sederajat, Madrasah Aliyah, SPK
  2. Kelas pegawai/karyawan : lulusan D1 Kebidanan, D3 Keperawatan

BIAYA PENDIDIKAN

1. Formulir, uji tulis dan uji kesehatan Rp. 200.000,-

2. PPSM Rp. 100.000,-

3. Uang Gedung Rp. 2.000.000,-

4. SPP Rp. 2.000.000,-

5. Registrasi Rp. 50.000,-

6. Biaya per SKS

AKPER/AKZI/S1 Kes Mas (Rp. 85.000,-/SKS)

AKBID dan S1 Keperawatan (Rp. 100.000,-/SKS)

7. Biaya operasional pendidikan /smst Rp. 500.000,-

8. Biaya ujian UTS /UAS Rp. 20.000,-/SKS

9. Senat Mhs, Perpustakaan dan Kesehatan Rp. 90.000,-

10. Praktek simulasi/lahan RS Rp. 1.000.000,-

11. Seragam Rp. 1.000.000,-

Keterangan :

  1. Biaya setiap semester dapat diangsur
  2. Bagi mahasiswa yang berprestasi diberikan beasiswa

STAF PENGAJAR/DOSEN

Tenaga pengajar pada STIKES Istara Nusantara adalah tenaga ahli di bidangnya yang berkualitas dan handal (S1/S2/S3)

LAHAN PRAKTEK

  1. Rumah sakit di DKI Jakarta dan sekitarnya dengan standart Nasional dan Internasional dengan tipe kelas A/B
  2. Rumah bersalin (RB) dengan standar Nasional dan Internasional
  3. Puskesmas yang dikelola oleh Sudinkes se-jabotabek

LAPANGAN KERJA

  1. Sebagai tenaga pengajar /edukatif di institusi negeri dan swasta
  2. Rumah sakit, Puskesmas, BUMN dan BUMD
  3. PNS, Perwira TNI/Polri
  4. Berkarir sebagai perawat di luar negeri
  5. Bidang Kesehatan pada industri, perhotelan dan perusahaan swasta
  6. Praktek mandiri

SYARAT PENDAFTARAN

  1. Foto kopi ijazah
  2. Pas Foto berwarna 2 x 3, 3 x 4, 4 x 6 masing-masing 5 lembar

TEMPAT DAN WAKTU PENDAFTARAN


Tempat Pendaftaran dan Ujian di :

  1. Kampus A

Kampus AKKES Andalusia Nusantara Jl. Bangka II C no. 32 Pela Mampang Jaksel 12720

  1. Kampus B

Kampus ISTARA NUSANTARA Jl. Inspeksi Saluran Blok IV C Kalimalang Jaktim


WAKTU PENDAFTARAN

Senin – Jumat : 9.00 – 15.00 WIB

Sabtu : 9.00 – 13.00 WIB

Waktu Pendaftaran : Sekarang – Bulan Agustus 2007

Contact Person : Arif Susila, SKp ( 021 – 7197731/ 8506158/ 08129643780)

Atau kontak email

nury_dinar2005@yahoo.com

Nurmartono.skp@gmail.com

Untuk rekomendasi cantumkan informasi berasal dari blog nurmartono.blogspot.com











Friday, September 29, 2006

Nur Martono Nursing Study



NUR MARTONO NURSING STUDY (NNS) FORUM

FROM KUWAIT

ME AND MY ONLINE
TEACHING NURSING ACTIVITY


Sejalan dengan upaya saya dan beberapa teman untuk meningkatkan minat perawat, mahasiswa keperawatan dan masyarakat pemerhati keperawatan untuk memanfaatkan aplikasi internet (informatika kesehatan) untuk menyebarluaskan ilmu dan profesi keperawatan. Dengan visi : "merawat internet dan menginternetkan perawat", meskipun kami berada saat ini diluar Indonesia (khususnya di Kuwait) namun insyaAllah masih dapat memberikan konstribusi pengembangan profesi Keperawatan di Indonesia. Maka pembelajaran keperawatan online adalah kata kuncinya.

Buat kami khususnya yang berada di Kuwait, waktu senggang dimanfaatkan dengan berbagai kegiatan mulai dari ikut organisasi misalnya Branch PPNI di Kuwait, PKS, aktif di KBRI Kuwait, atau ada pula yang aktif di bidang keagamaan, aktifitas bisnis, online di internet , dan bahkan aktif di "baba.com" (sebuah kegiatan pasien di rumah/homecare). Lumayan - lahhh untuk mengisi waktu yang terasa terkadang lebih sibuk saat kita-kita di Indonesia ketimbang saat disini, dengan waktu 6-8 jam/hari dan tidak membawa pekerjaan di rumah.

Di tahun ketiga ada rasa ingin melakukan kembali aktifitas pendidikan keperawatan (sehingga ada obsesi yang hingga sekarang masih on track melakukan Distance Learning dengan pendidikan keperawatan di Indonesia). Alhamdullilah,,,,,,,,,,,, ada beberapa teman2 di Kuwait yang semula berpendidikan SPK saat ini telah semangat untuk mengikuti Penyetaraan ke AKPER/D3 dengan online activity dan caranya masing-masing untuk dapat meningkatkan keilmuannya. Hanya saja untuk pendidikan S1 Keperawatan sedang kami terus semangati agar dapat berjalan.

Lantas membaca beberapa pesan di kotak pesan oggix.com dan buku tamu website PPNI terasa miris banyak mahasiswa AKPER khususnya mendapatkan kesulitan search dalam tugas riset/KTI/skripsinya. Rasanya memang perlu ada portal website keperawatan yang memfasilitasi mereka.

Setelah lulus S1 Keperawatan di tahun 1997 dan 7 tahun aktifitas mengajar di AKPER dan STIKES dulu di Indonesia, menjadikan ada semacam kegalauan untuk membantu mereka sebenarnya. Sementara kegiatan di RS sebagai perawat klinis di Kuwait tidak memungkinkan aktifitas mengajar,,, maka mungkin aktifitas pembelajaran online adalah alternatif solusinya.

Lebih agar menyemangati pendidikan berkelanjutan buat perawat, dan menyemangati mahasiswa keperawatan agar berkeinginan mencoba bekerja dan berkarir menjadi perawat di luar negeri.

Paling tidak kemarin2 saat saya cuti/annual leave, masih diminta memberikan pembelajaran NCLEX di salah satu STIKES yang memiliki visi untuk menjadikan lulusannya bekerja di luar negeri.

Untuk teman-teman mahasiswa tetap semangat belajar dan aktif berorganisasi :
Dan jika ingin berdiskusi tentang Riset, Keperawatan Medikal Bedah, atau cara search artikel/informasi nursing komputer silahkan saja kontak di email :

Nury_dinar2005@yahoo.com

Nb :
Mohon teman2 mhs AKPER untuk menyiapkan :

  • Judul/topik
  • Attachment file/draft outline
  • File nya (sudah rapi) bagusnya per BAB dari BAB I
  • Untuk pengolahan data saya tidak mumpuni/piawai SPSS/epi info silahkan coba sendiri
  • Dan usahakan analisa data yang tidak menyulitkan : deskriptif saja jangan yang analitik

Mohon pula kontak via email
Terima Kasih mudah2an berguna

Nur Martono, SKp

Sunday, June 25, 2006

"Distance Learning"


Distance Learning Program Bachelor Science in Nursing For Diploma of Nurses graduation from Indonesia which worked in overseas

by : Nur Martono, SKp
Staf Nurse Ward 7 Al Amiri Hospital Kuwait
Ministry of Health Kuwait


Pendidikan keperawatan program Sarjana Keperawatan dimulai di Indonesia pertama kalinya dengan berdirinya Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) di tahun 1985, yang waktu itu masih tergabung dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Seiring dengan perkembangan berbagai Fakultas di UI, di tahun 1995 maka secara resmi Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) di UI terbentuk.

Saat ini menurut data terakhir Direktorat Pendidikan Tinggi (DIKTI) Depdiknas RI telah ada 12 Universitas Negeri yang menyelenggarakan program pendidikan Sarjana keperawatan dan ners, baik yang telah menjadi fakultas dan atau masih program studi di Universitas negeri dan 14 program studi di Sekolah Tinggi Kesehatan (STIKES) swasta di Indonesia yang menyelenggarakan program yang sama.

Sejalan dengan itu, di era tahun 2000 semakin banyak perawat Indonesia yang bekerja di luar negeri dengan semakin banyaknya peluang penempatan (job order) untuk perawat Indonesia untuk semua jenjang pendidikan. Namun jumlah tersebut masih sebagian besar diisi oleh lulusan perawat setingkat D3 yang ada di Indonesia. Dibandingkan dengan negara-negara lainnya sebagai kompetitor penyedia tenaga perawat seperti India dan Philipina yang hampir 40% tenaga keperawatannya bekerja di luar negaranya adalah lulusan S1 (BSN).

Upaya untuk meningkatkan jenjang pendidikan perawat Indonesia adalah mutlak menjadi hak setiap individu perawat tersebut, kapanpun dan dimanapun saat ini si individu tersebut berada. Tentu saja hal ini juga menjadi hak bagi perawat Indonesia yang saat ini berada dan sedang bekerja di luarnegeri yang hampir 5000 perawat Indonesia saat ini bekerja di luarnegeri di berbagai pelayanan kesehatan baik di RS maupun di klinik.

Di setiap negara tentu saja kesempatan untuk perawat Indonesia untuk melanjutkan pendidikan sangat beragam tergantung dari sistem pemerintahan dan kesempatan pendidikan di negara yang bersangkutan. Untuk beberapa negara di belahan benua Amerika, Amerika dan Australia khususnya kesempatan untuk itu lebih besar, meskipun dengan biaya yang mahal. Pendidikan untuk BSN baik program full time/part time atau distance learning model membutuhkan biaya rata-rata tuition fee persemester adalah U$ 5.000. Hal tersebut tidak dirasakan untuk sebagian besar perawat Indonesia yang bekerja di Timur Tengah, seperti di Kuwait, Arab Saudi, UEA, Qatar dan Bahrain yang hampir berjumlah 3000 orang. Hal ini lebih dikarenakan sistem pemerintahan dan sistem pendidikan yang berbeda, sehingga kesempatan pendidikan tersebut terbatas. Namun saat ini sebagian dari mereka telah ada pula yang mengikuti pendidikan distance learning untuk BSN dengan beberapa Universitas di Australia.

Untuk itu sudah selayaknya pula pengelola pendidikan keperawatan di Indonesia khususnya untuk Sarjana Keperawatan dapat memikirkan dan mengembangkan program kuliah jarak jauh dengan tetap mengikuti sistem pendidikan di Indonesia. Terlebih lagi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK – UI) yang memang saat ini UI sendiri telah merencanakan Go Internasional.

Sudah selayaknya penyelenggara pendidikan keperawatan dapat mengeksport model pendidikannya minimal untuk warga negara Indonesia di luar negeri, tanpa harus ikut-ikutan trend dan latah mengimport twinning program yang notabene mengimport model pendidikan terkecuali untuk pengembangan keilmuan dan penempatan lulusan di luar negeri.


Konsep Dasar Pendidikan Jarak Jauh

Secara konseptual perbedaan sistem pendidikan konvensional (yang mengandalkan bentuk tatap muka) dan pendidikan jarak jauh terletak pada bentuk interaksi antara peserta didik/mahasiswa dengan dosen. Namun pendidikan jarak jauh itu sendiri dianggap mempunyai potensi dan prospek yang baik karena pada dasarnya karakteristik pendidikan jarak jauh itu sendiri, dalam hal tertentu, mempunyai keunggulan jika dibandingkan dengan pendidikan konvensional. Dimana saat ini pendidikan jarak jauh lebih mengoptimalkan kemandirian mahasiswa, menggunakan sistem modul dan pembelajaran e-learning dan meminimalkan tatap muka sehingga lebih efisien dalam faktor biaya.

Menurut Giltrow (1989) istilah pendidikan jarak jauh (distance education) itu sendiri muncul dalam artikel sebuah majalah pada tahun 1903. Yang diawali di Inggris di tahun 1840 saat Isaac Pitman memulai korespondensi dengan seorang muridnya untuk pembelajaran teologi. Setengah abad kemudian, di awal 1960-an istilah tersebut muncul kembali dan tampaknya menjadi populer di tahun 1980-an. Dan saat ini distance education/distance learning dianggap sebagai nama generik dari pendidikan jarak jauh termasuk pendidikan melalui udara (radio) dan konferensi jarak jauh (tele conference) dan melalui internet (e-learning).

Di Indonesia sendiri sistem pendidikan jarak jauh dipelopori oleh Universitas Terbuka (UT) yang dimulai di tahun 1984 dengan dasar Keppres RI No 41 tahun 1984 dimana saat ini telah memiliki 60.000 mahasiswa yang hampir 80% nya adalah telah bekerja. Saat ini pemerintah telah membuka kesempatan pendidikan jarak jauh tidak lagi dimonopoli UT, namun juga diberikan kesempatan kepada PTN/PTS dengan dasar Kepmen Diknas No. 107/tahun 2001 tentang penyelenggaraan program pendidikan tinggi jarak jauh.

Perry dan Rumble, 1987 menegaskan bahwa dalam konteks pendidikan jarak jauh (distance education), pengertian "jarak jauh" (distance) adalah tidak terjadinya kontak dalam bentuk tatap muka langsung antara pendidik dan peserta didik ketika proses belajar mengajar terjadi. Dengan demikian, pendidikan jarak jauh adalah komunikasi dua arah yang dijembatani oleh media seperti surat, telepon, teleks, radio, komputer, internet akses, CD dan sebagainya. Dari segi teori, Sewart, Keagan, & Holmberg (1990) secara garis besar membedakan tiga teori utama tentang pendidikan jarak jauh yang masing-masing adalah teori otonomi dan belajar mandiri, industrialisasi pendidikan, dan komunikasi interaktif.

Teori yang pertama adalah otonomi dan belajar mandiri, pada dasarnya sangat dipengaruhi oleh pandangan sosial demokrat dan filsafat pendidikan liberal yang menyatakan bahwa setiap individu berhak mendapat kesempatan yang sama dalam pendidikan dan setiap upaya instruksional hendaknya diupayakan sedemikian rupa sehingga dapat memberikan kebebasan dan kemandirian pada peserta didik dalam proses belajarnya. Peserta didik mempunyai kebebasan untuk mempertimbangkan dan memutuskan sendiri apa yang akan dipelajari dan bagaimana mempelajarinya. Artinya, jika dalam pendidikan konvensional siswa lebih banyak berkomunikasi interpersonal atau berkonsultasi dengan manusia, maka dalam pendidikan jarak jauh ia lebih banyak melakukan komunikasi intrapersonal dengan masukan berupa informasi atau bahan ajar dalam bentuk cetak maupun non cetak.

Teori yang kedua adalah industrialisasi pendidikan yang dikemukakan oleh Peters (1980) yang mengatakan bahwa sistem pendidikan jarak jauh adalah semacam bentuk industrialisasi aktivitas belajar mengajar yang dalam penyelenggaraannya bercirikan pembagian kerja dan produksi (bahan ajar) secara massal. Pendidikan jarak jauh merupakan metode untuk mengajarkan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap dengan cara menerapkan berbagai prinsip industrialisasi dan pemanfaatan teknologi yang tujuannya adalah untuk memproduksi bahan ajar yang berkualitas secara massal sehingga dapat digunakan secara bersamaan oleh sejumlah besar peserta didik yang tempat tinggalnya tersebar di seluruh pelosok negara.

Teori yang ketiga adalah teori interaksi dan komunikasi. Teori ini muncul karena banyak ahli pendidikan yang sepakat bahwa pengertian belajar mandiri tidak berarti belajar sendiri. Kontak antara peserta didik dengan komponen institusi penyelengara pendidikan jarak jauh masih diperlukan, baik untuk kepentingan hal-hal yang bersifat administratif maupun akademis; bahkan kadang-kadang psikologis. Mengenai hal-hal yang bersifat akademis, karena menyangkut esensi pendidikan itu sendiri, lembaga pendidikan jarak jauh selalu menyediakan tutor. Dengan demikian, interaksi antara peserta didik dengan pengajar tetap terjadi walaupun frekuensi dan intensitas komunikasi tersebut terbatas. Cara berinteraksi itu sendiri bisa melalui tatap muka langsung atau menggunakan media komunikasi seperti surat, telepon, komputer, dan sebagainya.


Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh


Dewasa ini baik negara maju maupun berkembang banyak yang sudah menyelenggarakan sistem pendidikan jarak jauh untuk bidang keperawatan antara lain adalah Inggris, Jerman, Kanada, Amerika, Australia, India, Jepang, Korea, Israel, Kenya, RRC, Thailand dan Pakistan. Dengan dipraktekannya sistem pendidikan belajar jarak jauh untuk bidang keperawatan oleh berbagai negara, maka sebagai konsekuensinya adalah untuk Indonesia khususnya penyelenggara pendidikan keperawatan dituntut untuk dapat mengikuti perkembangan kearah yang sama, dengan meninggalkan konsep pendidikan keperawatan yang masih mengandalkan model tatap muka.

Mengenai model manajemen dan organisasi institusi pendidikan jarakjauh, Perry dan Rumble (1990) menyebutkan ada tiga jenis. Pertama adalah model otonom, yaitu lembaga yang khusus menyelenggarakan pendidikan jarak jauh. Kedua adalah model terpadu, yaitu institusi yang menawarkan pendidikan konvensional dan pendidikan jarak jauh sekaligus. Ketiga adalah bentuk konsorsium, yaitu semacam kerjasama antar beberapa institusi penyelenggara pendidikan jarak jauh

Media pembelajaran yang digunakan, tampaknya tiap negara menyesuaikan dengan kondisi setempat masing-masing. Walaupun pada umumya bahan ajar cetak dan non cetak ini bervariasi dari berbagai negara ke negara. Bahan ajar cetak dapat berupa teks book dan modul, sedangkan non cetak dapat berupa video, kaset,CD software (rekaman tutorial) ,email, website, radio, dan jaringan televisi. Dengan demikian, komposisi paket matakuliah tersebut tersaji dalam bentuk video, bahan cetak (buku), dan program komputer adalah 4:5:1.

Di sisi lain, penggunaan komputer di lembaga pendidikan jarak jauh tergolong cukup intensif. Penggunaan komputer, secara tipikal dikategorikan ke dalam dua kelompok, yakni untuk keperluan administratif dan akademis. Penggunaan untuk keperluan administratif antara lain meliputi administrasi data mahasiwa; keuangan; produksi, penyimpanan, dan pengiriman bahan ajar; pengolahan hasil ujian; dan sebagainya. Sedangkan untuk keperluan akademis, komputer digunakan untuk mengembangkan Computer Assisted Learning (CAL), yakni program komputer yang memungkinkan siswa mempelajari topik tertentu dan mengevaluasi hasil belajarnya sendiri dengan cara berinteraksi dengan komputer.

Prospek dan harapan pendidikan jarak jauh Sarjana Keperawatan Indonesia untuk Perawat Indonesia di Luar negeri

Saat ini ada sekitar 250.000 jumlah perawat di Indonesia, dimana dari lulusan D3 keperawatan setiap tahunnya diluluskan 23.000 orang pertahun. Secara angka hal tersebut masih absurd jika dibandingkan jumlah lulusan Sarjana Keperawatan yang baru mencapai 6.000 orang.

Sebagai komparasinya di Kuwait saat ini ada 700 orang perawat Indonesia yang saat ini bekerja, dan hanya 7 orang diantaranya yang lulusan Sarjana Keperawatan (BSN). Padahal sejak tahun 1998 semua negara lainnya seperti India, Philipina dan Mesir menempatkan lulusan S1 Keperawatan/BSN untuk bekerja di Kuwait.

Tentu saja prospek untuk melakukan program tersebut sangat besar baik untuk perawat Indonesia yang bekerja diluar dan didalam negeri, hanya saja tinggal bagaimana kesiapan dan kebijakan pendidikan keperawatan khususnya untuk lebih bijak mensikapi tantangan tersebut.

Memang ada dualisme dimana disatu pihak penyelenggara pendidikan keperawatan dituntut untuk tetap menjaga kualitas lulusan, namun pada saat yang sama juga kuantitas Sarjana Keperawatan sudah selayaknya ditingkatkan dan diakselesari dalam jumlah.

Namun sekali lagi perawat Indonesia yang saat ini bekerja di luar negeri adalah gambaran perawat profesional, mereka skillfull, berbahasa inggris aktif, aktif online internet, memiliki wawasan global dan mewakili citra perawat Indonesia di luar negeri. Dan tentu saja ini dapat menjadi satu model untuk tenaga kerja Indonesia lainnya khususnya di sektor formal, dengan menyiapkan mereka siap dalam meningkatkan kesejahteran dan level pendidikannya di luar negeri saat dan pasca kontrak kerja.

Saat ini INNA-K (Indonesian National Nurses Association in Kuwait) sedang berupaya menjajaki program kuliah jarak jauh/Distance Learning BSN dengan FIK UI dan kami telah menyebarkan kuesioner untuk 300 orang perawat Indonesia disini lulusan D3, dan hampir 90% mendukung dan bersedia mengikuti perkuliahan jika program ini dapat terlaksana segera.