Saturday, May 26, 2007

Belajar Soal NCLEX - 1



Belajar Soal NCLEX – 1

Answer this question !!!

A 43-year-old African American male is admitted with sickle cell anemia. The nurse plans to assess circulation in the lower extremities every 2 hours. Which of the following outcome criteria would the nurse use?

A. Body temperature of 99°F or less

B. Toes moved in active range of motion

C. Sensation reported when soles of feet are touched

D. Capillary refill of <>

The client is admitted with left-sided congestive heart failure. In assessing the client for edema, the nurse should check the:

A. Feet

B. Neck

C. Hands

D. Sacrum

Kalau anda mahasiswa perawat atau Perawat di Indonesia yang penasaran dengan Soal NCLEX , jawab aja dan isilah di link berikut :

25 soal dengan jawabannya

www.testprepreview.com


Pasti SUSAH yah,
Naikkan level anda 10 x lipat dengan 250 soal dengan jawaban dan rasional :

www.examcram2.com

Selamat Belajar dan Berjuang untuk 50 Perawat Indonesia di Kuwait yang sedang Belajar NCLEX, Hope You Pass it !!!

Btw Thks for Novita, Elizabeth, Made dan Shelly (4 Perawat Indonesia di Kuwait yang telah lulus NCLEX-RN dan mau membagi Ilmunya),,, masih sabar saya nunggu Gelombang II – karena hujan badai debu kemarin

Source From :

www.filipinonurse.blogspot.com(Blog Perawat Philipino di Amrik)











Thursday, May 24, 2007

Pulse Oximetri : Alat Bantu Untuk Perawat




Aplikasi Pulse Oximetry Di Rumah Sakit

Alat Bantu untuk Perawat

Pulse oximetry adalah salah satu metode penggunaan alat untuk memonitor keadaan saturasi O2 dalam darah (arteri) pasien, untuk membantu pengkajian fisik pasien, tanpa harus melalui ABG/Analisa Gas Darah.

Pulse oximetry saat ini telah menjadi alat yang baku untuk memonitor keadaan pasien pre operasi, menjadi indikator status sistem pernapasan dan kardiovaskular pasien. Selama ini alat pulse oximetry sangat berguna di ruang ICU, ruang recovery post operasi, saat pasien di anastesi, atau juga di ruang penyakit dalam/bedah untuk pasien dengan observasi jantung dan parunya. Tehnik pulse oximetry sangat mudah dan dengan cepat dapat diajarkan kepada perawat, pasien dan keluarga sekaligus.

Pulse oximetry mengukur saturasi oksigen dalam pembuluh darah arteri terutama dalam Hb (hemoglobin). Tehnologi ini sebenarnya cukup rumit, namun secara umum terdiri dari dua prinsip dasar. Pertama adalah absorpsi dari gelombang cahaya yang berbeda dari Hb yang memiliki tingkat kadar oksigen yang berbeda. Dan yang kedua, transmisi pada jaringan tubuh memilki komponen impuls yang menghasilkan satu gelombang cahaya, yang terjadi akibat perbedaan volume darah yang menghasilkan denyut nadi.

Fungsi dari pulse oximeter sangat terpengaruh oleh berbagai macam variable, seperti ambient light, nilai Hb (Hemoglobin), irama dan kekuatan denyut nadi, vasokontriksi pembuluh darah arteri dan fungsi jantung. Alat pulse oxymetri tidak mengindikasikan keadaan ventilasi pasien, tetapi lebih menggambarkan keadaan oksigenasi dalam darah arteri (perfusi). Dan mungkin saja keadaan hipoksia dapat terdeteksi lebih cepat saat alat ini mendeteksi adanya penurunan saturasi oksigen.



Tip penggunaan alat pulse oksimetri
  • Colok kabel pulse oksimetri ke soket listrik, untuk pengisian baterainya
  • Nyalakan pulse oksimetri tunggu beberapa saat untuk melakukan kalibrasi dan mentest alat
  • Pilih tombol yang akan disesuaikan (pilihan parameter) dan angka rendah/tingginya (umumnya dibawah 85% O2 saturasi ) alat ini di set untuk berbunyi alarmnya, dan denyut nadi (dibawah 60 x/min atau diatas 100 x/min)
  • Berikan waktu beberapa saat untuk alat ini mendeteksi denyut nadi dan menghitung saturasi oksigen
  • Lihat juga tampilan gelombang, sehingga tanpa adanya tampilan gelombang pembacaan hasil tidak bermakna
  • Lihat pembacaan hasil jika semula 99% dan langsung drop 85% maka saturasinya dianggap tidak bermakna

Sebagai perawat tentu saja alat ini membantu sekali untuk membuat rencana asuhan keperawatan misalnya untuk menegakkan diagnosa keperawatan : Gangguan perfusi jaringan atau Inadekuat bersihan jalan napas (Data objektif pendukungnya : O2 saturasi kurang dari 85%)











Monday, May 21, 2007

Kiat Mencari Pekerjaan Perawat Secara Online

Kiat Mencari dan Melakukan Aplikasi Online
Lowongan Kerja Perawat Di Luar Negeri



Sebenarnya saat ini kita sebagai perawat Indonesia semakin terbantu dengan perkembangan informasi melalui internet, khususnya lowongan pekerjaan perawat di luar negeri. Hanya saja perawat kita belum terbiasa dan belum memahami bagaimana mencari dan melakukan aplikasi (lamaran pekerjaan) lewat online. Dan ini dapat dilakukan untuk melakukan lamaran pekerjaan di dalam negeri, namun sekali lagi menurut saya ada baiknya semakin banyak perawat Indonesia dapat menimba pengalaman bekerja di luar negeri .

Sebagian besar perawat Indonesia bekerja di luar negeri melalui PJTKI, Program G-G (Government to Government) atau Universitas – Universitas (Twinning Program/Bridging Program). Ada pula beberapa perawat yang secara individual berani masuk bekerja di luar negeri, dengan menggunakan visa studi/belajar, visa kunjungan/visa turis, atau bahkan menikah dengan WNA.


Saat ini kita dapat pula mencoba melakukan aplikasi online via internet dengan beberapa cara, dan kiat yang perlu sedikit diketahui.

1. Mencari website/portal job aplikasi di luar negeri
• Mudahnya kita mencari saja lewat search engine google, yahoo atau MSN
• Ketik nurses jobs in USA, misalnya (sesuai negara yang dituju)
• Sesuaikan dengan minat, salary dan fasilitas yang ditawarkan, kemampuan bahasa inggris kita, dan lebih bagus telah ada kontak person (sponsor) di Negara ybs.
• Setelah dapat website tersebut mis :
http://www.jobsdb.com/
http://www.jobindo.com/
http://www.karir.com/
• Masukkan website tersebut dalam favorit (Internet explorer) atau bookmarks (Firefox, Opera, Netscape) anda supaya memudahkan untuk login berikutnya
• Kemudian usahakan login menjadi members, umumnya gratisan semua dan buat password yang mudah diingat, usahakan sama untuk semua website, dan bedakan dengan password email kita.
• Buatlah login ID sesuai nama anda dan buat email juga sesuai nama anda ,misal : Tukul Arwana (login id) dan email yang digunakan : tukularwana@yahoo.com atau tukularwana@gmail.com
• Hindari penggunaan id yang palsu atau bias dengan nama kita (terkait dengan kredibilitas)

2. Buat CV (Curiculum Vitae)/Resume kita
Dalam membuat resume/CV sebaiknya kita jujur dan usahakan sesuai dengan dokumen yang kita miliki. CV sebaiknya pula ada yang berbahasa Indonesia dan ada juga yang berbahasa Inggris. Dalam CV anda dianjurkan mencantumkan :
  • Riwayat Pekerjaan
  • Riwayat Pendidikan
  • Alamat, telepon, fax, email dan website/blog anda
  • Cantumkan gaji dan fasilitas yang diinginkan
  • Cantumkan Company profile anda sebelumnya

3. Naikkan Level Pekerjaan
Dalam mencari pekerjaan sebagai perawat saran saya coba kita naikkan level (terkecuali untuk fresh graduate), misalnya : dari segi gaji/salary, cari gaji yang 2 kali lipat dari gaji anda sekarang ini. Atau apabila sebelumnya staf perawat (staf nurse), cari jabatan sebagai supervisor/Kepala Ruangan (umumnya gaji akan mengikuti). Demikian pula semisal kita bosan bekerja di tempat lama, maka sebaiknya mencari pekerjaan baru yang lebih menantang, misal keluar negeri. Ada teman saya yang menyebutkan NURSE IS YOUR PASPORT.

Kapan lagi kita bisa travelling (mendapatkan uang), sekolah lagi di LN, belajar bahasa Inggris dan mempelajari budaya asing – Lewat Profesi Perawat kita bisa, kenapa juga tidak dimanfaatkan dan mencobanya.

4. Tetap Mencari Peluang Off line
Rajin berkunjung ke Kedubes Asing di Jakarta, Mencari info di Depnaker, PJTKI, dan berhubungan dengan teman-teman perawat di luar negeri juga menjadi jalan masuk untuk bekerja di luar negeri. Namun semuanya tekad dan motivasi lah yang terpenting semuanya.

BERIKUT Website untuk Perawat :
http://www.learn4good.com/jobs/index.php?language=english
www.nursingjobs.org/
www.nursing-jobs.com/
www.nursing-jobs.us/




















Thursday, May 17, 2007

BEP Menjadi PERAWAT : Jangan Mau Dibayar UMR



BEP Menjadi Perawat : Sebandingkah Dengan Income kita ???? Jangan Mau Dibayar(+- 10% UMR) !!

Perawat saat ini adalah satu profesi yang sedang dicari di Negara-negara maju dengan adanya nursing shortage. Di Kuwait sekalipun profesi ini dihargai dengan baik dengan income yang termasuk dalam kelas menengah. Dokter ekspatriat disini rata-rata berpenghasilan 700 – 1000 KD dan kita perawat ekspatriat separuh dari mereka, demikian pula untuk perawat Kuwaity rata-rata salary mereka separuh dari dokternya.

Jangan Tanya di Indonesia ??? (BACA KOMPAS, sdh lama juga sih) Gaji perawat mungkin 1 : 10 dengan dokter umum atau 1: 100 dengan dokter spesialis, namun jam kerja dan tuntutan kerja lebih besar. Disini perawat juga lebih dihargai (kadang2 saja pasien dan keluarga rewel dan suka complain), namun untuk pelayanan publik, administrasi, dsb kalau kita bilang "I am nurses in ,…… hospital " – mereka umumnya mempertimbangkan dan "respect".

Terlebih lagi di Negara-negara seperti Amerika Serikat, Australia, Inggris dan Negara maju lainnya. Kadang hal tersebut yang membuat sebagian kecil perawat Indonesia yang saat ini bekerja di luar negeri sedikit senang, berbeda dengan saat di negara sendiri.

Buat saya yang kebetulan tidak pernah bekerja di RS di Indonesia sebagai staf full time dan hanya menjadi CI di RS saja (itupun hanya untuk membimbing mahasiswa AKPER/STIKES). Memang belum pernah merasakan resiko menjadi perawat. Katakanlah gaji perawat di Indonesia Rp 1 juta/bulan, rasanya kalau dihitung dengan biaya yang dikeluarkan saat kuliah amatlah "jauh panggang dari api" (panas tidak dingin juga tidak jelas).

Coba saja hitung Kapan BEP (Break Event Point-nya) ????

Rata-rata SPP AKPER/STIKES Swasta per semester sekarang ini Rp. 5 juta, biaya hidup (kost, makan dan buku) sekitar Rp. 1,5 juta/bulan; maka per semester uang untuk kuliah dll yang perlu dikeluarkan oleh orang tua adalah Rp 14 juta per semester. Sehingga katakanlah untuk AKPER total investasi orang tua adalah Rp. 14 juta x 6 semester = Rp. 84 juta (belum dengan lain2) sampai lulus. Untuk S1 Keperawatan tentunya menjadi lebih besar, katakanlah dengan 9 semester berarti menjadi Rp. 126 juta.

Mungkin agak sedikit berbeda dengan mereka yang kuliah di AKPER Negeri, atau PTN (Fakultas Ilmu Keperawatan). Namun katakanlah mereka yang kuliah di negeri separuhnya dari yang swasta (salah satu teman saya baru diwisuda di ekstension FIK UI, habis 60 juta). Alhamdulillah sekali waktu saya kuliah dapat di PTN yang sama (Angkatan program A -92 , SPP nya baru 250 rb/smstr, kost di Percetakan Negara 90 rb per bulan, makan lumayan dah mahal juga 10 rb per hari, buku sama saja). Inilah yang disebut Inflasi . Dan 10 tahun lagi mungkin saja untuk menjadi perawat biaya yang dikeluarkan orang tua menjadi 2 kali lipatnya .

Kalau kita saat ini bekerja jadi perawat di Indonesia katakanlah bekerja di 2 RS total income 2 juta sebulan, sabetan 1 juta sebulan (Biaya hidup rata-rata di Jakarta 1,5 juta sebulan, cicilan rumah 1 juta sebulan, maka saving 500 rb perbulan). Untuk mengembalikan Modal Kuliah (BEP) berarti 500 rb x 12 = 6 juta pertahun saving kita, maka untuk BEP AKPER adalah 14 tahun dan S1 berarti 21 tahun.

Lah kan gaji kita naik juga, OK tetapi pertimbangkan harga-harga (Inflasi) juga naik.
Sekarang ini kalau kita bekerja di LN mungkin BEP nya bisa dipercepat (Pensiun Dini). Katakan saja yang tadinya kita saving pertahun, di LN bisa kita saving jadi per 2 bulan misalnya, maka BEP AKPER adalah 84 juta : 36 juta/tahun = 2 tahun , 3 bulan dan S1 Keperawatan : 3 , 5 tahun hmmmm Lumayan kan jauhnya !!!!

Kita sebagai perawat tidak usahlah membandingkan dengan BEP Profesi lain, cukup tetap yakin dan fokus bahwa menjadi perawat adalah hal yang terbaik buat kita. Dan sedikit SMART dalam mengembangkan kesejahteraan, pendidikan dan martabat profesi.

Pesan saya (JANGAN DIIKUTI Kalau TIDAK YAKIN). Kalau kita masih bergaji di kisaran UMR (+- 10%) (Jakarta the regional minimum wage (UMR) for 2006 to Rp 816.000 ($93) per month) coba intip peluang yang lain dan buru-buru keluar saja.


Dan coba pertimbangkan hitung Gaji kita dalam jam (JANGAN dalam BULAN) !!!.
1 juta sebulan = Rp. 6.250 (perjam) total jam kerja 40 jam/minggu rata-rata
5 juta sebulan = Rp. 31.250 (perjam)
10 juta sebulan = Rp. 62.500 (perjam)
50 juta sebulan = Rp. 312.500 (perjam)









Wednesday, May 16, 2007

RN



Registered Nurses (RN)

Significant Points

  • Registered nurses constitute the largest health care occupation, with 2.4 million jobs.
  • About 3 out of 5 jobs are in hospitals.
  • The three major educational paths to registered nursing are a bachelor’s degree, an associate degree, and a diploma from an approved nursing program.
  • Registered nurses are projected to create the second largest number of new jobs among all occupations; job opportunities in most specialties and employment settings are expected to be excellent, with some employers reporting difficulty in attracting and retaining enough RNs.

Nature of the Work

Registered nurses (RNs), regardless of specialty or work setting, perform basic duties that include treating patients, educating patients and the public about various medical conditions, and providing advice and emotional support to patients’ family members. RNs record patients’ medical histories and symptoms, help to perform diagnostic tests and analyze results, operate medical machinery, administer treatment and medications, and help with patient follow-up and rehabilitation.

RNs teach patients and their families how to manage their illness or injury, including post-treatment home care needs, diet and exercise programs, and self-administration of medication and physical therapy. Some RNs also are trained to provide grief counseling to family members of critically ill patients. RNs work to promote general health by educating the public on various warning signs and symptoms of disease and where to go for help. RNs also might run general health screening or immunization clinics, blood drives, and public seminars on various conditions.

RNs can specialize in one or more patient care specialties. The most common specialties can be divided into roughly four categories—by work setting or type of treatment; disease, ailment, or condition; organ or body system type; or population. RNs may combine specialties from more than one area—for example, pediatric oncology or cardiac emergency—depending on personal interest and employer needs.

Working Conditions

Most RNs work in well-lighted, comfortable health care facilities. Home health and public health nurses travel to patients’ homes, schools, community centers, and other sites. RNs may spend considerable time walking and standing. Patients in hospitals and nursing care facilities require 24-hour care; consequently, nurses in these institutions may work nights, weekends, and holidays. RNs also may be on call—available to work on short notice. Nurses who work in office settings are more likely to work regular business hours. About 23 percent of RNs worked part time in 2004, and 7 percent held more than one job.

Nursing has its hazards, especially in hospitals, nursing care facilities, and clinics, where nurses may care for individuals with infectious diseases. RNs must observe rigid, standardized guidelines to guard against disease and other dangers, such as those posed by radiation, accidental needle sticks, chemicals used to sterilize instruments, and anesthetics. In addition, they are vulnerable to back injury when moving patients, shocks from electrical equipment, and hazards posed by compressed gases. RNs who work with critically ill patients also may suffer emotional strain from observing patient suffering and from close personal contact with patients’ families.

Training, Other Qualifications, and Advancement

In all States and the District of Columbia, students must graduate from an approved nursing program and pass a national licensing examination, known as the NCLEX-RN, in order to obtain a nursing license. Nurses may be licensed in more than one State, either by examination or by the endorsement of a license issued by another State. Currently 18 States participate in the Nurse Licensure Compact Agreement, which allows nurses to practice in member States without recertifying. All States require periodic renewal of licenses, which may involve continuing education.

There are three major educational paths to registered nursing: A bachelor’s of science degree in nursing (BSN), an associate degree in nursing (ADN), and a diploma. BSN programs, offered by colleges and universities, take about 4 years to complete. In 2004, 674 nursing programs offered degrees at the bachelor’s level. ADN programs, offered by community and junior colleges, take about 2 to 3 years to complete. About 846 RN programs in 2004 granted associate degrees. Diploma programs, administered in hospitals, last about 3 years. Only 69 programs offered diplomas in 2004. Generally, licensed graduates of any of the three types of educational programs qualify for entry-level positions as staff nurses.

Many RNs with an ADN or diploma later enter bachelor’s programs to prepare for a broader scope of nursing practice. Often, they can find a staff nurse position and then take advantage of tuition reimbursement benefits to work toward a BSN by completing an RN-to-BSN program. In 2004, there were 600 RN-to-BSN programs in the United States. Accelerated master’s degree programs in nursing also are available. These programs combine 1 year of an accelerated BSN program with 2 years of graduate study. In 2004, there were 137 RN-to-MSN programs.

Employment

As the largest health care occupation, registered nurses held about 2.4 million jobs in 2004. About 3 out of 5 jobs were in hospitals, in inpatient and outpatient departments. Others worked in offices of physicians, nursing care facilities, home health care services, employment services, government agencies, and outpatient care centers. The remainder worked mostly in social assistance agencies and educational services, public and private. About 1 in 4 RNs worked part time.

Job Outlook

Job opportunities for RNs in all specialties are expected to be excellent. Employment of registered nurses is expected to grow much faster than average for all occupations through 2014, and, because the occupation is very large, many new jobs will result. In fact, registered nurses are projected to create the second largest number of new jobs among all occupations. Thousands of job openings also will result from the need to replace experienced nurses who leave the occupation, especially as the median age of the registered nurse population continues to rise.

Much faster-than-average growth will be driven by technological advances in patient care, which permit a greater number of medical problems to be treated, and by an increasing emphasis on preventive care. In addition, the number of older people, who are much more likely than younger people to need nursing care, is projected to grow rapidly.

Earnings

Median annual earnings of registered nurses were $52,330 in May 2004. The middle 50 percent earned between $43,370 and $63,360. The lowest 10 percent earned less than $37,300, and the highest 10 percent earned more than $74,760. Median annual earnings in the industries employing the largest numbers of registered nurses in May 2004 were as follows:
Employment services U$63,170
General medical and surgical hospitals U$53,450
Home health care services U$48,990
Offices of physicians U$48,250
Nursing care facilities U$48,220


Many employers offer flexible work schedules, child care, educational benefits, and bonuses.
http://www.bls.gov/oco/ocos083.htm














Sunday, May 13, 2007

Yayasan AMRI membutuhkan Perawat Untuk Saudi Arabia



Yayasan Amri Membutuhkan Segera 250
Perawat Untuk Direkrut dan Ditempatkan
di Rumah Sakit Saudi Arabia.



Apabila anda seorang Perawat Lulusan D3 (minimal lulusan tahun 2004) atau S1 (minimal lulusan 2006), bisa berbahasa Inggris, perempuan, anda akan mendapat gaji bersih/bulan di RS Saudi Arabia mulai dari $800 sampai dengan $1300. Cuti 45 hari /tahun diberi ticket pesawat pulang pergi.

Pendaftaran gratis dibuka setiap hari kerja dari jam 9:00 – 15:00

di alamat :
Yayasan Amri – Balai Latihan Kerja Perawat
Jl. Ganceng (Belakang PT Amri Margatama, jl. Raya Keranggan No. 6.)
Jatisampurna, Bekasi 17433
Telp.: (021) 8449635, (021) 70991737 , (021) 7098 3795, (021) 7098 3796
Fax: (021)8449629
Email: info@yayasan-amri.com atau amri_nurse@cbn.net.id
Website: www.yayasan-amri.com

Yayasan Amri telah memberangkatkan lebih dari 625 perawat ke Saudi Arabia sejak angkatan I, dari tahun 2002 sampai sekarang.











Saturday, May 12, 2007

Indonesia'n Nurses Students Demonstrated to Increase Health Budget in Indonesia During Nurses Days


Indonesia'n Nurses Students Demonstrated to Increase Health Budget in Indonesia

During Nurses Day's 12 May 2007


During nurses days 12 May 2007, more than hundred nurses students in Jakarta make spontaneous demonstrated in HI round street Jakarta. They are demanded Indonesian government to increase health budget and reduce highly cost of health services in Indonesia in recent years.

The students was coordinated by Indonesian Nurses Students Association (Kesatuan Mahasiswa Keperawatan Indonesia). In the peace demonstrated, they make some poster to make suggestion to Indonesian President SBY to concern about health and nursing program include to reduce cost of health services, concern to placement nurses job in indonesia and overseas.

See the news in here

And picture in here