Thursday, January 08, 2009

BELAJAR DARI KESUKSESAN dan KEKALAHAN (The FAST Trader)

Belajar dari kesuksesan dan kekalahan (The FAST Trader)

 dikutip dari : aditya (trendtrader.co.cc)

Kesuksesan dan kekalahan dalam trading adalah hal sama dan berjalan seirama.

Kesuksesan dalam trading adalah suatu cobaan apakah kita bisa mengulang kesuksesan itu untuk kedua kalinya?

Kekalahan dalam trading juga tidak jauh berbeda, kita harus bisa belajar untuk tidak mengulang kekalahan itu!

Ketika kita tahu alasan-alasan kita bisa menang di dalam market, maka kita tidak akan bisa mengulang kemenangan itu untuk kedua kalinya!
Dan begitu juga sebaliknya kita akan tetap kalah dalam trading jika kita tahu alasan-alasan yang membuat kita kalah!


Kuncinya bukan pada menang kalah dalam trading, tapi memaknai setiap transaksi yang kita lakukan dan belajar dari setiap transaksi yang kita lakukan.

Ibarat orang buta yang berjalan dalam rumah, pada putaran pertama dia masih meraba-raba alur ruangan tersebut..Nabrak-nabrak sedikit wajar sekali karena itu area yang baru, bahkan perlu kita papah dan kita beri instruksi untuk menjaga agar dia tidak memecahkan suatu benda seperti vas dan sebagainya.
Tapi setelah 10 kali memutari ruangan, orang buta tersebut tanpa harus dipapah dan diberi instruksi bahkan tanpa harus merapa-raba, lagi pasti sudah bisa jalan-jalan dengan lancar di dalam ruangan itu. Mereka belajar dari tiap langkah yang mereka lakukan agar pada putaran berikutnya, mereka bisa menghindar dari kesalahan-kesalahan dari putaran sebelumnya.

Harta kita adalah suatu "Amanah" yang dititipkan oleh Sang Pencipta agar kita bisa membantu orang lain. Menjaga "Amanah" agar harta itu menjadi sesuatu yang membawa berkah bagi semua orang kita harus belajar untuk memelihara harta itu dan menjaga harta itu. Ketika kita bisa menerapkan konsep ini dalam trading dan mampu menjaga Amanah tersebut maka sebenarnya harta yang kita miliki adalah milik Tuhan dan ada sebagian hak orang lain dari harta itu. Belajar dari setiap kekalahan dan kemenangan dalam trading adalah suatu perwujudan tanggung jawab kita terhadap harta yang di "amanah" kan kepada kita.

Ada pengalaman menarik ketika saya sedang makan di warung kecil 1 hari yang lalu. Saat itu kondisi sedang hujan lebat dan saya berteduh di warung pinggir jalan sambil makan minum seadanya, saya lontarkan pertanyaan kepada bapak penjaga warung "Pak dari sore khan udah hujan selebat ini, tapi koq bapak masih tetep buka warung pak? Tidak takut warungnya gak laku pak?"

Jawaban yang diberikan bapak itu benar-benar menyentuh hati saya "Hujan dan rejeki itu urusan Tuhan mas! Urusan saya saat ini yah menyeduh kopi untuk mas!". Hmmm saya jadi berpikir kadang kita memikirkan sesuatu yang besar diluar kehendak dan kemampuan kita tapi kita lupa memikirkan hal-hal kecil disekitar kita yang masih dalam jangkauan kemampuan kita.

Berpikir untuk merubah arah market adalah diluar kehendak saya, yang bisa saya lakukan adalah menjaga agar setiap posisi yang saya ambil di market dilakukan dengan benar dan sesuai dengan arah market.










Fair value saham thn 2009; prediksi


Prediksi Fair value saham thn 2009 dari www.traidingindicator.blogspot.com











BUMI Speculative Buy; ISAT Buy on weakness (BOW)


BUMI Speculative Buy; ISAT Buy on weakness

BUMI hari ini ditutup Rp. 700 (auto rejection bawah) turun Rp. 70 (9,09%) dari kemarin --- speculative Buy, terutama jika besok terkena autorejection bawah kembali, mengingat banyak broker yang melepas untuk mendapatkan likuiditas, seperti Sarijaya Securities dan Dinar Sekuritas.

Repo Saham BUMI Libatkan 7 Broker
detikFinance




Jakarta - Repurchase Agreement (repo/gadai saham) yang menggunakan aset jaminan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melibatkan 7 perusahaan sekuritas (broker). Broker-broker yang menjadi kreditor repo PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) diduga ikut terlibat.

"Repo saham-saham grup Bakrie (BUMI) melibatkan 7 broker," ungkap Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Erry Firmansyah di kantornya, Jakarta, Kamis (8/1/2009).

Sebelumnya, Erry pernah mengatakan bahwa aksi repo tersebut dilakukan dengan melibatkan broker-broker yang menjadi kreditor repo BNBR. 

5 broker lokal yang menjadi kreditor BNBR terlibat dalam aksi repo saham BUMI yang sempat menggegerkan pasar modal lantaran dituding menjadi salah satu sebab gugurnya IHSG menjelang akhir tahun 2008.

Sepanjang semester II-2008, BNBR telah menggadaikan sejumlah saham anak-anak usaha termasuk BUMI kepada 10 kreditor, yaitu Oddickson Finance, JP Morgan, ICICI, PNM Investments Management, Aldira, Mandiri Sekuritas, Sucorinvest Gani, Sarijaya Permana Sekuritas, Dinar Sekuritas dan Recapital Securities. Lima yang disebut terakhir merupakan broker yang tercatat sebagai anggota bursa di BEI.

Rupanya, selain repo yang dilakukan oleh BNBR, beredar repo di luar BNBR yang ketika itu nilainya ditaksir mencapai Rp 6,3 triliun. Meski Erry mengatakan nilainya saat ini sudah lebih rendah karena sudah ada yang diselesaikan, namun masih cukup besar yang belum diselesaikan.

"Nilainya sudah turun. Tapi belum diselesaikan semua," ujar Erry.

Erry mengatakan, BEI tidak bisa memaksa sekuritas-sekuritas tersebut menyelesaikan repo-repo tersebut. Sebab, repo merupakan fasilitas antara sekuritas dengan nasabahnya masing-masing.

"Kita sebagai regulator hanya bisa melihat seperti apa prosesnya, yang penting jangan sampai mengacaukan pasar," ujar Erry.

ISAT ditutup menguat Rp. 5.850 (naik Rp. 300,-/5,41%) dari kemarin; menjelang Tender offer ISAT yang akan dilakukan QTEL - 16 Januari 2008 sebesar 24,2% saham publik di harga Rp. 7.388,, Buy on Weakness (BOW)

Qtel Tender Offer Saham Indosat 16 Januari
detikFinance





Jakarta - Perusahaan telekomunikasi asal Qatar Telecom (Qtel) akan menggelar tender offer atas sisa saham Indosat yang masih dimiliki publik pada 16 Januari 2009. Dana yang dihimpun melalui tender offer tersebut bisa mencapai Rp 8 triliun.

Demikian disampaikan Ketua Bapepam-LK Fuad Rahmany di Kantor Bapepam, Jakarta, Kamis (8/1/2009).

Menurut Fuad, hari ini Qtel sudah memasukkan surat pernyataan pendaftaran tender offer tersebut.

"Hari ini dia masukkan surat pernyataan pendaftaran untuk tender offer. Jadi mungkin tender offernya sekitar minggu
depan tanggal 16-an (Januari 2009). kalau bisa masuk semua, itu dananya bisa sampai Rp 8 triliunan," katanya.

Namun ia mengingatkan, tender offer bisa terjadi jika pemegang saham yang sekarang memang berniat menjual sahamnya. Tapi jika sang pemegang saham tidak berniat menjualnya, maka Qtel pun tidak bisa membeli saham tersebut.

"
Tapi kan orang (pemegang saham) itu belum tentu mau jual, kalau pemegang saham nggak mau jual, dia nggak bisa beli. Dia itu wajib beli tetapi yang jual kan nggak wajib jual," katanya.Fuad juga menambahkan, proses tender offer Qtel memang terbilang agak lama karena masih harus menyesuaikan dengan listing Indosat di Amerika Serikat."Dia kan listing di sana juga, kita harus samakan dan tunggu dari sana juga. Tapi intinya tender offer bulan ini," katanya.











Monday, January 05, 2009

Salurkan sumbangan MER- C atau Bulan Sabit Merah Indonesia"SAFE Gaza - Palestin"



Safe GAZA - Palestin, Sumbangan melalui MER-C atau BSMI (Bulan Sabit Merah Indonesia)

Sumbanganlah  dan donasikan bantuan anda untuk korban di Gaza, Palestin dapat disalurkan langsung melalui :

MER-C

Dukung Misi Kemanusiaan MER-C ke Palestina
salurkan bantuan untuk rakyat Palestina ke:

BCA cab Kwitang: No. Rek. 686.0153678 
BSM cab. Kramat: No. Rek. 009.0121.773 
(a.n. Medical Emergency Rescue Committee)
BMI cab. Arthaloka: No. Rek. 301.00521.15 (a.n. MER-C)


Atau BSMI (Bulan Sabit Merah Indonesia)

Mari Salurkan Bantuan Anda untuk Saudara-saudara Kita di Palestina Melalui BSMI di:

Bank Syariah Mandiri (BSM) Cab. Jatinegara
NO. REK. 0010102555
A.N. BULAN SABIT MERAH INDONESIA.
-------
BCA KCU Wisma Asia
NO. REK. 0840685225
A.N. MUHAMAD DJAZULI AMBARI.
-------
BNI Cab. Tebet
NO. REK. 0011703658
A.N. MUHAMAD DJAZULI AMBARI


Mohon kesediaan konfirmasi donasi/infak melalui sms dengan mengetik: 

nama donatur_besar donasi/infaq_transfer melalui bank kirim ke : 08159518816. 

Atau 

email: layananbsmi@bsmipusat.net juga dapat menghubungi no Telp/Fax. (021) 808 76527. 

Bantuan dermawan, donatur, muzakki sangat berarti untuk mereka. (ya2n)

Bulan Sabit Merah Indonesia
Care For Life
www.bsmipusat.net
Kantor Pusat:
Jl. Dewi Sartika No. 19 
Cililitan Jakarta Timur









Nilai UANG saat hiperinflasi






Nilai UANG saat hiperinflasi









Ramalan Mama Laurent 2009 dan tahun Kerbau Api




Ramalan Mama Laurent 2009 dan Tahun Kerbau Api

Seorang investor memang dituntut untuk dapat melakukan analisa tehnikal dan analisa fundamental terhadap pergerakan saham, komoditas dan valas, agar dapat memaksimalkan keuntungan yang diperoleh. Namun terkadang mereka juga mempercayai juga analis saham yang memang sudah berpengalaman, dan memperhatikan kondisi makro dan mikro ekonomi di tahun ini.

Seperti minggu kemarin kami disini berdiskusi, maklum Kuwait sekarang telah memasuki musim dingin dengan suhu mendekati 5'C. Sehingga obrol-obrol dan bincang-bincang sekedar menghangatkan suasana, meskipun saya sendiri tetap ikut berlatih sepak bola meskipun dingin sekali. Obrolan sangat hangat, sampai akhirnya membahas prediksi ramalan ekonomi dan politik di tahun 2009.

Juga menyentuh investasi saham dan valas....yang pastinya ada beberapa teman yang akan membuka account saham baru saat cuti nanti. Buat saya, mengenalkan saham ke teman perawat di Kuwait adalah satu keinginan memperkenalkan salah satu jenis investasi, yang baru untuk mereka "NOTHING ELSE MATTER". Bukan berarti "KITA KAYA" jika berinvestasi saham, bahkan mahasiswa FE misalnya saja di UI banyak yang memiliki account saham, baik sendiri atau pun patungan. Jadi Saham sekali lagi adalah bentuk Investasi, selain properti, tabungan, deposito, obligasi, valas (mata uang asing), emas, reksadana; tidak lebih.

Kalau ada teman di Kuwait yang mampu menghabiskan dana yang diperolehnya dari hasil bekerja di Kuwait; dan tanpa pertimbangan matang bahwa tergerus oleh waktu; maka saya yang merasa prihatin terlebih dulu. Bukan apa-apa, kebijaksanaan dalam masalah finansial mesti di kedepankan. Apakah kita telah disiplin setiap tahun melakukan investasi, bukan disiplin over konsumtif.

Toh memang masalah finansial adalah keputusan pribadi, uang anda tambah atau kurang, tidak akan menambah atau mengurangi uang orang lain juga. Dan saya yakin banyak WNI di Kuwait juga banyak yang telah melakukan investasi lainnya. Namun saya tetap memperkenalkan investasi dan trading saham, lebih karena saya tahu sedikit tentang itu.
Buat saya tambahan 100 rb, 200 rb atau sejuta rupiah adalah berkah yang mesti disyukuri di hari yang bergulir, karena toh tidak mengurangi gaji dari Kuwait. "Yesterday history, today our blessing and Tomorrow mistery". Bayangkan banyak orang di Indonesia, untuk mendapatkan 50 rb perhari mesti bekerja informal misalnya jadi tukang galian kabel, dsb; berkeringat di tempa panasnya terik matahari, dihantam dinginnya hujan.
Kita mesti mensyukurinya dengan mengkonsumsi seperlunya, menginvestasikan dan beramal sholeh; kalau ingin harta kita di ridhoi bukan???

Jangan bandingkan Kuwaity- yang tidur saja dapat 350 KD perbulan, yang baru lahir saja dapat tunjangan negara 50 KD per bulan, karena pengeluaran mereka juga ikut besar. Untuk kita yang memang sementara saja bekerja di Kuwait, maka mesti bijak memanfaatkan uang yang telah diperolehnya. Anggap saja seperti transit pesawat untuk berganti pesawat lain, anda boleh saja belanja di tempat transit tersebut, tapi sangat tidak bijak jika menurunkan semua barang bawaan di bagasi; kalau yang di kabin memang mesti selalu kita bawa.

Oh yah kembali ke Ramalan Mama Laurent bisa di baca di ramalan 2009, boleh percaya boleh tidak, namun bisa menjadi bahan bacaan dan pertimbangan; ujung2nya
disclaimer on

EKONOMI
- Banyak cobaan di sisi properti, pertambangan, perkebunan, penerbangan, perkapalan, dan perminyakan.
- Banyak perusahaan yang gulung tikar dan mem-PHK karyawannya.
- Investor di bisnis properti sebaiknya lebih bersabar.
- Bursa saham akan ditutup di beberapa negara termasuk Indonesia.
- Harga sandang dan pangan juga melonjak naik.








IHSG Meroket 81 Point di Awal Tahun

IHSG Meroket 81 Poin di Awal Tahun 

detikFinance

 
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat tajam dalam perdagangan perdana di 2009. Angka inflasi 2008 yang bisa diredam di 11,06% dan terjadi deflasi di bulan Desember makin membuat pelaku pasar semangat melakukan pembelian saham.  

Saham-saham tambang yang di akhir tahun mengalami penurunan menjadi motor kenaikan IHSG seiring dengan rebound-nya harga minyak di level US$ 46 per barel.  

IHSG juga terbantu penguatan bursa saham regional yang meroket setelah pada tahun lalu terpuruk karena krisis finansial global. Perdagangan saham hari ini juga terbilang istimewa karena dibuka oleh Presiden SBY yang memberi semangat ke pelaku pasar.  

Pada penutupan perdagangan saham Senin (5/1/2009) IHSG naik tajam 81,930 poin (6,04%) menjadi 1.437,338. Pada sesi I, IHSG sempat melonjak 60,170 poin (4,44%) menjadi 1.415,578.

Indeks LQ-45 naik 20,637 poin (7,64%) menjadi 290,869 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 17,685 poin (8,18%) menjadi 233,874.

Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 71.817 kali, dengan volume 4,773 miliar unit saham, senilai Rp 2,885 triliun. Sebanyak 123 saham naik, 32 saham turun dan 39 saham stagnan.

Saham-saham yang naik harganya antara lain, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 30 menjadi 940, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 100 menjadi Rp 1.960, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 900 menjadi Rp 7.800, United Tractors (UNTR) naik Rp 875 menjadi Rp 5.275, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 140 menjadi Rp 1.230, Telkom (TLKM) naik Rp 400 menjadi Rp 7.300, Indosat (ISAT) naik Rp 100 menjadi Rp 5.850. 

Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain, Mitra Rajasa (MIRA) turun Rp 30 menjadi Rp 540, Ramayana Lestari Sentosa (RALS) turun Rp 10 menjadi Rp 490 dan Sumalindo (SULI) turun Rp 18 menjadi Rp 167. 

IHSG mengikuti penguatan bursa saham Asia seperti Hang Seng naik 3,46%, KOSPI naik 1,4%, Nikkei naik 2,07%, Shanghai naik 3,29%, STI Singapura naik 4,95% dan Taiwan naik 2,33%.